Latest News

10 Hal yang Menjadi Penyebab Gusi Anda Berdarah

Tidak pernah terlihat kebingungan gusi berdarah saat menggosok gigi? Selama ini, Anda mungkin hanya menganggapnya sepele. Namun berhati-hatilah karena gusi berdarah juga bisa menjadi tanda berbagai penyakit serius. Mengetahui berbagai penyebab gusi berdarah dapat membantu menentukan pengobatan yang tepat jika Anda mengalaminya sewaktu-waktu.

Apa penyebab gusi berdarah?

Gusi yang sehat harus berwarna merah muda dan bertekstur padat dengan permukaan yang halus. Gusi yang sehat juga tidak akan mudah berdarah jika digosok atau ditekan. Namun, gusi, seperti gigi, rentan terhadap masalah jika tidak dirawat dengan baik. Gusi rentan bengkak dan berdarah saat meradang.

Sebelum ini terjadi, area di sekitar gusi yang terkena biasanya akan membentuk kantung yang memisahkan gusi dari gigi. Saat peradangan berlanjut, kantung akan menumpuk lebih dalam dan dapat menyebabkan infeksi parah di rongga mulut. Risiko perdarahan pada gusi tidak bisa dihindari.

Secara umum, berikut berbagai penyebab gusi berdarah yang perlu Anda waspadai.

1. Jarang menyikat gigi

menyebabkan mulut kering

Jika Anda adalah orang yang malas atau jarang menyikat gigi, ini bisa jadi penyebab gusi Anda sering berdarah.

Bukan tanpa alasan, banyak ahli menekankan setiap orang rajin menyikat gigi dua kali sehari. Semakin jarang Anda menyikat gigi, semakin banyak plak yang menutupi permukaan gigi akan menebal dan mengeras.

Plak adalah kotoran gigi yang banyak mengandung bakteri. Plak muncul akibat sisa makanan yang tertinggal di permukaan gigi atau retakan gigi yang tidak dibersihkan dengan baik. Nah, plak inilah yang memicu radang pada gusi dan kemudian menyebabkan gusi Anda berdarah.

2. Menyikat gigi terlalu keras

Obat gusi darah

Menyikat gigi dengan keras tidak menjamin gigi Anda bersih berkilau. Menyikat gigi terlalu keras dan keras justru bisa menyebabkan gusi berdarah.

Seperti dijelaskan sebelumnya, gusi kita terdiri dari jaringan lunak yang tipis. Gesekan atau benturan keras dapat menyebabkan cedera gusi, yang dapat menyebabkan pendarahan.

Oleh karena itu, sikatlah gigi dengan santai dan perlahan. Perhatikan juga teknik menyikat Sehingga harus bersih walau pelan-pelan. Hindari menyikat gigi dengan gerakan maju mundur seperti menyetrika pakaian. Sikat gigi Anda dengan gerakan melingkar dari atas ke bawah selama 20 detik di setiap sisi.

Jangan lupa, gunakan sikat gigi yang lembut. Bulu sikat yang kasar dapat melukai gusi, membuatnya rentan terhadap gusi berdarah. Pastikan juga lebar kepala sikat yang Anda gunakan sesuai dengan lebar mulut Anda.

3. Teknik flossing salah

Membersihkan gigi hanya dengan menyikat gigi saja tidak cukup. Anda masih membutuhkan flossingyaitu pembersihan sela-sela gigi yang sulit dijangkau dengan bulu sikat menggunakan benang gigi.

Namun, masih banyak orang yang belum mengetahui teknik tersebut flossingmasih kurang tepat. Ada orang yang terlalu terburu-buru atau terlalu ketat untuk menarik benang di antara gigi. Cara flossing Cara yang salah bisa menyebabkan gusi sakit dan berdarah.

Karena itu, pastikan Anda melamar teknik flossing yang benar. Caranya mudah, masukkan benang gigi di antara gusi dan gigi secara perlahan. Jangan tarik benang dengan kencang agar pas dengan celahnya. Kemudian tekan dan geser utas secara perlahan. Setelah itu, lepaskan utas dengan hati-hati.

Kemudian bilas mulut Anda untuk membilas gigi yang sudah dibersihkan. Terbiasalah flossing setiap kali Anda selesai menyikat gigi.

4. Kebiasaan merokok

bagaimana berhenti merokok

Kebiasaan merokok terbukti dapat merusak kesehatan tubuh. Termasuk kesehatan gigi dan mulut. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) bahkan mengatakan bahwa perokok aktif bisa dua kali lebih mungkin mengalaminya penyakit gusi (periodontitis) dibandingkan orang yang tidak merokok.

Risiko ini muncul karena rokok mengandung racun dan bahan kimia berbahaya yang dapat memicu maraknya pertumbuhan bakteri jahat di mulut. Hal ini membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi, yang dapat menyebabkan gusi meradang, bengkak, dan akhirnya berdarah.

Merokok juga melemahkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan bakteri jahat penyebab infeksi. Ujung-ujungnya, daya tahan tubuh yang lemah bisa membuat jaringan gusi yang sudah rusak sulit untuk diperbaiki. Sehingga jika suatu saat gusi terluka maka akan lebih mudah mengalami perdarahan dan pembengkakan.

5. Kekurangan vitamin C dan K.

vitamin c dan seng

Anda menyikat gigi dengan rajin dan flossing, juga tidak merokok, tapi masih ada masalah gusi? Bisa jadi penyebab gusi berdarah yang Anda alami karena tubuh kekurangan vitamin C dan K.

Vitamin C dan K merupakan dua vitamin penting untuk membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Namun sayangnya, masih banyak orang yang kekurangan asupan kedua vitamin tersebut.

Vitamin C berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh agar lebih kuat melawan bakteri penyebab infeksi gusi. Tubuh Anda juga membutuhkan vitamin C untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Sedangkan vitamin K dibutuhkan tubuh untuk proses pembekuan darah. Tanpa asupan vitamin K yang cukup, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengalami pendarahan bahkan dari luka kecil.

Asupan kedua vitamin ini sebenarnya mudah ditemukan dalam makanan sehari-hari. Vitamin C bisa Anda dapatkan dari buah jeruk seperti jeruk dan lemon, jambu biji, pepaya, kiwi, stroberi, nanas, dan mangga. Sedangkan sayuran berdaun hijau seperti brokoli, bayam, sawi, kubis, mentimun, dan selada mengandung vitamin K.

Vitamin K juga terdapat dalam kacang-kacangan, daging, telur, susu dan produk susu seperti keju, yogurt dan kefir.

6. Perubahan hormonal

lamanya periode menstruasi pendek

Perubahan hormonal yang dialami wanita saat pubertas, kehamilan, menstruasi, dan menopause dapat memengaruhi kondisi gusi dan mulut mereka secara keseluruhan.

Hal ini terutama dipicu oleh perubahan hormon estrogen dan progesteron selama ini yang dapat meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk gusi. Aliran darah yang deras menyebabkan jaringan gusi menjadi merah, lunak, dan bengkak, sehingga lebih mudah berdarah.

Perubahan hormonal ini kemudian juga mengubah respons tubuh terhadap racun yang diproduksi oleh bakteri penyebab plak. Nah, karena itu, wanita cenderung lebih mudah mengalami penyakit gusi dibandingkan pria.

Khusus bagi ibu hamil, perubahan hormon tubuh juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga lebih rentan terhadap infeksi gusi. Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) melaporkan itu wanita hamil memiliki risiko lebih tinggi terkena radang gusi pada trimester awal kehamilan.

7. Radang gusi

obat gusi bengkak

Radang gusi (radang gusi) merupakan masalah mulut yang paling sering menyebabkan gusi berdarah. Kondisi ini menyebabkan gusi meradang dan bengkak sehingga mudah mengeluarkan darah. Terkadang, radang gusi juga dapat menyebabkan rasa sakit dan nyeri yang hebat pada gusi yang terkena.

Gingivitis disebabkan oleh penumpukan plak (lapisan lengket yang mengandung bakteri) yang menutupi permukaan gigi. Plak bisa muncul jika Anda malas menyikat gigi setelah makan.

Jika dibiarkan terus menerus, plak bisa mengeras dan berubah menjadi karang gigi. Secara bertahap, karang gigi dapat menyebabkan peradangan pada jaringan gusi di sekitarnya, sehingga rentan mengalami pendarahan.

Menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah kunci utama untuk mencegah radang gusi. memilih pasta gigi yang mengandung fluoride untuk membantu melindungi dan menjaga kekuatan gigi agar tidak mudah rusak.

8. Periodontitis

gusi purulen

Gingivitis yang tidak diobati dapat berkembang menjadi penyakit gusi atau periodontitis. Dengan kata lain, periodontitis adalah penyakit gingivitis lanjut.

Sayangnya, banyak orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit ini sehingga keluhannya seringkali diabaikan. Beberapa orang menyadari bahwa mereka terkena periodontitis ketika kondisinya terlalu parah dan memiliki komplikasi yang serius.

Periodontitis adalah infeksi serius yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi. Selain menyebabkan kehilangan atau kehilangan gigi, periodontitis juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan berbagai masalah kesehatan serius lainnya.

Jadi sebelum terlambat, rajin-rajinlah cek gigi anda ke dokter gigi. Dokter gigi dapat segera memberikan tindakan pencegahan atau perawatan yang sesuai jika ia menemukan potensi masalah pada gigi dan mulut Anda.

8. HIV (Human Immunodeficiency Virus)

karena diabetes

Penyebab seringnya gusi berdarah juga bisa terjadi karena Anda didiagnosis HIV. Para ahli menyebut ODHA (People With HIV / AIDS) lebih berisiko mengembangkan masalah mulut dan gigi dibandingkan orang lain.

Beberapa masalah mulut yang paling sering dialami ODHA adalah gusi berdarah, mulut kering, radang gusi, periodontitis, seriawan, luka dingin, leukoplakia, dan karies gigi.

Terlepas dari sifat penyakit itu sendiri yang melemahkan sistem kekebalan, efek terapinya juga sama. Akibatnya, tubuh ODHA akan semakin sulit melawan berbagai macam infeksi. Termasuk infeksi yang menyebabkan masalah mulut. Hal ini bisa diperburuk jika ODHA tidak merawat giginya dengan baik.

9. Diabetes

Masalah Gigi dan Mulut

Gusi yang sering bengkak dan pendarahan bisa jadi pertanda Anda menderita diabetes. Diabetes merupakan penyakit kronis yang dapat menyerang seluruh tubuh, termasuk gigi dan mulut.

Jika Anda menderita diabetes dan sering kali kadar gula darah tidak terkontrol, Anda akan lebih mudah terserang penyakit gusi dibandingkan mereka yang mampu mengontrol gula darahnya dengan baik. Mengapa demikian?

Kadar gula darah yang tinggi dapat melemahkan sistem kekebalan untuk melawan bakteri di dalam mulut. Akibatnya, plak gigi akan lebih mudah terbentuk, yang selanjutnya membuat gusi menjadi meradang dan terinfeksi.

Selain itu, diabetes juga dapat memperburuk peredaran darah. Apalagi jika Anda juga merokok. Sirkulasi darah yang buruk ini akan menghambat suplai darah segar beroksigen ke bagian tubuh yang membutuhkannya, termasuk gusi. Hal ini memudahkan Anda terkena infeksi.

10. Gangguan pembekuan darah

berkumur dengan obat kumur

Jika Anda memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan masalah pembekuan darah, Anda kemungkinan besar akan mengalami gusi berdarah. Leukemia (kanker darah), hemofilia, dan trombositopenia adalah beberapa penyakit gangguan pembekuan darah yang bisa jadi penyebab gusi Anda sering berdarah.

Ketiga penyakit ini membuat tubuh sulit mengontrol pendarahan saat mengalami cedera. Luka kecil bisa membuat Anda mengalami pendarahan hebat.

Segera ke dokter gigi bila gusi sering berdarah

menyebabkan gusi berdarah

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ada banyak hal yang dapat menyebabkan gusi berdarah. Dari hal-hal kecil dalam keseharian kita yang bisa dicegah, hingga tanda-tanda gangguan kesehatan yang serius.

Jadi, jangan tunda lagi untuk memeriksakan diri ke dokter gigi jika setelah berganti kebiasaan pun gusi Anda masih sering mengeluarkan darah.

Apalagi jika Anda juga mengalami rangkaian gejala lain yang tidak normal atau tidak biasa, seperti:

  • Demam tinggi yang berlangsung beberapa hari.
  • Nyeri hebat dan tajam bahkan setelah minum obat pereda nyeri.
  • Sensasi tidak enak di mulut karena merasakan adanya benjolan yang membengkak (abses).
  • Bau mulut parah karena keluarnya cairan berbau busuk dari gusi atau mulut.
  • Kesulitan membuka mulut, sehingga sulit untuk menggigit, mengunyah, bahkan berbicara.

Dokter gigi akan melakukan serangkaian tes untuk menentukan apa yang menyebabkan gusi Anda sering berdarah. Dengan mengetahui penyebabnya, dokter akan lebih mudah menentukan pengobatan yang tepat sesuai kondisi Anda.

Rutin konsultasi dengan dokter gigi adalah cara terbaik untuk memeriksa dan merawat gigi Anda agar tetap bersih dan sehat. Biasakan untuk menjadwalkan sesi konsultasi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, terlepas apakah Anda merasakan ada keluhan atau tidak.

Postingan 10 Hal Yang Menyebabkan Gusi Anda Berdarah muncul pertama kali di Hello Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top