Penulis: admin

Hindari Bertengkar di Depan Anak, Ini Dampak Buruk yang Bisa Terjadi

Wajar saja bertengkar dengan pasangan, tapi jangan dilakukan di depan anak Anda. Alasannya adalah, benda ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental, bahkan menimbulkan trauma pada bayi. Trauma apa yang dapat timbul dari pertengkaran orang tua dan bagaimana Anda menghadapinya?

Pertanda anak tersebut trauma setelah melihat pertengkaran orang tua

anak pendiam

Setiap anak memiliki reaksi yang berbeda, tetapi secara umum Anda dapat melihat perbedaan perilaku anak setelah melihat argumen orang tua.

Apalagi saat tumbuh kembang anak usia 6-9 tahun, ia dapat dengan mudah belajar dan merekam segala sesuatu yang dilihatnya, termasuk menyaksikan perkelahian orang tua.

Atas dasar ini, perkelahian di depan anak-anak harus dihindari sebisa mungkin.

Berbagai tanda anak trauma setelah melihat pertengkaran orang tua, yaitu:

  • Bertindak seolah-olah dia takut pada orang tuanya
  • Menghindari orang tuanya di berbagai waktu
  • Sering murung, suka menyendiri, atau suka menangis.
  • Gejala depresi, kecemasan, masalah perilaku, dan stres muncul pada anak-anak.

Faktanya, bukan jumlah pertengkaran orang tua yang paling berdampak pada anak-anak.

Faktor yang paling mempengaruhi anak adalah apakah pertengkaran antara kedua orang tua menjadi lebih buruk atau menjadi lebih baik dengan rujuk satu sama lain.

Orang Tua & # 39; berdebat tidak menjadi masalah jika Anda dan pasangan berusaha menyelesaikan masalah.

Sayangnya, tidak semua orang tua menyadari bahwa anaknya sangat peka terhadap konflik atau pertengkaran ayah dan ibunya.

Padahal, usia anak merupakan masa di mana pertumbuhan dan perkembangannya berlangsung dengan pesat.

Anda perlu menumbuhkan rasa empati, menerapkan cara-cara mendisiplinkan anak, membuat anak jujur.

Bagaimana menjelaskan arti berkelahi di depan anak-anak

bagaimana menghadapi anak-anak yang tidak mau mendengarkan orang tua mereka

Jika pertengkaran tidak bisa dihindari sampai terlihat oleh si kecil, ada baiknya Anda dan pasangan segera memberinya pengertian.

Jelaskan kepada anak apa yang baru saja terjadi agar dia tidak merasa tertekan atau bahkan sedih.

Penjelasan apa itu perkelahian perlu disesuaikan dengan usia anak.

Ketika dia masih kecil, Anda bisa menjelaskan hal-hal seperti, “Saudaraku, hanya Ayah dan Ibu marah untuk sementara seperti kau dan temanmu di sekolah, tapi kami sudah oke, sungguh. "

Jelaskan juga bahwa dengan berkelahi, ayah dan ibu mengerti apa yang mereka suka dan tidak suka, seperti si kecil dan teman-temannya di sekolah.

Setelah itu, beri tahu mereka bahwa ibu dan ayah akan belajar menjadi lebih baik di masa depan.

Sedangkan jika pertengkaran di depan anak semakin bertambah, orang tua bisa menjelaskan dengan lebih jujur.

Jelaskan bahwa setiap orang memiliki perbedaan pendapat, termasuk ibu dan ayah.

Jangan lupa, jelaskan juga bahwa meski sedang bertengkar, Anda dan pasangan mencoba atau telah menyelesaikan masalah dengan pendapat yang berbeda.

Makna berkelahi di depan remaja dapat dijelaskan sebagai proses belajar mengenal antara ayah dan ibu sekaligus meningkatkan diri.

Penting untuk memberikan penjelasan yang jujur ​​untuk anak-anak usia remaja ke atas.

Hal ini perlu dilakukan agar anak memahami kondisi orang tuanya dan merasa dipercaya serta terlibat dalam keluarga.

Cara mengatasi trauma setelah bertengkar di depan anak

Pada usia 6-9 tahun juga terjadi perkembangan kognitif anak, perkembangan sosial anak, dan perkembangan fisik anak selain perkembangan emosi.

Jika perkelahian di depan anak memang tidak bisa dihindari, ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua.

Berikut cara mengatasi trauma usai bertengkar di depan anak:

1. Tanyakan bagaimana perasaan anak

mengatasi stres Anak-anak

Pertama, tanyakan apa yang dipikirkan anak dan bagaimana perasaannya setelah melihat ibu dan ayahnya bertengkar.

Ddengarkan baik-baik penjelasan anak-anak, kemudian pahami persepsi dan perasaan mereka.

Jika anak Anda terlihat sedih dan kecewa, beri dia waktu untuk menenangkan diri selama tinggal bersamanya.

Hal ini bertujuan agar anak merasa masih mendapat perhatian dari orang tuanya.

Hindari melecehkan anak-anak sebagai pelampiasan pertengkaran Anda dengan pasangan.

2. Beri penjelasan pada anak

mengajar anak-anak tanpa memaksa

Orang tua bisa melakukan pendidikan setelah bertengkar di depan anak.

Pendidikan disini maksudnya dengan memberikan penjelasan kepada anak tentang pertengkaran yang terjadi antar orang tua.

Setidaknya, beri tahu anak-anak, bahwa pertengkaran ini hanya sesaat, ibu dan ayah telah berbaikan sesudahnya.

Para ayah dan ibu dapat melihat bagaimana mereka bereaksi dan memengaruhi anak-anak mereka beberapa hari atau minggu kemudian.

Berikan keyakinan pada anak bahwa hubungan antara orang tua alias Anda dan pasangan akan tetap baik-baik saja setelah bertengkar.

Sampaikan juga bahwa Anda dan pasangan tetap saling percaya dan mencintai, namun bukan berarti sebuah hubungan akan selalu sempurna.

Karena terkadang, anak-anak mungkin berpikir bahwa berkelahi berarti orang tua mereka tidak saling mencintai, lapor dari Kids Health.

Bahkan semua orang tua, termasuk ibu dan ayah, yang sangat menyayangi satu sama lain memiliki masalah yang perlu diselesaikan.

Jika sikap anak tidak berubah, masih ceria seperti biasanya, sebaiknya orang tua tidak menunjukkan pertengkaran sebanyak-banyaknya.

Dampaknya jika trauma anak dibiarkan begitu saja

Berkelahi di depan anak bisa menyebabkan trauma pada anak-anak kedalaman dan efeknya akan berbahaya.

Ini seperti luka kecil yang jika dibiarkan dalam waktu lama bisa terinfeksi dan membesar.

Berikut beberapa dampak anak yang mengalami trauma akibat perkelahian orang tua di hadapannya:

1. Berkelahi di depan anak membuatnya merasa takut dan cemas

menghukum anak yang berbohong

Trauma bisa membuat anak diliputi rasa takut dan cemas akibat sering melihat orang tuanya bertengkar.

Ketakutan dan kecemasan ini dapat mengganggu belajar di sekolah, pertemanan atau kehidupan sosial, dan dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari.

Anak-anak mungkin juga menganggap hubungan perkawinan negatif atau tidak menyenangkan.

Bahkan anak bisa merasa tidak nyaman di rumah dan mengalihkan trauma ke sosialisasi atau hal-hal negatif seperti meminum alkohol.

Menurut Aleteia, membiarkan anak mengalami trauma bisa membuat anak merasa tertekan, kemudian menimbulkan depresi, dan bisa melukai dirinya sendiri.

Anak juga bisa tumbuh menjadi pribadi yang susah diatur, sehingga Anda perlu menerapkan cara-cara yang keras kepala dalam mendidik anak.

2. Perkembangan emosional anak terhambat

jelaskan mimpi basah seorang anak

Di sisi lain, berkelahi di depan anak dapat mempengaruhi keterbatasan perkembangan emosi anak.

Saat perkembangan emosi seorang anak terganggu, biasanya ia akan menunjukkan tanda atau gejala seperti depresi dan kecemasan.

Dampak berkelahi di depan anak membuat si kecil menunjukkan perubahan sikap yang tidak biasa.

Perubahan sikap akibat melihat pertengkaran kedua orang tua dapat membuat anak menarik diri dari lingkungan sosial dan seringkali terlihat murung.

Tidak hanya itu, dalam beberapa kasus, anak bisa jadi bertindak tidak tepat dan menjadi sulit untuk ditangani.

Misalnya, anak melampiaskan kekecewaan dan kesedihannya dengan memarahi saudara dan teman bermainnya.

Anak-anak juga bisa bertindak nakal untuk mengalihkan perhatian orang tuanya.

Jika upaya ini berhasil, anak mungkin akan melakukannya lagi dan lagi.

Anda perlu mewaspadai berbagai perubahan yang dialami anak dan memperhatikannya.

Hal lain yang perlu Anda ketahui adalah bahwa berdebat oleh orang tua secara fisik, verbal atau dengan kata-kata, dan saling mempermalukan dapat berdampak buruk bagi anak.

Jika anak mengalami keluhan, misalnya anak selalu murung dan masih takut pada ayah dan ibunya, sebaiknya segera bawa ke tenaga profesional, misalnya psikolog.

Postingan Hindari perkelahian di depan anak-anak, ini dampak buruk yang bisa terjadi muncul pertama kali di Hello Sehat.

Ragam Penyebab Eksim Beserta Faktor Pemicu Kekambuhannya

Eksim adalah penyakit kulit yang ditandai dengan kulit bersisik yang gatal, meradang, dan kering. Penyakit kulit ini sering ditemukan, dengan jumlah penderitanya mencapai 1-3% dari populasi di seluruh dunia. Meski umum terjadi, masih banyak penderita yang belum mengetahui apa penyebab eksim.

Selain dari penyebabnya, penderita eksim juga perlu memahami faktor apa saja yang menjadi pemicu kambuhnya gejala. Pasalnya, eksim kerap kambuh dengan gejala parah yang bahkan bisa mengganggu kehidupan sehari-hari. Dengan memahami penyebab dan pemicunya, Anda bisa mengurangi risiko kambuhnya penyakit ini.

Apa penyebab eksim pada kulit?

Eksim ditandai dengan stadium penyakit

Eksim adalah istilah yang mengacu pada dermatitis atopik. Penyakit ini disebut juga dry eczema karena biasanya masalah kulit menjadi sangat kering dan mengelupas.

Sampai saat ini penyebab pasti eksim masih terus diteliti. Melansir laman National Eczema Association, sejauh ini penyebab eksim kering diduga dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik dan sistem kekebalan tubuh.

Inilah sebabnya mengapa eksim biasanya muncul dalam 6 bulan pertama kehidupan dan dapat berlanjut hingga dewasa. Beberapa gejala eksim pada anak-anak bisa membaik bahkan hilang sama sekali, namun ada pula yang justru semakin memburuk seiring berjalannya waktu.

Faktor-faktor berikut ini terkait dengan penyebab eksim.

1. Mutasi genetik

Penelitian dari University of Dundee di Inggris menunjukkan bahwa beberapa penderita eksim mengalami mutasi pada gen yang menghasilkan filaggrin. Filaggrin adalah sejenis protein yang membantu menjaga pelindung alami di lapisan atas kulit.

Mutasi pada dasarnya umum terjadi pada gen. Namun, mutasi pada gen penghasil filaggrin mencegah tubuh memproduksi cukup filaggrin. Akibatnya skin barrier menjadi lebih lemah dari yang seharusnya.

Air juga lebih mudah menguap sehingga kulit kehilangan kelembapan alaminya. Lapisan pelindung yang lemah juga memudahkan kuman masuk ke dalam kulit. Inilah sebabnya kulit penderita dermatitis sangat kering dan mudah terkena infeksi.

2. Sistem kekebalan yang sensitif

Sistem kekebalan yang terlalu aktif diduga memiliki peran tertentu sebagai penyebab eksim. Hal ini terlihat dari respon imun penderita eksim yang umumnya sangat sensitif.

Sel kekebalan mereka cenderung bereaksi berlebihan saat mereka menemukan zat yang menyebabkan alergi atau iritasi, seperti serbuk sari, bahan kimia, atau bahkan bahan dalam makanan. Padahal, zat tersebut sebenarnya tidak membahayakan tubuh.

Saat tubuh Anda terpapar zat ini, sistem imun akan segera bereaksi dengan melepaskan antibodi, histamin, dan reaksi inflamasi. Peradangan menyebabkan ruam kemerahan pada kulit yang dapat menyebabkan kerusakan seiring waktu.

Meski begitu, fungsi sistem imun biasanya membaik seiring bertambahnya usia sehingga ketahanan terhadap eksim juga meningkat. Inilah sebabnya mengapa banyak anak yang menderita eksim mulai mengalami gejala yang lebih sedikit begitu mereka mencapai usia remaja hingga dewasa.

3. Riwayat penyakit dari orang tua

Eksim lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak, tetapi orang dewasa juga bisa mengalaminya. Sekitar 50% orang dewasa yang menderita eksim biasanya mengalaminya di masa kanak-kanak.

Meski bukan penyebab langsung, riwayat keluarga memang berperan penting dalam munculnya eksim. Pasalnya, eksim merupakan penyakit kulit yang bisa diturunkan dalam silsilah keluarga.

Selain akibat mutasi genetik pada poin pertama, pewarisan eksim pada anak juga bisa dipengaruhi oleh gangguan kesehatan tertentu yang juga diturunkan. Misalnya, risiko Anda terkena eksim lebih besar jika Anda memiliki riwayat keluarga:

  • eksim,
  • alergi,
  • asma,
  • rinitis alergi, atau
  • jenis dermatitis lainnya.

Jika salah satu orang tua memiliki salah satu kondisi di atas, maka anak tersebut berpeluang 50% untuk mengalami setidaknya salah satu kondisi tersebut. Kesempatan ini akan bertambah jika kedua orang tua memiliki salah satu syarat di atas.

Namun, mekanisme penerusan gen penyebab eksim dari orang tua ke anak masih belum pasti. Para ahli masih perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi gen apa saja yang terlibat di dalamnya.

Apakah eksim menular?

Ciri-ciri dan eksim pada orang dewasa

Tingkat keparahan gejala eksim seringkali menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan penyakit ini menular. Namun, anggapan tersebut sebenarnya salah. Dermatitis, termasuk eksim, bukanlah penyakit kulit yang menular.

Penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur dapat ditularkan jika Anda terinfeksi kuman yang sama dari seseorang yang sedang sakit. Sedangkan eksim merupakan penyakit yang disebabkan oleh faktor yang berkaitan dengan genetika dan sistem kekebalan tubuh.

Satu-satunya penularan yang mungkin terjadi adalah ketika eksim terinfeksi. Anda bisa saja terinfeksi kuman yang sama, tapi penyakit yang muncul bukanlah eksim.

Faktor penyebab eksim kambuh

Disidrosis adalah eksim pada tangan dan kaki

Penyebab eksim masih belum diketahui secara pasti. Namun, munculnya dermatitis jenis ini berkaitan dengan faktor genetik, riwayat penyakit keluarga, dan fungsi sistem imun setiap orang.

Di sisi lain, eksim sendiri tergolong penyakit kulit kronis yang sifatnya berulang. Gejala eksim dapat kambuh dari waktu ke waktu saat Anda terpapar pemicu lingkungan atau hal lain yang dapat memperburuk gejala.

Faktor risiko kekambuhan eksim dapat bervariasi dari orang ke orang. Berikut pemicu penyebab eksim yang perlu Anda kenali.

1. Kulit kering

Kondisi kulit kering membuat Anda lebih rentan mengalami iritasi, yang dapat memperburuk eksim. Jadi, upayakan untuk menjaga kelembapan kulit dengan rutin mengoleskan pelembab kulit, terutama pada area yang rawan eksim.

Selain menjaga kelembapan kulit, Anda juga perlu menjaga kebersihannya untuk mengurangi kemungkinan masuknya kuman. Namun, perlu diingat bahwa kondisi kulit yang terlalu higienis juga dapat menyebabkan eksim semakin parah.

2. Makanan

Makanan sebenarnya bukan penyebab utama dermatitis atopik. Namun, beberapa makanan justru dapat memperburuk gejala eksim yang berulang, terutama jika Anda memiliki riwayat alergi makanan.

Dijelaskan oleh American Academy of Dermatology, anak yang mengalami eksim biasanya memiliki alergi terhadap makanan yang mengandung susu, kerang, dan kacang-kacangan terlebih dahulu. Makan makanan ini bisa memperburuk gejala eksim.

Namun, anak tetap membutuhkan asupan gizi yang cukup selama masa pertumbuhannya. Jadi sebelum Anda berhenti memberikan makanan pemicu alergi, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter tentang makanan pengganti.

3. Bahan kimia dalam produk rumah tangga dan perawatan pribadi

Salah satu penyebab paling umum dari kekambuhan eksim adalah bahan kimia yang mengiritasi kulit. Banyak bahan kimia yang ditemukan dalam produk rumah tangga dan perawatan pribadi, seperti sabun, deterjen, dan parfum yang keras pada kulit.

Jenis kain sintetis tertentu atau bahan yang keras dan gatal seperti wol juga dapat mengiritasi kulit dan memperburuk eksim. Akibatnya kulit lebih mudah menjadi kering, mengalami iritasi, dan terasa gatal.

4. Berkeringat atau kepanasan

hidung berkeringat

Peningkatan suhu tubuh dan keringat juga merupakan pemicu paling umum untuk eksim. Cuaca sejuk paling baik untuk penderita eksim. Sebaliknya, kondisi hangat dan lembab dapat menjadi sarang infeksi karena bakteri hidup pada suhu yang lebih tinggi.

5. Perubahan suhu yang tiba-tiba

Pindah dari gedung yang dingin ke area luar ruangan yang panas dapat menyebabkan tubuh berkeringat dan memanas, menyebabkan eksim kambuh. Penurunan kelembapan yang tiba-tiba juga bisa mengeringkan kulit yang menjadi pemicu eksim.

6. Paparan alergen dan iritan

Iritasi kulit akibat eksim juga bisa bertambah parah akibat terpapar alergen atau iritan seperti debu, bulu binatang, dan serbuk sari. Kondisi ini bisa lebih parah pada penderita eksim yang memiliki reaksi sistem kekebalan yang sensitif.

Beberapa kondisi lain yang membuat eksim pantang adalah:

  • paparan air terlalu lama,
  • mandi terlalu lama,
  • mandi dengan air yang terlalu panas
  • suhu ruangan terlalu dingin, dan
  • cuacanya terlalu panas dan kering.

Peneliti belum sepenuhnya memahami apa yang menyebabkan eksim. Faktor penyebab diduga kuat berasal dari kondisi genetik, riwayat keluarga, dan fungsi sistem kekebalan.

Meskipun penyebabnya tidak diketahui, Anda tetap dapat mengontrol gejala eksim dengan mengidentifikasi pemicunya. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan kulit dan sebisa mungkin menghindari berbagai pemicu kambuhnya gejala di kemudian hari.

Postingan Ragam Penyebab Eksim dan Faktor Pemicunya Kambuh muncul pertama kali di Hello Sehat.

Risiko Gejala Berat COVID-19 pada Ibu Hamil

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) sini.

Wanita hamil yang terinfeksi COVID-19 memiliki risiko lebih tinggi untuk memperburuk gejala dibandingkan wanita yang tidak hamil. Meski belum ada bukti jelas penularan vertikal dari ibu ke janin, namun tertular COVID-19 selama kehamilan perlu diwaspadai karena memiliki beberapa risiko kesehatan.

Tak heran sejak awal pandemi, BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) mengimbau pasangan muda untuk menunda rencana kehamilan sampai pandemi selesai.

Himbauan ini tidak hanya untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 selama kehamilan, tetapi karena kondisi pandemi secara keseluruhan tidak aman bagi ibu dan janin. Selain itu, akses fasilitas kesehatan juga terbatas.

Bagaimana risiko gejala COVID-19 yang parah pada wanita hamil?

Wanita hamil berisiko mengalami gejala yang memburuk saat terinfeksi covid-19

Para peneliti mempelajari lebih lanjut kemungkinan yang dialami ibu hamil saat terinfeksi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Sebuah studi dari CDC Amerika Serikat menyebutkan bahwa wanita hamil yang terjangkit COVID-19 lebih cenderung membutuhkan perawatan dengan ventilator atau ICU (ruang perawatan intensif). Selain itu, studi tersebut menyebutkan bahwa terdapat kecenderungan ibu hamil dengan COVID-19 memiliki risiko tinggi melahirkan bayi prematur.

Hasil tersebut diketahui setelah meninjau 77 penelitian tentang COVID-19 pada wanita hamil. Secara kolektif, penelitian ini mencakup data pada 13.118 wanita hamil dan wanita hamil baru yang terinfeksi COVID-19. Tim peneliti juga membandingkan wanita hamil dengan COVID-19 dengan wanita usia subur yang tidak hamil.

"Wanita hamil yang terinfeksi COVID-19 tampaknya berisiko lebih tinggi membutuhkan perawatan di ICU atau di ventilator," tulis tim peneliti dalam studi tersebut.

Wanita hamil yang termasuk dalam kategori penelitian adalah mereka yang berkunjung ke rumah sakit tanpa memandang usia kehamilan.

"Perlu dicatat bahwa studi seperti ini memiliki kemungkinan bias yang besar," kata dr. Ksatria Maria, profesor kesehatan populasi ibu dan anak Universitas Oxford Inggris. Ia mengingatkan perlunya penelitian yang lebih mendalam.

Pusat Pengendalian Penyakit Amerika (CDC) yang juga melaporkan risiko ini mengatakan dan beberapa lembaga akan mengumpulkan lebih banyak data untuk memperdalam studi dan mengembangkan pedoman klinis untuk ibu hamil.

Update Jumlah Distribusi COVID-19
Negara: Indonesia<! – : ->

Data Harian

307.120

Dikonfirmasi

<! –

->

232.593

Lekas ​​sembuh

<! –

->

11.253

Mati

<! –

->

Peta Distribusi

<! –

->

Bagaimana risiko COVID-19 bagi ibu dan janin?

risiko gejala parah wanita hamil dengan COVID-19

Kehamilan positif COVID-19 dikaitkan dengan kelainan pada plasenta. Gangguan ini berpotensi memengaruhi pengiriman oksigen dan nutrisi ke janin. Namun, pengaruh virus terhadap kemungkinan kelainan jangka panjang pada bayi tidak diketahui.

Para ahli melihat ada kemungkinan janin yang sedang berkembang dapat tertular COVID-19 secara vertikal dari ibunya selama kehamilan. Namun, belum ada bukti yang cukup kuat terkait kemungkinan tersebut karena ada kasus ibu hamil yang positif COVID-19 bisa melahirkan bayi tanpa menularkan COVID-19.

COVID-19 membutuhkan molekul reseptor virus untuk menyebabkan infeksi pada tubuh seseorang. Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa plasenta mengandung sangat sedikit molekul reseptor virus, jadi mungkin tidak cukup untuk menerima atau menjadi reseptor virus.

Temuan ini bisa menjelaskan mengapa virus jarang ditemukan pada bayi baru lahir dari ibu yang positif COVID-19. Namun tidak menutup kemungkinan terjadi penularan vertikal.

Jika orang tua bayi ditemukan positif, padahal tidak ada penularan vertikal, namun tetap ada risiko penularan dari orang tua dan orang dewasa lain saat sampai di rumah.

Meski umumnya COVID-19 pada anak tidak mengalami gejala yang parah, namun berbeda dengan bayi baru lahir. Sistem kekebalan pernapasan dan yang belum matang membuat bayi berisiko lebih besar mengalami gejala yang memburuk daripada anak-anak.

Untuk mengurangi penyakit terkait COVID-19, ibu hamil harus mewaspadai potensi risiko gejala parah akibat COVID-19. Pencegahan COVID-19 harus diutamakan untuk ibu hamil dan potensi kendala yang mempengaruhi kepatuhan pencegahan penularan harus segera diatasi.

(function () {
window.mc4wp = window.mc4wp || {
pendengar: [],
formulir: {
on: function (evt, cb) {
window.mc4wp.listeners.push (
{
acara: evt,
panggilan balik: cb
}
);
}
}
}
}) ();

#mc_embed_signup> div {
lebar maksimal: 350 piksel; latar belakang: # c9e5ff; radius batas: 6 piksel; bantalan: 13px;
}
#mc_embed_signup> div> p {
tinggi garis: 1,17; ukuran font: 24px; warna: # 284a75; font-weight: bold; margin: 0 0 10px 0; spasi huruf: -1.3px;
}
#mc_embed_signup> div> div: tipe-n (1n) {
lebar maksimal: 280 piksel; warna: # 284a75; ukuran font: 12px; tinggi garis: 1.67;
}
#mc_embed_signup> div> div: tipe-n (2n) {
margin: 10px 0px; tampilan: fleksibel; margin-bottom: 5px
}
#mc_embed_signup> div> div: tipe-n (3n) {
ukuran font: 8px; tinggi garis: 1,65; margin-top: 10px;
}
#mc_embed_signup> masukan div[type=”email”] {
ukuran font: 13px; lebar maksimal: 240 piksel; melenturkan: 1; bantalan: 0 12px; min-height: 36px; batas: tidak ada; box-shadow: tidak ada; batas: tidak ada; garis besar: tidak ada; radius batas: 0; min-height: 36px; batas: 1px solid #fff; border-right: tidak ada; radius batas kanan atas: 0; radius batas kanan bawah: 0; radius batas kiri atas: 8px; radius batas kiri bawah: 8px;
}
#mc_embed_signup> masukan div[type=”submit”] {
ukuran font: 11px; spasi huruf: normal; padding: 12px 20px; font-weight: 600; penampilan: tidak ada; garis besar: tidak ada; warna-latar belakang: # 284a75; warna putih; box-shadow: tidak ada; batas: tidak ada; garis besar: tidak ada; radius batas: 0; min-height: 36px; radius batas kanan atas: 8px; radius batas kanan bawah: 8px;
}
.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup .mc_signup_title,
.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup .mc_signup_description,
.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup .mc_signup_tnc {
tampilan: tidak ada;
}
.category-template-category – covid-19-php .mc4wp-response {
ukuran font: 15px;
tinggi baris: 26px;
spasi-huruf: -.07px;
warna: # 284a75;
}
.category-template-category – covid-19-php .myth-busted .mc4wp-response,
.category-template-category – covid-19-php .myth-busted #mc_embed_signup> div {
margin: 0 30px;
}
.category-template-category – covid-19-php .mc4wp-form {
margin-bottom: 20px;
}
.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup> div> .field-submit,
.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup> div {
max-width: tidak disetel;
padding: 0px;
}

.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup> masukan div[type=”email”] {
-ms-flex-positif: 1;
flex-grow: 1;
radius batas kiri atas: 8px;
radius batas kiri bawah: 8px;
radius batas kanan atas: 0;
radius batas kanan bawah: 0;
padding: 6px 23px 8px;
batas: tidak ada;
lebar maksimal: 500 piksel;
}

.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup> masukan div[type=”submit”] {
batas: tidak ada;
radius batas: 0;
radius batas kanan atas: 0px;
radius batas kanan bawah: 0px;
latar belakang: # 284a75;
box-shadow: tidak ada;
warna: #fff;
radius batas kanan atas: 8px;
radius batas kanan bawah: 8px;
ukuran font: 15px;
font-weight: 700;
text-shadow: tidak ada;
padding: 5px 30px;
}

form.mc4wp-form label {
tampilan: tidak ada;
}

Postingan Risiko Gejala Parah COVID-19 pada Wanita Hamil muncul pertama kali di Hello Sehat.

Bedong Bayi: Ketahui Manfaat dan Cara Memakaikan yang Tepat

Saat bayi baru lahir, orang tua biasanya sudah menyiapkan sederet perlengkapan bayi yang salah satunya adalah lampin. Bedong bayi merupakan tradisi yang masih digunakan oleh masyarakat luas. Banyak pro dan kontra mengenai penggunaan bedong bayi, lalu apa gunanya bedong bayi? Bagaimana cara membedong bayi dengan benar? Berikut penjelasannya.

Manfaat menggunakan kain lampin untuk bayi

manfaat menggendong bayi

Membedong bayi dilakukan dengan melilitkan selimut kecil di sekitar tubuh bayi untuk memberikan kehangatan dan perlindungan bagi bayi.

Seperti dilansir dari Anak SehatMembedong bayi dengan cara yang benar dapat membantu bayi tidur lebih tenang dan nyaman.

Berikut beberapa manfaat menggendong bayi:

1. Membuat bayi tidur lebih nyenyak

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bedong bayi berguna untuk membuat bayi tidur lebih nyenyak, nyaman, dan menenangkan bayi bila dilakukan dengan benar.

2. Mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)

Membedong bayi dapat mengurangi risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) pada bayi baru lahir. Namun dengan catatan bayi harus diletakkan dalam posisi terlentang menghadap ke atas.

Membedong bayi membuat bayi lebih sulit bergerak saat tidur, sehingga dapat melindunginya dari hal-hal berbahaya yang dapat menyebabkan SIDS saat tidur.

3. Membantu bayi tidur lebih lama

Bayi biasanya mudah terbangun karena sesuatu yang kecil yang mengganggu dan mengagetkannya. Membungkus bayi dengan lampin dapat mencegah hal ini dan membuatnya tidur lebih lama.

Dengan begitu, kebutuhan waktu tidur bayi terpenuhi yang dapat mendukung tumbuh kembang bayi.

4. Membantu menenangkan bayi

Membedong bayi bisa membuat bayi terasa lebih hangat. Hal ini dapat mengingatkan mereka pada lingkungan saat mereka masih dalam kandungan.

Bayi yang dibedong biasanya lebih jarang menangis. Jika bayi menangis atau menggeliat saat dibedong, itu artinya bayi ingin lengan dan kakinya bergerak bebas. Yang terbaik adalah mengendurkan bedong bayi sedikit.

5. Meningkatkan perkembangan neuromuskuler

Bedong bayi dapat membatasi pergerakan tangan dan kaki bayi. Hal ini dapat membantu mengembangkan kemampuan motorik bayi lebih baik di kemudian hari. Manfaat menggendong bayi sangat membantu bayi prematur.

Cara yang benar untuk membedong bayi

shutterstock_305883689

Jika ingin menggendong bayi, pastikan Anda tahu cara melakukannya dengan benar. Berikut langkah-langkah dan cara membedong bayi yang benar:

  1. Letakkan kain di permukaan yang rata dan lipat satu sudut sedikit.
  2. Letakkan bayi di lipatan selimut, pundak bayi tepat di atas lipatan.
  3. Pastikan lengan bayi berada di bawah dan di sekitar tubuh.
  4. Tarik ujung selimut dekat lengan kirinya ke atas lengan kiri dan dada, lalu selipkan ujung selimut di bawah sisi kanan tubuhnya (berikan sedikit kelonggaran agar bayi bisa bergerak bebas).
  5. Tarik ujung selimut dekat dengan lengan kanan di atas lengan kanan dan dada, lalu selipkan ujung selimut di bawah sisi kiri tubuhnya (beri sedikit kelonggaran agar bayi bisa bergerak bebas).
  6. Putar atau lipat tepi bawah selimut dan selipkan di atas punggung bayi. Pastikan kaki sedikit menekuk ke atas, serta kaki dan pinggul bebas bergerak

Hindari meregangkan bayi terlalu erat. Hal ini bisa menyebabkan persendian di kaki bayi kendor karena tungkai terlalu diluruskan. Selain itu, cara ini juga dapat merusak tulang rawan lunak yang mengarah ke rongga pinggul displasia pinggul.

Hal yang harus diperhatikan saat mengenakan bedong bayi

bayi berhenti membedong "width =" 650 "height =" 434

Membedong bayi dengan cara yang salah dapat berdampak negatif pada si kecil, seperti merusak persendian di kaki dan pinggul bayi yang bisa berkembang menjadi displasia pinggul.

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat mengandung bayi adalah:

Hindari membedong bayi terlalu erat

Jangan meregangkan bayi terlalu kencang, terutama pada bagian kakinya. Banyak ibu yang menarik dan meremas kaki bayinya sebelum membungkus selimut lampunya.

Hal ini dapat mencegah kaki dan pinggul bayi bergerak. Selain itu, kaki bayi yang direntangkan secara paksa juga dapat menyebabkan persendian di kaki dan pinggul bayi kendor.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko bayi tertular displasia pinggul (gangguan pembentukan sendi panggul dimana tulang paha bagian atas tidak tepat di rongga pinggul).

Kencangkan tumpukan paling atas

Biasanya para ibu membedong bayinya dengan memberikan kelonggaran pada bagian atas bedong dan mengencangkan bagian bawah.

Namun kenyataannya, yang benar justru sebaliknya. Berikan kelonggaran di bagian bawah bedong, dan ketatkan bagian atasnya.

Gerakan bayi akan membuat bedong sedikit terlepas, jadi pastikan lengan bayi tersapu erat dan bedong terbungkus rapat.

Bedong atas yang longgar bisa menjadi faktor risiko untuk ini sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) atau kematian bayi mendadak.

Lampin bayi merupakan salah satu cara untuk mengurangi risiko SIDS karena memberikan kenyamanan pada bayi saat tidur.

Awasi saat bayi tidur

Saat tidur, yang terbaik adalah mengawasi bayi yang dibedong agar tidak berguling dan tidur tengkurap. Tidur tengkurap dapat menghalangi jalan napas bayi Anda, yang dapat meningkatkan risiko bayi Anda terkena SIDS.

Selain itu, usahakan untuk tidak meletakkan benda apapun di sekitar bayi saat ia tidur, seperti selimut atau bantal. Benda tersebut bisa menutupi hidung bayi, sehingga ia bisa kesulitan bernapas.

Ada resiko jika bayi dibedong dengan posisi yang salah

karena jangan menangis

Sayabayi mbedong yang salah akan meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat, kematian bayi mendadak disebabkan oleh cara membedong yang salah.

Pertama, orang tua menggesek terlalu keras, bayi bisa mati lemas saat tidur.

Kedua, karena bengkaknya terlalu kendur, kain bisa lepas dan menutupi hidung karena lengan bayi bisa bergerak bebas sehingga kain menutupi mulut dan hidung.

Risiko lain yang bisa terjadi adalah displasia, yaitu pertumbuhan jaringan atau organ yang tidak normal karena kaki bayi harus diluruskan saat tertusuk.

Tulang rawan dan persendian bayi bisa rusak saat ini terjadi. Selain itu, bayi lebih rentan mengalami beberapa masalah kulit bayi, seperti ruam atau biang keringat akibat cepat berkeringat akibat kompresi.

Kapan sebaiknya bayi tidak perlu menggunakan lampin lagi?

tumbuh kembang bayi prematur "width =" 640 "height =" 427

Bayi tidak perlu lagi dibedong saat bayi mulai berguling. Biasanya bayi sudah bisa menggulung sejak usia 4 hingga 6 bulan.

Namun karena perkembangan bayi yang berbeda, mungkin juga ada bayi yang bisa berguling sebelum bayinya berusia 4 bulan.

Selain menentukan usia bayi yang dianjurkan, para orang tua juga bisa memperhatikan beberapa tanda kapan bayi ingin dikeluarkan. Inilah tandanya:

  • Bayi sering terbangun di malam hari seolah mencari posisi yang nyaman untuk bayi tidur.
  • Jika pembengkakan hanya sebatas dari dada sampai kaki, dan bayi sudah mulai bergerak untuk berguling.
  • Bedong yang hanya menutupi dada hingga kaki bisa lepas karena bayi terus bergerak.

Tanda-tanda berikut merupakan peralihan perkembangan gerakan bayi ke posisi berguling sekaligus tanda bahwa orang tua harus berhenti membedongnya.

Postingan Swaddling Baby: Mengetahui Khasiat dan Cara Memakainya yang Benar muncul pertama kali di Hello Sehat.

Jangan Sembarang Minum, Ini Daftar Pilihan Obat yang Aman untuk Ibu Menyusui

Ibu yang sedang menyusui tidak disarankan minum obat. Pasalnya, apa yang ibu konsumsi saat menyusui bisa masuk ke ASI sehingga mengalir ke tubuh bayi. Agar proses menyusui Si Kecil pulih dengan cepat dan lancar, bunda perlu mengetahui obat apa saja yang aman untuk diminum saat ini.

Lantas, apa saja daftar obat yang aman untuk ibu menyusui? Cari tahu penjelasan lengkapnya yuk!

Pilihan obat yang aman untuk ibu menyusui

Pemberian ASI Eksklusif merupakan hak bagi setiap bayi karena ada berbagai macam manfaat ASI yang bisa didapatkan oleh bayi dan ibunya.

Namun terkadang, ada masalah pada ibu menyusui dan tantangan menyusui yang mungkin saja terjadi, salah satunya saat ibu sedang sakit.

Saat sakit saat menyusui, tentunya sang ibu tetap harus minum obat dan istirahat yang cukup untuk memulihkan kondisi kesehatannya.

Jangan khawatir minum obat saat menyusui. Tidak ada mitos bahwa ibu menyusui membenarkan larangan konsumsi obat-obatan terlarang asalkan dikonsumsi sesuai aturan dan anjuran yang benar.

Sayangnya, tidak semua obat bisa diminum oleh ibu menyusui. Melansir dari laman Mayo Clinic, hampir semua obat yang masuk ke tubuh ibu mengalir dalam darah dan ASI sampai batas tertentu.

Meski sebagian besar kadar obat dalam ASI rendah dan tidak menimbulkan risiko bagi bayi, ada obat yang dapat memengaruhi ASI bayi.

Itulah mengapa tidak semua obat aman bagi ibu yang sedang menyusui.

Paparan obat yang masuk ke dalam ASI dapat menimbulkan risiko yang lebih buruk bagi bayi prematur, bayi baru lahir, dan bayi dengan kondisi medis tertentu.

Jadi, sebaiknya ketahui obat apa saja yang aman untuk ibu menyusui dalam berbagai kondisi.

1. Dekongestan

obat flu cara mengatasi flu

Jika ibu menyusui pilek dan perlu minum obat, sebagian besar obat flu aman dikonsumsi.

Namun berhati-hatilah saat memilih, terutama obat yang dijual bebas tanpa resep dokter. Ada obat flu yang mengandung kombinasi beberapa zat dalam satu kemasan.

Kombinasi obat flu ini sebaiknya dihindari karena mungkin terdapat ramuan pada obat yang tidak aman untuk ibu menyusui.

Sebaiknya pilih obat flu dan pilek yang hanya mengandung satu bahan aktif untuk ibu menyusui, salah satunya dekongestan.

Dekongestan digunakan untuk meredakan hidung tersumbat akibat flu dan pilek. Namun hati-hati lagi untuk bahan obatnya.

Pasalnya, di pasaran tidak jarang di jual obat dengan bahan yang berisiko mengganggu produksi ASI ibu menyusui, seperti obat pseudoephedrine atau phenylephrine.

Jadi, ibu menyusui perlu lebih berhati-hati dan lebih cermat sebelum minum obat.

Meski begitu, obat flu dan flu yang mengandung dekongestan aman diminum untuk ibu menyusui.

Dengan catatan, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter tentang konsumsi obat dekongestan untuk ibu menyusui dan aturan minumnya.

Anda dapat beralih ke dekongestan semprot sebagai alternatif. Hindari penggunaan obat terlalu lama dengan dosis yang berlebihan.

Gunakan dosis sesuai dengan petunjuk penggunaan saat Anda menyusui.

2. Antihistamin sebagai obat yang aman untuk ibu menyusui

magnesium sulfat sulfat

Gejala flu mungkin disebabkan oleh reaksi alergi. Jadi, ibu menyusui membutuhkan obat flu yang juga mengandung antihistamin.

Antihistamin termasuk dalam daftar obat flu yang aman untuk ibu menyusui. Anda bisa memilih antihistamin yang tidak menyebabkan kantuk, seperti loratadine dan fexofenadine.

3. Obat antivirus

obat antivirus untuk flu

Obat flu lain yang aman untuk ibu menyusui adalah antivirus.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), obat ini tergolong aman untuk ibu menyusui asalkan diminum sesuai petunjuk.

Namun, penting dipahami bahwa obat antivirus untuk mengatasi flu tidak boleh sembarangan diminum oleh ibu menyusui.

Pasalnya, obat flu untuk ibu menyusui ini harus ditebus dengan resep dokter.

Jadi, obat flu yang tergolong aman untuk ibu menyusui ini tidak dijual bebas di toko obat atau apotek.

Mohon konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut tentang penggunaan obat flu ini selama menyusui.

4. Paracetamol atau acetaminophen

masuk angin

Obat flu dan flu yang mengandung paracetamol atau acetaminophen juga masuk dalam daftar obat yang aman untuk ibu menyusui.

Ibu menyusui juga bisa mengonsumsi parasetamol untuk meredakan sakit gigi.

Menurut NHS, obat flu dan sakit gigi ini aman dikonsumsi ibu menyusui.

Obat yang mengandung parasetamol atau acetaminophen dianggap aman untuk ibu menyusui karena tidak mengganggu produksi ASI.

Efek yang diberikan dari obat yang mengandung parasetamol atau acetaminophen pada bayi tidak begitu kuat.

Jika ibu menyusui juga mengonsumsi obat flu lainnya, pastikan obat yang diminumnya tidak lagi mengandung campuran parasetamol karena dapat menggandakan dosis obat.

Alih-alih cepat sembuh, obat yang dikonsumsi melebihi dosis anjuran justru bisa memicu masalah serius, seperti gagal ginjal.

Jadi sebaiknya baca baik-baik tabel komposisi setiap obat flu dan flu yang aman untuk ibu menyusui.

Menariknya, parasetamol atau acetaminophen tak hanya mampu mengobati sakit gigi, tapi juga sakit kepala dan demam.

Ya, parasetamol merupakan pilihan obat sakit kepala yang aman bagi ibu menyusui. Parasetamol bekerja untuk menghambat produksi prostaglandin, yaitu hormon yang menyebabkan peradangan dan nyeri pada tubuh.

Parasetamol tergolong dalam golongan obat analgesik yang biasanya digunakan untuk meredakan sakit kepala ringan hingga sedang.

Obat ini mempunyai sediaan yang beragam yaitu tablet, kapsul, kapsul gel, supositoria, obat cair, dan tablet kunyah.

Jangan gunakan obat ini terlalu banyak dari dosis yang dianjurkan. Konsumsi obat sakit kepala yang berlebihan kemungkinan bisa menjadi penyebabnya sakit kepala rebound.

Sakit kepala rebound adalah sakit kepala sebagai efek bumerang karena penggunaan obat penghilang rasa sakit yang berlebihan.

Parasetamol sering dikombinasikan dengan obat lain seperti kodein sehingga disebut co-codamol atau Solpadeine.

Meskipun parasetamol aman dikonsumsi oleh ibu menyusui untuk meredakan demam, sebaiknya tidak dicampur dengan kodein.

Selalu konsultasikan dengan apoteker atau dokter Anda agar obat parasetamol yang Anda konsumsi tidak digabungkan dengan obat lain.

5. Ibuprofen

komplikasi flu yang parah

Sakit gigi saat menyusui tentu terasa tidak nyaman. Selain harus menahan sakit pada gigi, Anda tetap harus melakukan aktivitas lain dalam merawat si kecil.

Ada berbagai pilihan obat sakit gigi untuk ibu menyusui, di antaranya ibuprofen dan acetaminophen.

Ibuprofen adalah obat non steroid antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Ibuprofen memiliki berbagai macam fungsi, salah satunya dapat membantu meredakan sakit gigi.

Itu sebabnya, obat ibuprofen bisa menjadi pilihan untuk mengobati sakit gigi pada ibu menyusui karena tidak berisiko membahayakan bayi.

Selain itu ibuprofen juga menjadi obat yang dapat digunakan untuk meredakan sakit kepala, demam, dan masuk angin akibat infeksi sinus saat ibu menyusui.

Ibuprofen biasanya digunakan untuk meredakan sakit kepala yang tergolong ringan hingga sedang.

Ibuprofen juga biasa digunakan untuk mengobati sakit kepala tegang dan migrain pada ibu menyusui.

Obat sakit kepala ini tergolong aman dan bahkan disebut-sebut sebagai pilihan terbaik untuk ibu menyusui.

Hal ini dikarenakan zat dari obat ibuprofen yang masuk ke dalam ASI tidak terlalu banyak atau bahkan hampir tidak terdeteksi.

Namun ibuprofen dilarang untuk ibu menyusui jika memiliki kondisi lain seperti asma dan maag.

Sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi ibuprofen untuk ibu menyusui.

Jangan lupa, pastikan sudah mematuhi aturan minum dan takaran pemakaian obat yang dianjurkan.

Jika ibuprofen dan parasetamol merupakan obat sakit kepala yang aman untuk ibu menyusui, ada jenis obat lain yang tidak dianjurkan, yaitu aspirin.

Meski cukup efektif dalam mengobati sakit kepala, aspirin tidak dianjurkan untuk ibu menyusui. Aspirin masuk ke dalam ASI dan dapat membahayakan bayi.

6. Dekstrometorfan sebagai obat yang aman untuk ibu menyusui

pri berbeda

Ibu menyusui tetap bisa menyembuhkan batuk dengan menggunakan obat batuk tanpa resep atau perhitungan berlebihan (OTC).

Namun penggunaan obat batuk untuk ibu menyusui harus dikonfirmasi terlebih dahulu oleh dokter.

Ibu menyusui bisa mengonsumsi dekstrometorfan yang tergolong aman untuk meredakan batuk.

Obat dekstrometorfan bekerja dengan cara mengurangi frekuensi batuk, terutama batuk kering.

Obat dekstrometorfan efektif dalam meredakan batuk kering akibat post nasal drip.

Post-nasal drip terjadi ketika sistem pernafasan bagian atas yaitu hidung mengeluarkan lendir berlebih sehingga masuk ke bagian belakang tenggorokan dan menyebabkan batuk.

Namun obat dekstrometorfan tidak dianjurkan bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit asma, bronkitis, diabetes, dan diabetes.

Jika dikonsumsi dalam kondisi tersebut, obat dekstrometorfan dapat memperburuk kesehatan Anda.

7. Permen pelega tenggorokan

mengobati sakit tenggorokan

Obat batuk lain yang aman untuk ibu menyusui adalah tablet hisap. Obat batuk jenis ini tidak mudah larut ke dalam ASI.

Obat batuk lozenges yang mengandung zat antibakteri atau benzydamine dapat meredakan nyeri pada tenggorokan yang kering akibat batuk.

Bahkan, pelega tenggorokan juga bisa membantu meredakan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada tenggorokan akibat radang tenggorokan.

Ya, lagi-lagi, ibu menyusui tetap perlu minum obat untuk mengatasi keluhan terkait kesehatan, termasuk saat mengalami sakit tenggorokan.

Atas dasar itulah, tablet hisap dianggap sebagai obat yang aman untuk diminum ibu menyusui saat sedang batuk dan sakit tenggorokan.

8. ORS sebagai obat yang aman untuk ibu menyusui

penyebab sakit gigi

Diare merupakan gangguan pencernaan dengan banyak penyebab. Umumnya gangguan pencernaan disebabkan oleh makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri penyebab diare seperti E. colli.

Maka sebelum bertambah parah, segera obati diare dengan cara yang benar, misalnya dengan meminum oralit yang aman untuk ibu menyusui.

ORS adalah obat pertolongan pertama yang aman untuk mengobati diare pada ibu hamil.

Oralit tersedia dalam bentuk bubuk yang harus dilarutkan dengan air matang atau dalam obat cair siap minum.

Larutan ini terbuat dari campuran garam, gula, dan air yang mengandung natrium klorida (NaCl), kalium klorida (CaCl2), glukosa anhidrat, dan natrium bikarbonat.

Obat ini bekerja untuk mengisi kembali cairan dan elektrolit serta mineral dalam tubuh yang hilang akibat diare.

ORS akan mengembalikan kadar cairan tubuh dalam waktu 8-12 jam setelah dikonsumsi. Selain bisa dibeli di apotek, obat diare ini juga bisa Anda buat sendiri untuk ibu menyusui.

Caranya dengan melarutkan 6 sendok teh gula pasir dan 1/2 sendok teh garam dalam 1 liter air. Aduk rata, dan minum segelas setiap 4-6 jam.

9. Loperamide

diare adalah tanda kehamilan muda

Loperamide adalah obat diare generik yang memperlambat pergerakan usus untuk menghasilkan feses yang lebih padat.

Loperamide merupakan obat diare yang aman untuk ibu menyusui. Ini karena hanya sejumlah kecil obat loperamide yang dapat masuk ke dalam ASI sehingga tidak ada risiko membahayakan bayi.

Namun ibu menyusui berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar mengetahui berapa dosis obat diare yang tepat untuk kondisi mereka.

Jika Anda mengonsumsi loperamide selama lebih dari 2 hari, memiliki bayi dengan berat lahir rendah, dan bayi prematur, Anda juga harus berkonsultasi dengan dokter Anda.

Jangan mengambil lebih dari dosis Anda karena Anda berisiko memicu masalah jantung seperti aritmia.

Selain itu, obat diare ini juga dapat menimbulkan efek samping yang melemahkan ibu menyusui, seperti pusing, sakit kepala, sulit fokus, serta mual dan muntah.

10. Antasida sebagai obat yang aman untuk ibu menyusui

obat maag untuk ibu menyusui

Seperti halnya berbagai kondisi medis yang dialami ibu saat menyusui, maag yang kambuh secara tiba-tiba juga perlu segera ditangani.

Obat maag yang bisa menjadi pilihan ibu menyusui adalah antasida. Antasida adalah obat maag yang bekerja dengan cara menetralkan kadar asam dalam tubuh.

Antasida biasanya dapat dibeli tanpa resep di apotek atau toko obat.

Pada dasarnya, obat antasid aman dikonsumsi ibu menyusui untuk membantu meredakan gejala maag yang muncul.

Namun, tidak ada salahnya tetap berkonsultasi dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu.

11. Penghambat reseptor H-2

gejala maag akut

Penghambat reseptor H-2 merupakan obat yang dapat menghambat produksi asam di lambung sehingga jumlahnya tidak bertambah.

Anda bisa mendapatkan penghambat reseptor h-2 tanpa resep di apotek atau dengan resep dokter.

Penggunaan obat untuk mengobati maag yaitu h-2 receptor blocker pada ibu menyusui diyakini tidak menimbulkan risiko dan efek samping bagi bayi.

Namun sekali lagi, perlu berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter untuk memastikan keamanan penggunaan obat ini untuk meredakan maag pada ibu menyusui.

Selama masa menyusui, Anda bisa rutin menggunakan pompa payudara untuk membantu meningkatkan produksi ASI.

Jangan lupa terapkan cara penyimpanan ASI yang benar agar dapat langgengkan pemberian ASI secara teratur sesuai jadwal menyusui bayi.

Postingan Jangan Minum Sembarangan, Ini Daftar Pilihan Obat Aman Ibu Menyusui Muncul Pertama Kali di Hello Sehat.

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Tanpa perlu bertanya, semua orang bisa menebak apakah orang yang ditemuinya memiliki kepribadian yang introvert atau ekstrovert. Biasanya, ekstrovert cenderung lebih ekspresif dalam perilakunya daripada introvert. Tingkat kesehatan ekstrovert dan introvert dikatakan memiliki perbedaan. Namun apakah itu benar? Yuk, cari tahu informasi lengkapnya di bawah ini.

Pengaruh kepribadian introvert dan ekstrovert terhadap kesehatan

Kepribadian tidak sesederhana Anda seorang introvert atau ekstrovert. Kepribadian lebih kompleks daripada yang Anda ketahui sejauh ini, dan setiap orang cenderung tidak sepenuhnya introver atau ekstrover. Mereka sering kali memiliki perpaduan dua kepribadian.

Beberapa penelitian menemukan alasan mengapa ada hubungan kesehatan antara ekstrovert dan introvert, berikut ini:

  • Orang ekstrovert lebih sulit berkonsentrasi karena kelelahan

Penelitian dari Walter Reed Army Institute pada 2010 menemukan bahwa introvert lebih cenderung menahan efek negatif kurang tidur daripada ekstrovert. Mereka yang berkepribadian ekstrovert dianggap sering menghabiskan lebih banyak waktu dalam interaksi sosial.

Interaksi sosial ini ternyata membuat otak yang mengatur konsentrasi merasa lelah. Akibatnya, mereka lebih sulit berkonsentrasi dan menjadi kurang berhati-hati dibandingkan introvert. Adanya stimulasi kortikal di otak yang lebih tinggi pada introvert juga menyebabkan introvert lebih fokus saat mengantuk dibandingkan ekstrovert.

  • Orang ekstrovert memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat

Studi dari University of Nottingham dan University of California menemukan bahwa orang dengan kepribadian terbuka memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat daripada orang dengan kepribadian tertutup. Sikap ekstrovert yang ekspresif dan antusias diduga dapat mempengaruhi kekuatan sistem kekebalan tubuh karena kegembiraan dapat meningkatkan kekebalan. Inilah alasan mengapa kesehatan ekstrovert dan introvert berbeda dengan sistem kekebalan.

Hal ini membuat ekstrovert dianggap memiliki respon inflamasi yang lebih baik. Respon inflamasi adalah salah satu respon utama sistem kekebalan terhadap infeksi dan iritasi. Sementara itu, introvert dianggap memiliki respon inflamasi yang lebih lemah. Introvert & # 39; kekebalan juga dapat terhambat karena mereka cenderung merasakan emosi yang kurang positif yang berasal dari interaksi sosial.

  • Introvert memiliki kesehatan jangka panjang yang lebih baik

Penelitian telah menemukan bahwa ketika memproses stimulasi, introvert memiliki lebih banyak aktivitas di area otak yang memproses informasi, membuat makna, dan memecahkan masalah. Maka tidak mengherankan jika para introvert lebih suka mengambil keputusan dengan pertimbangan yang matang daripada yang pendek.

Penelitian juga menemukan hubungan antara kemampuan ini dan kesehatan yang lebih baik dalam jangka panjang.

  • Introvert lebih rentan stres karena situasi sosial

Tanpa Anda sadari, kepribadian sangat erat kaitannya dengan bagaimana seseorang menghadapi stres. Tingkat gairah kortikal yang lebih tinggi juga membuat introvert lebih kuat terhadap rangsangan eksternal seperti pemandangan dan suara.

Hal ini membuat introvert merasa lebih “tertekan” saat berada di lingkungan yang ramai, bising atau ramai. Akibatnya, mereka lebih mudah merasa cemas dan stres daripada ekstrovert.

Karena mereka lebih rentan terhadap kecemasan, introvert memiliki risiko depresi klinis yang lebih tinggi. Setidaknya satu studi dengan sampel kecil menemukan bahwa anggota populasi yang depresi secara klinis lebih cenderung memiliki kepribadian introvert.

Namun, meski tidak semua introvert membenci kerumunan, kebanyakan dari mereka lebih suka bergaul dengan lingkaran pertemanan yang lebih kecil, dalam kelompok besar, atau dengan orang asing yang dekat. Di sisi lain, ekstrovert mencari situasi ramai untuk meningkatkan tingkat gairah mereka sendiri.

Asosiasi ini bukan untuk menunjukkan kesehatan ekstrovert dan introvert, lebih baik satu sama lain. Keterkaitan ini hanya untuk menunjukkan bahwa ternyata kepribadian berpengaruh terhadap kesehatan Anda. Diharapkan ini akan membantu Anda mengetahui apa yang terjadi pada tubuh Anda dan mengetahui apa yang harus Anda lakukan agar tubuh Anda tetap sehat.

Posting Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrover? Efek bagi Kesehatan ini pertama kali muncul di Hello Sehat.

Psoriasis Gutata

Postingan Gutata Psoriasis muncul pertama kali di Hello Sehat.

Pencegahan Kambuhnya Psoriasis Melalui Perubahan Gaya Hidup

Psoriasis terjadi karena gangguan sistem kekebalan. Penyakit ini tidak menular, namun bersifat kambuhan sehingga tidak dapat disembuhkan secara tuntas. Namun, Anda tetap dapat mengambil berbagai langkah pencegahan untuk menghindari serangan psoriasis.

Berbagai pencegahan agar psoriasis tidak kambuh

Kekambuhan psoriasis terkadang tidak dapat diprediksi dengan pasti. Namun, ada beberapa faktor pemicu yang sebenarnya bisa Anda hindari agar psoriasis tidak sering kambuh. Berikut berbagai hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah psoriasis.

1. Hindari stres

bayangkan mengatasi stres

Stres dan psoriasis terkait satu sama lain. Tak hanya akibatnya, stres juga bisa menjadi penyebab psoriasis.

Ini karena tubuh memiliki banyak ujung saraf yang terhubung ke kulit. Saat Anda stres, sistem saraf pusat otak akan mendeteksi bahaya. Ketika sistem kekebalan tidak dapat bekerja dengan baik, terjadi respons peradangan yang menyebabkan gejala seperti gatal, nyeri, atau pembengkakan pada kulit.

Oleh karena itu, mengontrol tingkat stres penting untuk mencegah flare psoriasis. Dalam menghadapi stres, tentunya Anda harus mengetahui terlebih dahulu hal-hal apa saja yang menjadi sumbernya dan mencari solusi yang bisa dilakukan.

Cobalah berbagai aktivitas yang dapat menenangkan tubuh dan pikiran Anda, seperti yoga atau meditasi. Anda juga dapat meluangkan waktu sejenak untuk melakukan aktivitas yang membuat suasana hati Anda lebih baik, seperti olahraga ringan, bermain musik, atau bermain dengan hewan peliharaan.

Jika stres yang Anda rasakan mengganggu Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog.

2. Dapatkan paparan sinar matahari

pencegahan psorasis matahari

Sinar ultraviolet dikenal sebagai pengobatan yang efektif untuk pasien psoriasis. Karena khasiatnya mengurangi pertumbuhan sel kulit yang tidak normal, sinar UV buatan sering digunakan dalam fototerapi seperti prosedur UVB atau PUVA buatan.

Tentu saja sinar UV paling mudah didapat dari paparan sinar matahari. Sebagai tindakan pencegahan psorasis, mulailah berjemur di luar ruangan selama sekitar 5-15 menit.

Tapi ingat, jangan terlalu lama berjemur karena bisa membakar kulit dan menimbulkan luka yang justru akan memperburuk kondisi Anda. Gunakan juga tabir surya sebelum keluar rumah.

Kenali struktur kulit manusia, termasuk jenis dan fungsinya

3. Mandi dengan benar

gonta-ganti sabun mandi

Bagi orang yang menderita psoriasis, mandi tidak boleh dilakukan sembarangan. Suhu air yang digunakan, serta produk dan cara penggunaannya, dapat berdampak pada kulit Anda. Jika salah, kulit akan menjadi kering yang dapat memicu atau memperburuk gejala psoriasis.

Untuk mencegahnya, hindari mandi dengan air panas. Mandi dengan air hangat dan batasi waktu menjadi 5-15 menit. Saat menggunakan sabun, oleskan dengan lembut dengan tangan. Jangan gunakan alat seperti sikat tubuh atau sikat shower puff karena akan mengiritasi kulit.

Pastikan juga Anda memilih produk dengan bahan lembut yang khusus dibuat seperti sabun untuk kulit sensitif. Deodoran atau sabun bertekstur menggosok sangat tidak dianjurkan.

4. Gunakan pelembab

pelembab pencegahan psoriasis

Menggunakan pelembab sangat penting dalam pencegahan psoriasis. Selain menjaga kelembapan kulit, pelembap juga bisa membantu mengurangi gejala seperti kemerahan dan gatal.

Produk pelembab kulit tersedia dalam bentuk krim atau minyak. Bagi yang memiliki kulit sangat kering, menggunakan minyak mungkin lebih tepat. Ini karena minyak memiliki umur simpan yang lebih lama dibandingkan krim atau losion.

Perlu diketahui, tidak semua jenis pelembab aman digunakan pada kulit psoriasis. Oleh karena itu sesuaikan produk dengan kondisi kulit Anda, pilihlah pelembab yang bebas pewangi dan mengandung bahan yang aman seperti retinoid, vitamin D, dan asam salisilat. Jika Anda tidak yakin dengan pilihan Anda, ada baiknya untuk meminta rekomendasi dari dokter Anda.

Setelah mandi, keringkan diri Anda dengan menepuk lembut menggunakan handuk. Lalu, oleskan pelembab pada kulit yang masih agak lembap. Lembapkan kembali sebelum Anda tidur.

5. Hindari cedera kulit

Sumber: Davis Law Group, PS

Pada beberapa orang, luka atau luka pada kulit seperti lecet, memar, atau luka bakar dapat memicu kambuhnya gejala psoriasis di area luka. Maka, langkah pencegahan psoriasis selanjutnya adalah menghindari hal-hal yang dapat membuat kulit sakit.

Entah karena goresan benda tajam, paparan sinar matahari langsung, atau gigitan serangga, semua bisa berisiko terkena kondisi ini. Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan.

  • Kenakan baju lengan panjang dan celana panjang saat Anda pergi ke tempat yang banyak tanamannya.
  • Gunakan topi dan tabir surya saat Anda berada di luar ruangan.
  • Gunakan pelindung tubuh seperti pelindung siku dan lutut saat melakukan olahraga luar ruangan.
  • Gunakan losion atau semprotan khusus untuk mencegah gigitan serangga.

6. Pertahankan pola makan yang sehat

makanan pencegahan psoriasis
Sumber: Dermatologi Windsor

Tentu saja, makanan apa pun yang Anda makan dapat berdampak pada kesehatan Anda, termasuk psoriasis yang Anda derita. Ada beberapa makanan yang bisa memicu peradangan, yang tentunya harus Anda kurangi konsumsinya.

Benar, diet tertentu tidak akan menyembuhkan psoriasis, tetapi makan makanan yang sehat bisa menjadi tindakan pencegahan atau mengurangi keparahan gejala.

Oleh karena itu, Anda mungkin perlu menghindari penderita psoriasis seperti daging merah, produk olahan susu, makanan olahan beku seperti nugget atau sosis, dan makanan yang tinggi gula.

Mulailah dengan makan lebih banyak ikan yang mengandung asam lemak omega-3 seperti salmon, sarden, dan tuna. Omega-3 sendiri telah terbukti dapat menghambat peradangan sel yang biasa dialami pasien psoriasis. Tingkatkan juga asupan sayur dan buah yang mengandung antioksidan untuk melindungi Anda dari patogen penyebab penyakit.

Aneka Jenis Vitamin untuk Kulit Sehat, Cerah, dan Awet Muda

Selain itu, ada beberapa penelitian yang menunjukkan adanya kaitan erat antara obesitas dan peningkatan risiko penyakit ini. Makan dengan porsi yang cukup dan bergizi seimbang termasuk karbohidrat, protein dan serat.

Jika perlu, Anda juga bisa menambah nutrisi dengan mengonsumsi suplemen vitamin. Namun, Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda untuk memastikan bahwa suplemen yang Anda konsumsi aman dan tidak akan mempengaruhi obat yang Anda minum.

Ingat, saat mencoba mencegah psorasis, pastikan Anda memperhatikan setiap perubahan atau gejala yang muncul di tubuh Anda. Jika kulit Anda mulai menunjukkan gejala kembali, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Pencegahan Kekambuhan Psoriasis Melalui Perubahan Gaya Hidup muncul pertama kali di Hello Sehat.

Berbagai Gejala Psoriasis, Baik Secara Umum Maupun Sesuai Jenisnya

Psoriasis adalah penyakit kulit kronis yang berlangsung selama bertahun-tahun dan tidak menular. Penyebab psoriasis belum diketahui secara pasti. Namun, timbulnya gejala psoriasis diketahui melibatkan kondisi autoimun. Seperti apa gejala psoriasis?

Gejala umum psoriasis yang sering muncul

psoriasis

Psoriasis terjadi ketika sel-sel kulit di tubuh membelah secara tidak normal atau berlebihan. Pada orang normal, biasanya kulit mati akan terkelupas dan tergantikan dengan sel kulit baru dalam beberapa minggu. Namun, hal ini tidak terjadi pada orang yang menderita psoriasis.

Penyakit kulit ini menyebabkan sel kulit berkembang biak hingga 10 kali lebih cepat dari biasanya. Alhasil, sel kulit baru akan muncul dan tumbuh hanya dalam hitungan hari. Ini merupakan penyebab psoriasis, yang ditandai dengan permukaan kulit yang menebal dan terakumulasi di area tertentu.

Gejala khas psoriasis ditandai dengan adanya bercak kulit putih atau kemerahan yang tebal. Biasanya ciri penyakit psoriasis ini muncul pada kaki, punggung, lutut, siku, tangan, dan kulit kepala.

Selain itu, penderita psoriasis juga mengalami berbagai gejala, antara lain kulit pecah-pecah yang terkadang bisa berdarah, kuku menebal dengan tekstur yang tidak rata, dan pembengkakan atau kekakuan pada persendian.

Waspadai gejalanya, karena pria dan wanita usia produktif (15-35 tahun) memiliki kemungkinan yang sama untuk mengembangkan psoriasis. Selain itu, mPenting untuk mengenali tanda dan gejala psoriasis agar Anda bisa segera mendapatkan pengobatan yang tepat.

Mengenali Gejala Psoriasis Berdasarkan Jenisnya

Gejala psoriasis bervariasi tergantung pada tingkat keparahan penyakitnya. Namun, gejala yang muncul juga dipengaruhi oleh jenis psoriasis yang Anda miliki. Setiap jenis psoriasis memiliki tanda uniknya sendiri.

Berikut ini adalah berbagai gejala menurut jenis psoriasis.

1. Gejala psoriasis vulgaris (psoriasis plak)

Psoriasis vulgaris (plak) adalah jenis psoriasis yang paling umum. Dilansir dari American Academy of Dermatology, sekitar 90 persen orang yang terkena psoriasis memiliki jenis yang satu ini. Penampilannya ditunjukkan oleh:

  • bercak merah pada kulit dengan sisik perak tebal,
  • lapisan kering, tipis, putih keperakan yang menutupi plak,
  • muncul paling sering di kulit kepala, siku, lutut, dan punggung bawah,
  • kulit kering dan pecah-pecah sampai berdarah, juga
  • gatal dan terbakar di daerah yang terkena.

Selain pada lengan, punggung, atau siku, gejala juga bisa muncul di kuku atau disebut psoriasis kuku. Beberapa perubahan yang terlihat termasuk lekukan kecil di kuku, lapisan kuku yang menebal.

Tekstur kuku pada orang dengan psoriasis kuku dapat menjadi lebih kasar atau rusak, dan warna putih, kuning, atau kecoklatan muncul di bawah kuku. Psoriasis kuku juga dapat menyebabkan penumpukan sel kulit di bawah kuku.

Ada juga psoriasis kulit kepala yang termasuk dalam tipe ini. Psoriasis kulit kepala sering disangka ketombe berlebihan yang sayangnya sering diabaikan oleh sebagian orang. Padahal, keduanya memiliki gejala yang berbeda. Jika ada beberapa area kulit yang tampak merah, menebal, dan bersisik, Anda mungkin menderita psoriasis.

2. Gejala psoriasis guttate

Psoriasis gutata adalah jenis psoriasis yang ditandai dengan bercak kecil berwarna merah muda dan bersisik. Gejala bisa muncul tiba-tiba dan biasanya menutupi area tubuh, kaki, dan lengan yang luas. Terkadang, bercak juga muncul di kulit wajah, kepala, dan telinga.

Kondisi ini paling sering menyerang orang dewasa muda dan anak-anak. Biasanya kondisi psoriasis seperti ini dipicu oleh infeksi bakteri seperti radang tenggorokan.

Berbagai gejala psoriasis ini bisa datang dan pergi seumur hidup atau bahkan muncul hanya sekali seumur hidup dan hilang seiring dengan penyembuhan radang tenggorokan.

3. Psoriasis terbalik

gejala psoriasis
Sumber: MedicineNet

Gejala psoriasis terbalik muncul di area lipatan kulit seperti ketiak, selangkangan, area payudara, alat kelamin, dan bokong. Umumnya, psoriasis terbalik dipicu oleh infeksi jamur pada kulit.

Tidak seperti jenis psoriasis lainnya, perubahan kulit (lesi) yang muncul pada psoriasis terbalik terlihat halus dan tidak menimbulkan sisik keperakan. Hal ini disebabkan karena tingkat kelembapan pada lipatan kulit yang lebih tinggi dibandingkan dengan kulit pada bagian tubuh lainnya.

Lesi kulit psoriasis terbalik luas dan ungu, coklat, atau lebih gelap dari kulit di sekitarnya. Pada orang ras Kaukasia, lesi tampak lebih merah. Terkadang, gejalanya bisa menyebabkan iritasi pada kulit yang akan terasa perih.

4. Psoriasis pustular

Psoriasis pustular (psoriasis pustular) ditandai dengan munculnya pustula, yaitu benjolan kecil berisi nanah. Karakteristik ini membuat jenis ini lebih dikenali daripada jenis psoriasis lainnya. Psoriasis pustular dibagi menjadi tiga jenis yang masing-masing dapat menyebabkan gejala yang berbeda.

Pada psoriasis pustular umum, pustula menyebar ke hampir seluruh bagian tubuh. Kondisinya diikuti oleh berbagai masalah kesehatan lainnya termasuk demam, sakit kepala, nyeri sendi, kelemahan otot, dan rasa lelah yang tidak biasa. Jika ini terjadi, pasien harus segera mencari perawatan medis.

Pada psoriasis pustular palmar-plantar (PPP), munculnya pustula hanya terjadi di area tubuh tertentu seperti telapak tangan atau telapak kaki, terutama di bagian bawah ibu jari atau sisi pergelangan kaki. Awalnya ditandai dengan terbentuknya plak kemerahan yang berubah warna menjadi coklat dan menyebabkan kulit mengelupas.

Sedangkan pada psoriasis acripustulosis pustules, timbul bintil-bintil kecil pada jari tangan atau jempol kaki yang dapat menimbulkan sensasi terbakar. Peradangan ini biasanya terjadi setelah kulit terluka atau mengalami infeksi. Jenis ini akan membuat penderitanya merasa mual saat melakukan aktivitas yang menggunakan banyak tangan atau kaki.

5. Psoriasis eritroderma

Psoriasis eritroderma adalah kasus langka di tubuh yang ditutupi dengan ruam merah dan mengelupas yang gatal dan terasa panas seolah-olah terbakar. Berbagai gangguan klinis yang juga akan dirasakan adalah:

  • naik turunnya suhu tubuh dengan cepat,
  • demam,
  • nyeri sendi arthritis psoriatis,
  • peningkatan detak jantung,
  • pembengkakan pada kaki, dan
  • Pustula atau ruam kulit yang berisi nanah khas psoriasis pustulosa juga dapat muncul di area kulit yang meradang.

Kebanyakan orang dengan psoriasis eritroderma juga memiliki jenis psoriasis lain. Dalam beberapa kasus, psoriasis yang memburuk atau tidak membaik setelah pengobatan dapat berkembang menjadi psoriasis eritroderma.

Kapan saya harus ke dokter?

dermatolog

Jika Anda mengenali ciri-ciri psoriasis seperti yang telah dijelaskan di atas, segera konsultasikan ke dokter. Dokter kemudian akan memeriksa gejala dan memberikan perawatan medis melalui pengobatan psoriasis. Bicaralah dengan dokter Anda jika penyakit Anda:

  • Itu gigih dan membuat Anda sakit dan tidak nyaman.
  • Membuat Anda khawatir tentang penampilan Anda.
  • Menyebabkan masalah persendian, seperti nyeri, bengkak, atau yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Sulit melakukan rutinitas sehari-hari.

Jika dibiarkan, gejala psoriasis tidak hanya bertambah parah, tetapi juga dapat memengaruhi persendian (psoriasis arthritis). Komplikasi ini bisa membuat sendi menjadi kaku dan lambat laun rusak. Akibatnya, seseorang berisiko tinggi mengalami kelainan bentuk sendi permanen.

Segera cari pertolongan medis atau kunjungi dokter kulit jika tanda dan gejala psoriasis semakin parah atau tidak membaik dengan pengobatan. Ini tandanya Anda membutuhkan obat yang berbeda atau kombinasi dari perawatan lain untuk membantu mengendalikannya.

Postingan Aneka Gejala Psoriasis, Baik Secara Umum maupun Menurut Jenisnya muncul pertama kali di Hello Sehat.

Alergi Paracetamol

Postingan Alergi Parasetamol muncul pertama kali di Hello Sehat.

Scroll to top