Penulis: admin

Tanda dan Gejala Penyakit Malaria yang Tidak Boleh Anda Abaikan

Malaria memang bukan penyakit yang bisa dianggap remeh. Pasalnya, penyakit akibat gigitan nyamuk tersebut diperkirakan menewaskan sekitar 400.000 orang setiap tahun. Malaria tidak bisa dianggap remeh karena berkembang sangat cepat ketika mulai menjangkiti tubuh manusia, bahkan jika tidak segera ditangani bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami dengan baik apa saja tanda dan gejala penyakit malaria yang harus diwaspadai.

Apa penyebab penyakit malaria?

Malaria adalah penyakit mematikan yang banyak dijumpai di daerah tropis dan subtropis dengan iklim yang cukup panas untuk memfasilitasi perkembangan parasit malaria.

Penyebab penyakit malaria adalah infeksi parasit Plasmodium dari gigitan nyamuk Anopheles wanita yang juga terinfeksi.

Ketika nyamuk menggigit manusia, parasit ditularkan dan memasuki aliran darah, dan akhirnya berkembang biak.

Setelah dewasa, parasit memasuki aliran darah dan mulai menginfeksi sel darah merah manusia. Jumlah parasit dalam sel darah merah akan terus meningkat dalam selang waktu 48-72 jam.

Setelah terinfeksi gigitan nyamuk, gejala akan muncul (masa inkubasi) sekitar 7 hingga 30 hari kemudian. Masa inkubasi masing-masing jenis plasmodium bisa berbeda.

Jenisnya memang banyak Plasmodium yang dapat menyebabkan malaria. Namun di wilayah Asia Tenggara, Malaysia, dan Filipina, jenisnya Plasmodium yang paling sering ditemukan adalah Plasmodium knowlesi.

Perkembangan parasit yang cukup pesat membuat penyakit malaria jenis ini dapat menyebabkan kecacatan organ dan kematian.

Malaria tidak dapat ditularkan dari orang ke orang, meskipun dalam beberapa kasus dapat menyebar tanpa nyamuk.

Misalnya, virus menular dari wanita hamil ke janin akibat prosedur transfusi darah yang tidak tepat, serta penggunaan jarum suntik yang sama.

Apa saja tanda dan gejala malaria?

Gejala utama malaria adalah demam tinggi yang menyebabkan menggigil, dan memiliki gejala yang mirip dengan flu.

Gejala penyakit malaria dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu:

1. Malaria tanpa komplikasi (malaria ringan)

Malaria ringan biasanya menimbulkan gejala ringan tetapi tidak merusak fungsi organ.

Namun, gejala ini bisa berubah menjadi malaria parah jika tidak segera ditangani, atau jika sistem kekebalan Anda terganggu.

Menurut situs Pusat Pengendalian Penyakit di Amerika Serikat (CDC), gejala malaria tanpa komplikasi biasanya berlangsung selama 6-10 jam.

Namun, terkadang gejala muncul dalam jangka waktu yang lebih lama dan bisa menjadi lebih rumit.

Pasalnya, terkadang gejala yang terjadi sangat mirip dengan flu, sehingga bisa berujung pada salah diagnosis penyakit.

Jika Anda menderita malaria ringan, gejala berikut akan berkembang:

  • Badan merasakan sensasi dingin dan menggigil
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Kejang, biasanya terjadi pada penderita malaria di usia muda
  • Berkeringat disertai rasa lelah
  • Sakit di tubuh

2. Malaria berat

Gejala penyakit malaria berat biasanya dibuktikan dengan hasil klinis atau laboratorium yang menunjukkan tanda-tanda gangguan fungsi organ vital dan beberapa gejala lainnya, seperti:

  • Demam tinggi disertai dengan rasa menggigil yang parah
  • Mengalami gangguan kesadaran
  • Mengalami kejang
  • Gangguan pernapasan
  • Munculnya anemia berat
  • Mengalami gangguan fungsi organ vital
  • Gagal ginjal
  • Kolaps kardiovaskular
  • Kadar gula darah rendah (biasanya terjadi pada ibu hamil)

Kapan saya harus ke dokter?

Seperti yang Anda lihat sebelumnya, malaria bisa berkembang dengan sangat cepat.

Dianjurkan jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala penyakit seperti yang disebutkan di atas, segera cari pertolongan medis.

Apalagi jika gejala tersebut muncul pada bayi, anak kecil, dan ibu hamil karena gejala malaria akan berkembang menjadi sangat parah pada ketiga kelompok tersebut.

Ini termasuk Anda yang tinggal di daerah dengan kasus malaria rendah, tetapi pernah bepergian dari daerah yang berisiko malaria.

Jika setelah pulang dari daerah Anda mengalami demam tinggi, meskipun sudah minum obat pencegah malaria dan rutin minum obat anti malaria, sebaiknya tetap memeriksakan diri ke dokter.

Bagaimana gejala malaria didiagnosis?

Proses pemeriksaan penyakit malaria bukanlah tugas yang mudah. Pasalnya, penyakit ini kerap menunjukkan gejala yang mirip dengan penyakit infeksi lain, seperti flu.

Oleh karena itu, penting bagi dokter untuk mengetahui riwayat kesehatan, riwayat perjalanan, gejala yang dialami, dan hasil pemeriksaan fisik pasien.

Untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat, pasien juga harus melewati berbagai tes laboratorium tambahan.

Tes laboratorium biasanya memerlukan sampel darah Anda untuk melihat apakah ada parasit Plasmodium.

Berikut ini adalah jenis tes darah yang dianjurkan untuk menunjang penyakit malaria:

  • Tes diagnostik cepat (tes diagnostik cepat): untuk melihat apakah ada protein atau antigen di dalam darah. Antigen ini menunjukkan adanya parasit di dalam darah.
  • Tes darah mikroskopis: dengan tes ini, dokter dapat melihat jenis parasit malaria yang menginfeksi tubuh.
  • Pemeriksaan umum (hitung darah lengkap): bertujuan untuk memeriksa apakah ada penyakit atau infeksi tambahan seperti anemia. Penderita malaria rentan mengalami anemia karena infeksi ini dapat merusak sel darah merah.

Selain jenis tes darah di atas, dokter Anda mungkin juga akan memesan tes fungsi hati atau ginjal.

Ini bertujuan untuk memeriksa apakah penyakit berkembang dan mengganggu fungsi organ lain.

Diagnosis gejala malaria yang benar dapat membantu mencegah penyakit semakin parah.

Selain itu, hasil diagnosa juga dapat membantu dokter menentukan pengobatan malaria apa yang cocok untuk kondisi Anda.

Postingan Tanda dan Gejala Malaria yang Tidak Harus Anda Abaikan muncul pertama kali di Hello Sehat.

Penyebab dan Gejala Impaksi Gigi Geraham Bungsu Tumbuh Sakit

Cukup banyak orang yang memiliki gigi bungsu tumbuh terlambat bahkan merasa sangat sakit. Disebut pertumbuhan gigi bungsu yang menyakitkan gigi yang terkena benturan. Jadi, apa yang menyebabkan gigi yang terkena benturan terkadang sakit?

Mengenal gigi bungsu

gigi yang terkena benturan

Geraham merupakan bagian dari gigi yang berperan penting dalam menghaluskan makanan dan menyelaraskan bentuk gusi. Biasanya, setiap orang memiliki empat gigi geraham. Dua pasang di atas dan di bawah sisi kanan belakang mulut dan dua pasang lagi di atas dan di bawah sisi kiri belakang mulut.

Gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga yang paling baru tumbuh. Biasanya gigi ini akan mulai tumbuh sekitar usia 17 hingga 25 tahun. Geraham gigi bungsu tumbuh tegak, dan sejajar dengan gigi lainnya.

Namun posisi gigi ini bisa saja mengarah ke sisi yang salah selama masih menempel di gusi sehingga mengenai gigi lainnya (lihat gambar di atas). Nah, kondisi inilah yang dikenal dengan impaksi gigi bungsu.

Gigi bungsu dapat tumbuh ke berbagai arah seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

  • Mengarah ke molar berikutnya (gigi geraham).
  • Menjelang bagian belakang mulut.
  • Tumbuh secara horizontal, seolah-olah gigi terletak di atas gusi.
  • Tumbuh biasanya lurus ke atas, tetapi terjebak di gusi. Dengan demikian, gigi bungsu tidak muncul ke permukaan seperti gigi lainnya.

Impaksi gigi bungsu merupakan masalah gigi yang umum dialami oleh siapa saja, terutama orang dewasa. Namun, bukan berarti bisa meremehkannya.

Penyebab kerusakan gigi bungsu

Gigi bungsu yang tumbuh ke samping bisa disebabkan oleh banyak hal. Namun, salah satu faktor penyebab paling umum adalah bentuk rahang mana yang tidak ideal.

Beberapa orang mengalami benturan karena ukuran rahang terlalu kecil sedangkan gigi bungsu mereka cukup besar. Rahang yang sempit membuat gigi tidak bisa menembus bagian luar gusi, sehingga menjadi terjebak dan menimbulkan rasa sakit.

Ada juga yang mengalaminya karena tidak ada lagi ruang kosong di atas permukaan gusi untuk menampung gigi baru. Jadi, gigi bungsu memaksanya untuk tumbuh bersama dengan gigi lain yang sudah ada.

Riwayat keluarga juga berperan dalam masalah pertumbuhan gigi geraham. Jika anggota keluarga dekat (seperti kakek nenek, orang tua, dan saudara kandung) mengalami masalah ini, Anda berisiko mengalaminya juga.

Gejala gigi bungsu yang mengalami impaksi

gejala kandidiasis oral

Pertumbuhan gigi bungsu yang tidak normal biasanya menimbulkan gejala yang khas seperti:

  • Gusi tempat gigi bungsu tumbuh terasa nyeri dan nyeri saat disentuh dengan lidah atau saat menyikat gigi
  • Gusi yang bermasalah tampak bengkak dan berwarna kemerahan
  • Di bagian dan sekitar gigi yang bermasalah terasa kenyal
  • Area di sekitar bagian belakang rahang terasa sakit
  • Gusi bengkak menyebabkan pipi tampak membesar atau membuat wajah tampak asimetris
  • Sendi di depan telinga terasa nyeri dan bahkan bisa menyebar ke kepala
  • Muncul abses di area gigi bermasalah
  • Tidak merasa nyaman saat mengunyah makanan
  • Kesulitan membuka mulut
  • Gusi sering berdarah
  • Bau mulut

Sebagian besar kasus gigi impaksi bisa sangat menyiksa karena rasa sakitnya berlangsung lama. Karena kesakitan, Anda mungkin menjadi malas untuk makan dan hanya berbicara.

Mungkin masih banyak gejala lain yang belum disebutkan di atas. Oleh karena itu, jika Anda mengalami salah satu gejala yang telah disebutkan, jangan ragu untuk ke dokter gigi.

Semakin cepat penyakit Anda didiagnosis, semakin mudah pengobatannya.

Komplikasi gigi bungsu yang mengalami impaksi

gusi bengkak

Selain menimbulkan rasa nyeri, gigi yang mengenai gigi berikutnya dapat menyebabkan kerusakan saraf dan dislokasi tulang rahang. Jika sudah begini, Anda akan lebih sering mengalaminya sakit gigi dan gusi bengkak.

Impaksi gigi dapat menyebabkan masalah lain pada mulut Anda, seperti:

1. Kerusakan gigi lainnya

Jika gigi bungsu tumbuh untuk mendorong gigi geraham berikutnya, tekanan dapat mendorong gigi geraham depannya lagi. Alhasil, terjadilah efek domino yang membuat susunan gigi menjadi berantakan.

Tekanan ini juga dapat menyebabkan infeksi di area gigi yang terkena secara langsung.

2. Karies gigi

Orang dengan gigi bungsu bermasalah lebih berisiko karies, alias gigi berlubang.

Kondisi ini umumnya terjadi ketika gigi bungsu hanya tumbuh setengahnya. Posisi gigi geraham yang sulit dijangkau membuat Anda sulit untuk menyikat dan flossing gigi sampai benar-benar bersih.

Akibatnya, plak pada gigi bungsu sangat mudah terbentuk. Ketika plak dibiarkan terus menumpuk, hal itu bisa menyebabkan variasi masalah gigi seperti karies gigi.

3. Perikoronitis

Pertumbuhan gigi bungsu yang salah juga akan mengiritasi jaringan gusi di sekitarnya. Tekanan dari gigi impaksi berpotensi menyebabkan jaringan gusi di sekitar gigi bungsu membengkak dan terinfeksi. Dalam dunia medis disebut kondisi ini perikoronitis.

Perikoronitis adalah kondisi yang berbeda dari penyakit gusi (periodontitis). Perikoronitis khusus untuk area di sekitar gigi yang sedang tumbuh.

4. Kista

Gigi bungsu membentuk kantung berisi cairan di tulang rahang. Kista yang terbentuk akan merusak tulang rahang, gigi, dan saraf. Tumor non-kanker juga bisa tumbuh.

Cara mendiagnosis gigi bungsu yang mengalami impaksi

rontgen gigi

Gigi bungsu yang terkena impaksi hanya dapat didiagnosis oleh dokter melalui pemeriksaan langsung.

Saat memeriksa rongga mulut, dokter biasanya akan menanyakan riwayat kesehatan mulut Anda dan rasa sakit yang pernah Anda alami. Misalnya, kapan rasa sakit itu mulai, seberapa kuat rasa sakit itu, dan di mana lokasi tepatnya.

Pemeriksaan gigi dengan sinar-X atau sinar-X seringkali dibutuhkan. Sinar-X berguna untuk menunjukkan apakah ada masalah dengan rahang, gigi, gusi, dan area lain pada struktur gigi Anda.

Persiapan sebelum rontgen gigi

Secara umum, rontgen gigi tidak membutuhkan persiapan khusus. Anda bisa langsung difoto setibanya di ruang praktek dokter. Prosedurnya terbilang singkat, yaitu sekitar 10-15 menit.

Namun untuk hasil rontgen yang optimal, Anda bisa berpuasa dari makan dan minum (kecuali air putih) untuk sementara waktu. Jika perlu, ada baiknya Anda menyikat gigi secara menyeluruh sebelum rontgen. Gigi yang bersih akan memudahkan pengambilan foto.

Beritahu dokter Anda jika Anda memilikinya tambalan gigi amalgam atau pakai gigi palsu. Ini karena logam dapat menghalangi sinar-X menembus ke dalam tubuh.

Rontgen gigi

Anda akan diminta oleh dokter untuk berdiri tegak di depan mesin X-ray. Setelah itu, perawat akan meminta Anda untuk memakai celemek timah untuk melindungi tubuh Anda dari sinar radiasi. Perawat juga akan menutupi leher Anda dengan kerah celemek (pelindung tiroid) untuk melindungi kelenjar tiroid dari radiasi.

Kemudian Anda akan diminta oleh perawat untuk menggigit potongan-potongan karton atau plastik yang di dalamnya terdapat X-ray. Dokter biasanya akan meminta Anda untuk menggigit potongan ini beberapa kali agar gambar yang dihasilkan bisa lebih optimal.

Sinar-X biasanya akan keluar segera setelah prosedur selesai.

Setelah rontgen gigi

Setelah hasil rontgen keluar, selanjutnya dokter akan mengajak Anda berdiskusi. Jika pertumbuhan gigi bungsu Anda tidak menjadi masalah, Anda dapat segera melanjutkan aktivitas normal sehari-hari.

Namun, lain ceritanya jika dokter menemui masalah pada gigi bungsu yang mengalami impaksi. Dokter bisa merekomendasikan sejumlah perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda. Jika diperlukan, dokter mungkin juga dapat melakukan tes lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.

Postingan Penyebab dan Gejala Impaksi Kebijaksanaan Gigi Tumbuh Sakit muncul pertama kali di Hello Sehat.

Catat Baik-baik, Ini 7 Cara Terbaik Menjauhkan Anak dari Rokok

Sebagai seorang anak, Anda mungkin bertanya-tanya seperti apa rasanya merokok. Anak-anak dan remaja sangat penasaran dan tidak ragu untuk bereksperimen. Namun, dari trial and error, Anda bahkan bisa menjadi kecanduan merokok. Lalu bagaimana cara mencegah anak merokok? Ingat, larangan merokok belum tentu efektif. Semakin dilarang anak tersebut mungkin akan semakin penasaran. Lebih baik ikuti tujuh langkah cerdas ini.

1. Anda tidak harus merokok sendiri

Anak-anak belajar membuat keputusan dan berperilaku melalui orang tua mereka. Jadi berhentilah merokok jika tidak ingin anak anda mengikutinya. Penelitian dari University of Washington menunjukkan bahwa anak-anak dengan orang tua perokok lebih cenderung mulai merokok pada usia muda, yaitu 13 tahun. Percuma melarang anak untuk merokok jika Anda sendiri tidak lepas dari kebiasaan tersebut.

2. Selalu ingatkan anak tentang sisi negatif dari merokok

Layaknya pendidikan seks bagi anak, pendidikan tentang bahaya rokok harus dimulai sejak dini. Sekalipun anak Anda masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak atau Sekolah Dasar, Anda harus tetap mengingatkan anak Anda apa saja efek negatif dari merokok.

Misalnya, Anda dan keluarga sedang berada di tempat umum dan ada orang yang merokok di dekat Anda. Beri tahu anak Anda bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan, mengganggu orang lain, dan menghabiskan banyak uang. Agar anak bisa membayangkan dampaknya, berikan contoh sederhana. Jelaskan bahwa sebungkus rokok harganya sama dengan volume komik favoritnya.

3. Berkomunikasi dengan anak-anak secara teratur

Mencegah anak-anak merokok tidak berarti membatasi kebebasan mereka. Tidak perlu melarang anak bergaul dengan teman sebaya yang orang tuanya merokok atau menonton film dengan adegan merokok. Kuncinya adalah membangun komunikasi dan kepercayaan antara Anda dan anak Anda.

Semua nasehat dan nilai-nilai yang ditanamkan akan terus melekat pada anak, walaupun teman sekelasnya merokok atau dia sering menonton film dengan adegan merokok. Ini bisa sangat berguna jika anak Anda ditawari rokok saat Anda tidak ada. Mengekang anak Anda sebenarnya akan membuatnya mencari peluang di belakang Anda.

4. Kenali teman-teman si anak

Selain berkomunikasi, mengenal teman anak Anda secara langsung dapat membantu Anda memantau pergaulannya. Ajaklah teman-teman si kecil ke rumah agar Anda juga bisa ngobrol dengan mereka. Dari situ Anda bisa menilai apakah ada kecenderungan anak-anak mencoba rokok bersama teman-temannya.

Melihat dari luar saja tidak bisa menjamin bahwa anak-anak 100 persen bebas dari rokok. Namun, setidaknya Anda tahu teman bermain seperti apa yang dipilih anak Anda sehingga Anda bisa membantunya membuat keputusan yang bijak.

5. Ajari anak untuk menolak ajakan merokok

Meski anak tidak menunjukkan kecenderungan merokok sejak usia dini, bekali mereka dengan kemampuan untuk menolak saran dari teman-temannya. Di bawah tekanan teman sebaya, mengatakan "Tidak," atau "Orang tua saya mengatakan saya tidak boleh," tidaklah cukup. Ajari anak untuk mencari alasan yang memaksa seperti, "Saya tidak suka bau rokok", atau "Kakek saya sakit karena merokok,".

6. Meningkatkan rasa percaya diri anak

Anak-anak dan remaja mungkin mulai merokok karena mereka ingin merasa diterima oleh teman-temannya. Bisa juga karena merokok membuatnya merasa seperti orang dewasa. Artinya anak kurang percaya diri. Jadi, untuk mencegah anak merokok Anda harus meningkatkan rasa percaya diri anak.

Anak-anak harus tahu bahwa merokok bukanlah satu-satunya cara untuk diterima dalam hubungan. Ia juga harus percaya bahwa ada orang lain dan teman yang mau menerima dirinya apa adanya. Anda juga bisa menitipkan anak Anda dengan tanggung jawab penting agar ia merasa lebih dewasa, seperti tidur di kamar sendiri.

7. Dorong minat dan bakat anak

Banyak anak merokok karena merasa mendapatkan sesuatu, seperti kepuasan atau sensasi santai dari rokok. Artinya kehidupan anak kurang produktif dan bermakna baginya. Lebih baik mendorong anak untuk mengejar minat dan bakatnya sehingga jauh dari efek negatif merokok sejak usia dini.

Ajak anak mengikuti ekstrakurikuler olahraga agar lingkungan dan pergaulannya fokus pada kebugaran jasmani, bukan pada hal-hal yang mengganggu kesehatan. Terlibat dalam kegiatan positif lainnya juga dapat membantu anak Anda menemukan penghilang stres yang sehat selain dari merokok.

Postingan Jaga Baik-Baik, Inilah 7 Cara Terbaik Jauhkan Anak dari Rokok muncul pertama kali di Hello Sehat.

3 Efek Samping Pelumas Vagina dan Cara Mengatasinya

Apakah kehidupan seks Anda akhir-akhir ini memudar karena vagina kering? Tenang, ada solusi sederhana biar bercinta dengan pasangan tetap terasa nikmat yaitu menggunakan pelumas vagina. Saat ini, terdapat banyak produk pelumas (pelumas) untuk membantu membuat penetrasi lebih lancar dan tidak terlalu menyakitkan.

Meskipun pelumas vagina tampak seperti solusi instan, bukan berarti pelumas vagina untuk seks benar-benar bebas dari risiko kesehatan. Anda harus mewaspadai berbagai masalah yang mungkin muncul akibat penggunaan pelumas berikut untuk bercinta.

Resiko kesehatan menggunakan pelumas vagina untuk seks

Pada dasarnya penggunaan pelumas vagina aman jika Anda cukup cermat dalam memilih produk pelumas. Namun, seperti bahan kimia lainnya, pelumas dapat memicu efek samping.

Apalagi jika kondisi vagina Anda kurang baik, misalnya karena Anda mengalami infeksi bakteri setelah haid. Inilah risiko yang mungkin terjadi jika Anda menggunakan pelumas untuk bercinta.

1. Infeksi bakteri pada vagina

Infeksi bakteri vagina, juga dikenal sebagai vaginosis bakteri, terjadi ketika keseimbangan flora (yaitu koloni bakteri baik dan bakteri jahat) di vagina terganggu.

Jika ada lebih banyak bakteri jahat, bakteri baik di vagina Anda hilang dan Anda terkena infeksi. Gejala berupa vagina gatal, bau, dan keputihan yang tidak normal.

Penyakit ini bisa terjadi karena bahan kimia pada pelumas memiliki pH yang tidak sesuai dengan tingkat pH vagina. Padahal level pH normal dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan flora vagina.

Alhasil, pelumas kimiawi justru membunuh bakteri baik yang bertugas melindungi organ intim Anda. Ini dibuktikan dengan tim ahli yang mempublikasikan penelitiannya di jurnal PLoS One.

2. Infeksi jamur

Jamur atau ragi juga bisa menyerang area kewanitaan Anda. Seperti vaginosis bakterial, infeksi jamur juga terjadi karena ketidakseimbangan flora vagina.

Pasalnya, bakteri baik berperan penting dalam mencegah pertumbuhan jamur. Tanpa bakteri baik, Anda lebih rentan terhadap infeksi jamur.

Gejala infeksi jamur pada vagina yang perlu diwaspadai antara lain vagina gatal dan benjolan putih yang muncul di area intim Anda.

Terlepas dari kenyataan bahwa pelumas dapat mengubah tingkat pH normal vagina, Kandungan gliserin pada pelumas vagina tertentu justru memicu tumbuhnya jamur.

Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan bahaya gliserin bagi vagina.

3. Penularan penyakit kelamin

Hati-hati, pelumas bisa meningkatkan risiko Anda tertular berbagai jenis penyakit menular seksual seperti klamidia, kencing nanah, bahkan HIV / AIDS.

Menurut penelitian di jurnal Penyakit menular seksual Pada tahun 2012 ini, hal ini dikarenakan beberapa produk pelumas dapat menyebabkan kerusakan sel-sel di dinding vagina sehingga membuat Anda lebih mudah terserang penyakit.

Untungnya, kejadian penyakit menular seksual akibat penggunaan pelumas sangat jarang terjadi.

Apalagi jika melakukan hubungan seks yang aman, misalnya tetap menggunakan kondom dan tidak berganti pasangan.

Pelumas seks pelumas membuat Anda sulit hamil

Bagaimana Anda menghadapi risiko yang disebabkan oleh pelumas vagina?

Tenang saja, kebanyakan kasus infeksi akibat penggunaan pelumas seks bisa diatasi dengan cukup mudah. Simak tipsnya di bawah ini.

Jaga kebersihan vagina

Gejala infeksi vagina seperti vagina gatal dan bau tak sedap tentunya sangat mengganggu. Untuk itu, Anda harus rutin membersihkan vagina setiap hari dengan air hangat.

Agar lebih cepat sembuh, Anda juga bisa menggunakan pembersih vagina antiseptik saat mencuci area kewanitaan Anda.

Produk antiseptik untuk vagina dapat membantu membersihkan bakteri, kuman, dan organisme penyebab infeksi lainnya karena mengandung bahan aktif yang aman yaitu povidone-iodine.

Biarkan vagina Anda "bernapas"

Saat Anda memulihkan diri, pastikan area kewanitaan Anda memiliki ventilasi yang baik. Masalahnya, vagina yang lembab atau hangat bisa menjadi tempat yang ideal bagi bakteri atau jamur untuk berkembang biak.

Untuk itu, pilih celana dalam berbahan katun dan ukuran yang pas, jangan terlalu ketat. Hindari juga pakaian atau celana yang terlalu ketat, ketat, atau tebal.

Jika kebetulan sedang haid, sebaiknya rutin mengganti pembalut agar vagina tidak lembap dan menjadi sarang bakteri.

Periksa ke dokter

Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter kandungan atau spesialis kulit dan genital jika muncul gejala yang mengganggu Anda. Ikuti anjuran dokter dan minum obat yang diresepkan sesuai petunjuk.

Postingan 3 Efek Samping Pelumas Vagina dan Cara Mengatasinya muncul pertama kali di Hello Sehat.

Kenapa Lansia Diprioritaskan untuk Mendapat Vaksin COVID-19 Lebih Awal?

Indonesia berlomba untuk memvaksinasi sebanyak mungkin kelompok rentan untuk COVID-19. Pada awalnya, kelompok prioritas vaksinasi COVID-19 dibagi menjadi 4 kriteria yaitu Petugas kesehatan, petugas layanan publik, masyarakat rentan, dan pelaku masyarakat dalam perekonomian yang berada pada kelompok umur 18-59 tahun. Lansia belum termasuk dalam kelompok prioritas karena pertimbangan keamanan vaksin untuk kelompok rentan ini.

Namun, pada awal Februari, setelah merampungkan sebagian besar imunisasi untuk petugas kesehatan, pemerintah memutuskan untuk memprioritaskan vaksinasi COVID-19 pada kelompok lansia berusia 60 tahun ke atas.

Alasan lansia harus diutamakan untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19

Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk tidak memasukkan lansia sebagai penerima prioritas pemberian vaksin COVID-19 karena pertimbangan keamanan vaksin.

Padahal beberapa negara lain telah menggunakan vaksin Sinovac untuk imunisasi COVID-19 pada lansia dan belum ada laporan dampak serius yang terjadi.

Banyak negara juga memprioritaskan kelompok lanjut usia untuk divaksinasi karena dianggap kelompok paling rentan terhadap COVID-19. Orang tua menyumbang setidaknya 47% dari jumlah kematian akibat COVID-19.

Masuknya lansia sebagai kelompok prioritas imunisasi COVID-19 bertujuan untuk mengurangi keparahan gejala, mengurangi beban rumah sakit, dan menurunkan angka kematian akibat COVID-19.

Berbagai kritik dan saran dari para ahli akhirnya mendorong pemerintah untuk melakukan studi keamanan vaksin Sinovac bagi lansia. Pemerintah mencermati hasil uji klinis vaksin Sinovac fase 3 yang dilakukan di luar Indonesia termasuk pada kelompok lansia.

Hasil uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac pada 400 lansia di China dan 600 lansia di Brazil menunjukkan bahwa vaksin Sinovac mampu menumbuhkan antibodi dan tidak memiliki efek samping negatif. Itu artinya imunisasi COVID-19 menggunakan Vaksin sinovac terbukti aman diberikan kepada lansia.

Dengan bukti keamanan, pemerintah, lewat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin penggunaan vaksin COVID-19 Sinovac untuk kelompok lanjut usia pada Minggu (7/2/2021).

"Pada 5 Februari 2021 POM mengeluarkan EUA (Otorisasi Penggunaan Darurat) Vaksin CoronaVac (produksi Sinovac) untuk usia 60 tahun ke atas. Diberikan dengan 2 dosis suntikan vaksin yang diberikan dengan interval 28 hari, ”ujar Kepala BPOM Penny K Lukito.

Vaksinasi lansia dimulai untuk tenaga kesehatan lanjut usia pada Senin (8/2/2021) dan dilanjutkan untuk kelompok lansia non tenaga kesehatan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait vaksinasi lansia

Vaksin yang diberikan kepada lansia adalah vaksin Sinovac dengan kandungan yang sama dengan yang diberikan pada kelompok lain. Namun, terdapat perbedaan interval antara dosis pertama dan dosis kedua.

Pada kelompok umum, dosis 1 dan dosis dua berjarak 14 hari, pada lansia interval diperpanjang menjadi 28 hari. Persyaratan kesehatan Juga tidak jauh berbeda, hanya saja proses skrining diperketat mengingat lansia cenderung memiliki beberapa penyakit penyerta dibandingkan kelompok usia yang lebih muda.

Tes tambahan perlu dilakukan jika lansia memiliki beberapa kondisi fisik.

  1. Kesulitan menaiki 10 anak tangga.
  2. Mengalami penurunan aktivitas fisik atau sering kelelahan.
  3. Memiliki 5 dari 11 kondisi penyakit, hipertensi, diabetes, kanker selain kanker kulit ringan, penyakit paru-paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, dan penyakit ginjal.
  4. Kesulitan berjalan kurang lebih 100-200 meter.
  5. Pernah mengalami penurunan berat badan yang signifikan dalam setahun terakhir.

Persyaratan kondisi kesehatan umum peserta vaksinasi

Sebelum melakukan vaksinasi, penting agar tubuh peserta dalam keadaan stabil atau tidak sakit.

Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit nomor HK.02.02 / 4/4/2021 tentang Pedoman Teknis Vaksinasi Dalam Rangka Pandemi COVID-19.

  1. Tidak pernah terinfeksi COVID-19.
  2. Tidak masuk status kontak dekat dengan terduga atau pasien COVID-19.
  3. Suhu tubuh di bawah 37,5 ° C.
  4. Tekanan darah stabil, di bawah 140/90 mmHg.
  5. Tidak hamil, menyusui, mengalami gejala ISPA dalam tujuh hari terakhir, memiliki riwayat alergi parah, penyakit ginjal, rematik, dan nyeri saluran cerna kronis.
  6. Bagi penderita diabetes melitus tipe 2, kadar gula darah harus dikontrol, yaitu di bawah 58 mmol / mol atau 7,5%.
  7. Untuk orang dengan HIV, viral load tidak terdeteksi, dan jumlah CD4 (ukuran sistem kekebalan) harus di atas 200.
  8. Tidak memiliki penyakit paru-paru (Asma, PPOK, atau TBC). Pasien TB bisa divaksinasi jika sudah memakai obat anti tuberkulosis paling sedikit selama dua minggu.

Berikut alur dan pemeriksaan yang dilakukan pada hari H vaksinasi COVID-19.

  1. Isi registrasi dan verifikasi data.
  2. Mengisi daftar periksa kondisi kesehatan dan penyakit penyerta, riwayat, dan edukasi tentang vaksin COVID-19.
  3. Periksa suhunya.
  4. Periksa tekanan darah.
  5. Pengiriman vaksin.
  6. Menunggu 30 menit untuk mengantisipasi jika ada KIPI (pasca insiden tindak lanjut imunisasi).
  7. Memberikan kartu vaksinasi.
  8. Menunggu jadwal penyuntikan dosis vaksin kedua.

Selain pemeriksaan suhu tubuh dan tekanan darah, semua pemeriksaan kondisi kesehatan dan pemeriksaan kestabilan komorbiditas peserta dilakukan secara mandiri kepada dokter spesialis masing-masing.

Postingan Mengapa Lansia Diprioritaskan Mendapatkan Vaksin Covid-19 Sejak Dini? muncul pertama kali di Hello Sehat.

Awas! Gendang Telinga Juga Bisa Pecah, Kenali Tanda dan Gejalanya

Tahukah Anda bahwa gendang telinga bisa pecah sehingga menyebabkan gangguan pendengaran? Siapapun bisa mengalami kondisi ini, jadi sebaiknya kenali tanda-tanda gendang telinga pecah. Dengan mengetahui ciri-ciri gendang telinga pecah, Anda bisa memeriksakan diri ke dokter THT lebih awal dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Apa itu gendang telinga

Pecahnya gendang telinga. Sumber: Mayo Clinic

Bisa dibilang tanpa gendang telinga tidak akan bisa mendengar suara dari luar.

Ya, gendang telinga atau selaput timpani ini berfungsi untuk mengirimkan getaran suara sehingga bisa diambil oleh saraf dan diteruskan ke otak.

Faktanya, ketika gendang telinga pecah, suara tidak lagi dapat ditangkap dan diteruskan ke saraf dengan baik.

Jadi, kemampuan pendengaran Anda akan berkurang meski kasusnya parah, Anda tidak akan bisa mendengar suaranya.

Lalu, apa saja ciri-ciri gendang telinga pecah?

Ciri-ciri gendang telinga pecah

sakit telinga saat mengunyah

Beberapa orang tidak memperhatikan gejala awal saat gendang telinga pecah. Biasanya orang mulai menemui dokter setelah beberapa hari merasa tidak nyaman di telinga mereka.

Salah satu gejala awal yang bisa Anda deteksi adalah keluarnya udara dari telinga saat Anda mengeluarkan napas. Selain itu, ada ciri lain dari gendang telinga yang pecah yang bisa Anda kenali:

  • Sakit telinga yang sangat tajam dan terjadi secara tiba-tiba
  • Saluran telinga terisi nanah atau darah
  • Kehilangan atau pengurangan pendengaran di salah satu telinga atau area mana pun yang terpengaruh
  • Merasa telinga berdenging (tinnitus)
  • Ada sensasi berputar (vertigo)
  • Mual atau muntah karena vertigo
  • Pusing

Perawatan untuk gendang telinga yang pecah

obat tetes telinga

Biasanya, dokter akan meresepkan antibiotik dalam bentuk obat tetes telinga untuk mencegah infeksi telinga atau mengobati infeksi jika memang ada.

Jika gendang telinga yang pecah menyebabkan rasa sakit, dokter mungkin menyarankan penggunaan obat pereda nyeri seperti asetaminofen atau ibuprofen.

Anda juga bisa mengoleskan handuk hangat ke telinga untuk meredakan nyeri.

Selain pemberian obat, pada beberapa kasus yang parah dokter juga menganjurkan agar pasien melakukan pembedahan untuk memasang jaringan dari bagian tubuh yang lain.

Tindakan ini dilakukan untuk merangsang jaringan gendang telinga agar tumbuh dan kembali normal.

Biasanya, jenis prosedur medis ini akan dilakukan jika gendang telinga pecah parah.

Saat penyembuhan, jaga agar telinga tetap kering.

Artinya, Anda tidak boleh berenang atau menyelam sampai dokter menyatakan bahwa gendang telinga Anda sudah sembuh.

Anda juga harus menggunakan topi mandi atau kapas yang dilapisi dengan petroleum jelly di telinga luar saat mandi agar telinga benar-benar kering.

Pos Awas! Telinga Juga Bisa Putus, Kenali Tanda dan Gejala muncul pertama kali di Hello Sehat.

Pil KB Bikin Gemuk? Ini Fakta yang Sebenarnya

Anggapan bahwa pil KB membuat gemuk sering menjadi alasan para wanita tidak mau menggunakan alat kontrasepsi ini untuk menunda kehamilan. Padahal, pil KB merupakan alat kontrasepsi yang sebenarnya dinilai cukup efektif dalam menunda kehamilan. Namun, apakah pil KB benar-benar membuat gemuk? Apakah pil KB saat ini beredar untuk menambah berat badan?

Mengapa ada anggapan bahwa pil KB membuat Anda gemuk?

Sejak diperkenalkan pada tahun 1960-an, pil KB dan pengaruhnya terhadap perubahan berat badan telah diperdebatkan.

Sebagian besar dokter dan tenaga medis menyatakan bahwa pil KB dianggap dapat meningkatkan berat badan dan membuat seseorang gemuk.

Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena pil KB yang disebutkan sebelumnya merupakan pil "generasi pertama" yang belum banyak berkembang di dunia medis.

Saat itu, pil KB mengandung hormon estrogen dan progesteron dalam jumlah yang sangat tinggi.

Menurut para ahli, pil KB generasi pertama bahkan mengandung lebih dari 1000 kali lipat jumlah hormon pada pil KB saat ini.

Terlalu banyak estrogen dalam tubuh dapat menyebabkan retensi cairan.

Selain itu, kelebihan estrogen dalam tubuh juga meningkatkan nafsu makan. Padahal, dua hal ini bisa membuat wanita bertambah gemuk.

Bagaimana fakta tentang efek pil KB terhadap lemak?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pil KB generasi pertama memang memiliki kandungan estrogen yang lebih tinggi, yakni 150 mikrogram (mcg).

Sedangkan berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di jurnal berjudul Dokter Keluarga Kanada Pil KB saat ini hanya mengandung 20 sampai 50 mcg estrogen.

Artinya, kandungan hormon estrogen kali ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kandungan hormon estrogen pada pil KB generasi pertama.

Selain itu, setelah penelitian demi penelitian, tidak ada bukti yang menjelaskan hubungan antara kenaikan berat badan dan penggunaan pil KB.

Umumnya, pertambahan berat badan yang dialami saat memulai penggunaan pil KB terjadi karena retensi cairan. Artinya kenaikan ini bukanlah penambahan berat badan yang sebenarnya.

Padahal, jika berat badan Anda bertambah setelah menggunakan pil KB dalam waktu lama, peningkatan tersebut bisa jadi karena hal lain.

Efek samping penggunaan pil KB pada wanita

Meskipun saat ini pil KB yang beredar memiliki dosis hormon yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pil KB generasi pertama, namun masing-masing tubuh masih memiliki respon yang berbeda terhadap obat yang dikonsumsi.

Mungkin ada sebagian wanita yang mengalami kenaikan berat badan akibat mengonsumsi pil KB, namun hal ini terjadi karena retensi cairan yang mungkin dialami oleh para wanita tersebut.

Artinya, menggunakan pil KB tidak serta merta membuat tubuh cepat gemuk.

Beberapa pil KB bisa membuat Anda gemuk karena kandungan hormon yang terlalu tinggi.

Beberapa ahli juga sepakat bahwa wanita yang mengonsumsi pil KB yang mengandung hormon estrogen lebih dari 30 mikrogram, cenderung mengalami kenaikan berat badan.

Namun, sekali lagi Anda tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi berbagai jenis pil KB karena kontrasepsi oral ini cukup aman diminum dan efektif mencegah kehamilan.

Jika Anda tiba-tiba mengalami kenaikan berat badan saat mengonsumsi pil KB, sebaiknya konsultasikan hal ini dengan dokter.

Alat kontrasepsi lain yang berpotensi membuat tubuh gemuk

Pada dasarnya belum ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa berbagai jenis alat kontrasepsi terkait dengan penambahan berat badan yang dialami wanita.

Bahkan jika Anda merasa bahwa penggunaan pil KB dan berbagai alat kontrasepsi lainnya membuat Anda gemuk, Anda juga tidak memiliki bukti yang akurat.

Pasalnya, bisa jadi kenaikan berat badan yang Anda alami terjadi karena hal lain di luar penggunaan alat kontrasepsi.

Oleh karena itu, Anda juga perlu bertanya kepada dokter tentang potensi efek samping yang mungkin Anda alami. Apalagi jika ingin menggunakan kontrasepsi.

Meski begitu, ada beberapa jenis alat kontrasepsi yang juga diduga bisa membuat Anda gemuk, seperti penggunaan pil KB. Apa pun? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Alat kontrasepsi suntik

Salah satu alat kontrasepsi yang dinilai berpotensi membuat Anda gemuk selain pil KB adalah kontrasepsi suntik. Namun hal tersebut belum berhasil dibuktikan.

Apalagi, kenaikan berat badan yang dialami seorang wanita setelah menggunakan kontrasepsi suntik selama 36 bulan biasanya karena adanya peningkatan lemak.

Namun, biasanya kenaikan berat badan seorang wanita ada kaitannya dengan jumlah suntikan KB yang diterimanya.

Artinya, semakin banyak suntikan yang Anda terima, semakin banyak berat badan Anda.

Dengan begitu, memang ada kemungkinan kontrasepsi suntik bisa membuat Anda gemuk seperti penggunaan pil KB. Namun, Anda tetap perlu memiliki bukti yang lebih akurat tentang tuduhan tersebut.

Uniknya, wanita yang punya Indeks massa tubuh kurang dari 30 akan cenderung mengalami kenaikan berat badan hingga 50 persen setelah menggunakan kontrasepsi suntik ini.

Biasanya wanita yang tidak obesitas akan terlihat lebih gemuk karena penggunaan suntikan ini, setelah tiga tahun pemakaian.

Meski begitu, penggunaan alat kontrasepsi yang membuat gemuk bisa dihentikan jika beralih ke alat atau metode kontrasepsi lain.

Misalnya, jika Anda mengubah bentuk kontrasepsi menjadi kontrasepsi non-hormonal, kenaikan berat badan yang Anda alami dapat menyebabkan penurunan massa tubuh.

2. Implan KB

Salah satu jenis alat kontrasepsi selain pil KB yang dianggap bisa membuat Anda gemuk seperti pil KB adalah KB implan.

Dalam kontrasepsi ini terdapat hormon progestin sintetis. Mirip dengan kontrasepsi pada umumnya, kontrasepsi implan menghambat keluarnya sel telur atau proses ovulasi.

Seperti yang sudah disebutkan, alat kontrasepsi dianggap bisa membuat Anda gemuk. Meski begitu, nyatanya masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait kebenaran pernyataan tersebut.

Padahal, meski KB yang ditanamkan bisa membuat Anda gemuk seperti pil KB, masih belum bisa dipastikan alasan kenapa kontrasepsi hormonal ini bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

Salah satu kemungkinan yang dapat menyebabkan Anda mengalami obesitas akibat KB implan adalah retensi cairan.

Ini alasan yang sama bahwa menggunakan pil KB dianggap membuat Anda gemuk. Retensi cairan ini terjadi karena adanya hormon progestin dalam alat kontrasepsi ini.

Namun, dokter tidak sependapat dengan anggapan bahwa kontrasepsi, bahkan pil KB, bisa membuat Anda gemuk.

Artinya, dibutuhkan penelitian yang lebih akurat untuk membuktikan kebenarannya.

Pasca Pil KB Bikin Gemuk? Inilah fakta yang sebenarnya muncul pertama kali di Hello Sehat.

Apakah Pertama Kali Seks Langsung Berisiko HIV/AIDS?

HIV / AIDS adalah penyakit kronis yang melemahkan sistem kekebalan tubuh. Mengingat risiko penularan HIV terbesar adalah hubungan seksual, maka apakah seks yang pertama kali selalu berisiko menyebabkan HIV / AIDS? Temukan jawabannya di artikel ini.

Bagaimana kemungkinan tertular HIV / AIDS jika saya melakukan hubungan seks pertama kali?

Jika Anda dan pasangan sedang menjalin hubungan eksklusif (monogami), tentunya risiko penularan HIV / AIDS akan sangat-sangat kecil, bahkan hampir mustahil.

Begitu juga jika Anda berdua baru pertama kali akan berhubungan seks dan terbukti tidak mengidap HIV / AIDS atau penyakit menular lainnya melalui tes, risiko tertular HIV terbilang kecil.

Baik hubungan seks dengan kondom maupun tanpa kondom tidak dapat menularkan HIV / AIDS atau penyakit kelamin lainnya jika kedua pasangan benar-benar dijamin tidak memiliki riwayat penyakit kelamin.

Risiko penularan HIV / AIDS dari hubungan seks baru akan ada dan bisa sebesar pertama kali atau kesekian kalinya, bila hubungan seks dilakukan tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi virus.

Ya, tidak menutup kemungkinan melakukan hubungan seks pertama kali bisa langsung menularkan HIV jika Anda berhubungan seks tanpa kondom dengan pasangan seks yang memiliki riwayat penyakit kelamin tertentu.

Selain itu, didiagnosis positif HIV / AIDS atau berhubungan seks dengan seseorang yang terinfeksi HIV / AIDS sebelumnya memiliki banyak pasangan seks, membuat Anda berisiko tertular HIV / AIDS.

Risikonya sama besar jika Anda terlibat dalam hubungan cinta satu malam dengan orang baru.

Padahal, sebenarnya Anda masih bisa berisiko tinggi tertular penyakit menular seksual seperti HIV / AIDS meski sudah menggunakan kondom.

Pasalnya, kondom bisa robek atau cara pemakaiannya tidak tepat saat dibawa pergi.

Tidak ada alasan, menggunakan kondom itu penting!

Menggunakan kondom adalah cara terbaik untuk menjamin seks yang aman, baik itu pertama kali maupun setelahnya.

Karena, terlepas dari apakah Anda sama-sama baru mengenal kenalan atau sudah menjalin hubungan dalam waktu yang lama, kemungkinan besar Anda tidak mengetahui detail apa pun tentang kondisi kesehatan satu sama lain.

Nyatanya, mungkin perbincangan tentang “sejarah petualangan” seksual satu sama lain tidak pernah terangkat dalam keseharian Anda.

Apalagi banyak penyakit menular seksual yang tidak menimbulkan gejala sama sekali pada penderitanya.

Itu sebabnya kondom selalu siap di jaga untuk mencegah penularan penyakit.

Bukan hanya HIV / AIDS, tapi juga risiko penyakit menular seksual lainnya. Yyang tidak kalah berbahaya dari HIV.

Begitu juga dengan tes penyakit kelamin

Penting juga untuk terbuka dan membicarakan riwayat seks satu sama lain. Mengetahui dan memahami satu sama lain dapat sangat membantu Anda dan pasangan mencegah risiko penularan HIV dan penyakit menular seksual lainnya.

Selain itu, sama-sama menjalani tes penyakit kelamin sebelum memutuskan berhubungan seks untuk pertama kali sama pentingnya.

Ini tidak hanya untuk menumbuhkan kecurigaan dan ketidakpercayaan di antara Anda berdua. Diuji untuk penyakit kelamin hanyalah masalah menghormati satu sama lain.

Hasil tes negatif memungkinkan kedua belah pihak untuk sepenuhnya terlibat dalam hubungan dengan keyakinan yang kuat pada status kesehatan pasangan mereka dan jaminan kesehatan mereka sendiri.

Sebaliknya, jika hasil tesnya positif, ini bisa memberi Anda berdua waktu untuk mendiskusikan pencegahan dan metode pengobatan yang tepat di masa depan sebelum memutuskan untuk berhubungan seks.

Postingan Apakah Seks Langsung Pertama Berisiko HIV / AIDS? muncul pertama kali di Hello Sehat.

Kenapa Hasrat Kelonan Dengan Pasangan Naik Saat Cuaca Dingin?

Musim hujan sering disebut juga dengan musim kawin. Pasalnya, cuaca dingin membuat orang terburu-buru mencari kehangatan, misalnya dengan bersembunyi di bawah selimut, menyeduh teh hangat, atau berpelukan dengan pasangan. Hal ini juga berlaku bagi pasangan suami istri (pasutri) yang menjadi semakin mesra saat cuaca sedang dingin. Kok bisa, ya, gairah seksual meningkat saat cuaca dingin? Temukan jawabannya dalam ulasan berikut ini.

Penyebab meningkatnya gairah seksual saat cuaca dingin

Menurut Marisa Cohen, Ph.D., seorang profesor psikologi dari St. Francis College di Brooklyn yang juga seorang penulis dari From First Kiss to Forever: A Scientific Approach to Love, orang yang merasa kedinginan cenderung menginginkan kehangatan dan keintiman.

Hal ini kemudian menimbulkan keinginan untuk berpasangan dan berhubungan seks. Kondisi ini disebut fenomena musim manset, yaitu keinginan untuk menjalin hubungan di musim dingin.

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa Anda mungkin mendambakan seks dalam cuaca dingin.

1. Setiap orang ingin menjadi hangat

Cohen telah mempelajari teori tentang bagaimana perasaan manusia tentang tubuh mereka terkait erat dengan cara berpikir mereka.

Cohen menemukan bahwa interaksi sosial manusia cenderung menurun pada bulan-bulan musim dingin.

Pasalnya, orang biasanya menjadi lebih malas keluar rumah dan memilih meringkuk di balik selimut.

Namun, minimnya interaksi tersebut justru membuat tubuh secara fisik terasa lebih sejuk.

Intinya, Anda lebih cenderung merasa lebih sejuk saat sendirian.

Itu sebabnya Anda akan mencari aktivitas atau hal lain yang bisa menaikkan suhu tubuh, termasuk berhubungan seks.

2. Tubuh wanita menjadi lebih menarik di musim dingin

Menurut sebuah studi dari University of Wroclaw di Polandia pada tahun 2008, pria menemukan tubuh wanita lebih menarik di musim dingin. Ini biasanya tidak terjadi selama musim panas.

Studi tersebut melibatkan 114 pria Polandia yang diminta menilai daya tarik mereka pada foto wajah, payudara, dan tubuh wanita di musim dingin.

Hasilnya menunjukkan bahwa foto payudara dan tubuh wanita terlihat lebih menarik di musim dingin.

Peneliti menduga bahwa pria lebih tertarik dan menginginkan wanita yang lebih sedikit memperlihatkan permukaan kulit, karena mereka tertutupi sweater atau pakaian hangat.

Lain halnya saat musim panas, pria terbiasa melihat wanita yang berpakaian minim dan menunjukkan bentuk tubuh mereka di musim panas.

3. Libido pria memuncak saat cuaca dingin

Dilansir dari laman Men's Health, peneliti menemukan bahwa kadar testosteron pria mencapai puncaknya pada bulan Desember atau saat musim dingin atau musim hujan tiba.

Hal ini diduga karena perubahan pola iklim dan pola tidur. Testosteron adalah hormon yang mengatur gairah seksual pria.

Semakin tinggi kadar testosteronnya, semakin tinggi pula libido atau hasrat seksualnya.

4. Cuaca dingin membuat orang mudah depresi sehingga mencari kenyamanan pada orang lain

Saat cuaca dingin, manusia tidak banyak terpapar sinar matahari. Hal ini ternyata mempengaruhi gairah seksual pria.

Otak berperan dalam memproduksi hormon serotonin, neurotransmitter (zat kimia di otak) yang memengaruhi perasaan bahagia.

Produksi serotonin dipengaruhi oleh banyaknya sinar matahari yang diterima tubuh. Jika sedikit terpapar sinar matahari akibat cuaca mendung maka akan timbul sensasi kesepian dan depresi.

Akibatnya, mood cenderung bergejolak karena hari-hari terasa lebih singkat. Kondisi ini disebut juga gangguan afektif musiman.

Menurut dr. Justin LeMiller, psikolog dari Harvard University, perubahan mood ini bisa mengundang hasrat bercinta dengan pasangan.

Itulah mengapa cuaca dingin bisa meningkatkan gairah seksual bagi pasangan untuk berhubungan seks.

5. Ikatan emosional lebih kuat di musim dingin

Masih menurut LeMiller, musim dingin yang kerap bertepatan dengan musim liburan membuat orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk beristirahat.

Waktu istirahat ini dimanfaatkan pasangan untuk mendekatkan diri secara emosional, misalnya dengan menonton film romantis, ngobrol dari hati ke hati, hingga berhubungan seks.

Aktivitas tersebut dapat membantu meningkatkan kadar oksitosin dan endorfin di otak yang mengatur kebahagiaan.

Ssemakin dekat Anda secara emosional dengan pasangan, semakin intens hubungan seks.

Seks secara teratur juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan, salah satunya membantu melawan flu yang rentan dialami selama musim dingin.

Postingan Mengapa Hasrat Seksual Dengan Pasangan Anda Meningkat Saat Cuaca Dingin muncul pertama kali di Hello Sehat.

Mengenali dan Mengatasi Katarak pada Anak

Katarak pada anak-anak bisa menyerang satu atau kedua mata. Terkadang kekeruhan pada lensa mata ini bisa berkembang dan membesar, yang bisa mengganggu penglihatan anak. Selain karena penglihatan yang buruk, katarak pada anak juga bisa menyebabkan strabismus atau mata juling, di mana titik mata melihat ke arah yang berbeda.

Bagaimana katarak terjadi pada anak-anak?

Mengenali dan Mengatasi Katarak pada Anak

Katarak adalah kekeruhan yang terjadi pada lensa mata, struktur bening di dalam mata yang memfokuskan gambar yang terlihat ke retina. Kekeruhan ini menyebabkan distorsi cahaya sehingga bayangan tidak dapat terfokus dengan baik pada retina. Keadaan ini menyebabkan rangsangan pada otak terjadi tidak semestinya dan menyebabkan persepsi gambar menjadi kabur.

Bagaimana Anda merasakan gejala Anda?

Gejala berupa penglihatan kabur, berkabut, dan silau. Orang dewasa bisa menyampaikan keluhan ini dengan baik kepada dokter mata, namun yang menjadi permasalahan adalah bayi dan anak belum bisa menyampaikan keluhannya. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan rambu-rambu yang terlihat.

  • Hilangnya refleks merah (refleks merah) atau warna putih yang terlihat di tengah mata bayi atau anak (leukokoria).
  • Bayi atau anak-anak tampak acuh tak acuh dan terhadap mainan atau orang di dekatnya.

Pada usia berapakah katarak pada anak biasanya muncul?

Katarak yang muncul sejak lahir disebut katarak kongenital, sedangkan katarak yang timbul sejak masa kanak-kanak hingga dewasa disebut katarak perkembangan.

Di bawah ini adalah beberapa penyebab katarak pada anak-anak.

  • Keturunan
  • Gangguan metabolisme (seperti: Galaktosemia, defisiensi enzim G6PD, hipoglikemia, dan hipokalsemia)
  • Trauma (seperti: memukul, terkena lemparan bola, dll.)
  • Infeksi dari rahim (seperti: Rubella, Toxoplasma, Toxocariasis dan Cytomegalovirus)
  • Terkait dengan sindrom tertentu (seperti: Sindrom Lowe, Sindrom Trisomi 21)
  • Katarak sekunder yang didahului oleh penyakit sebelumnya (seperti: artritis idiopatik juvenil, tumor intraokular, terapi radiasi dan penggunaan obat steroid)
  • Idiopatik

Kapan orang tua harus waspada?

Mengenali dan Mengatasi Katarak pada Anak

Para orang tua harus waspada dan harus segera membawanya ke dokter mata jika ternyata bayinya mengalami hal-hal berikut ini.

  • Hilangnya refleks merah atau terlihat warna putih di tengah mata anak (leukokoria).
  • Bayi atau anak itu tampak cuek dengan rangsangan mainan atau orang tuanya & # 39; wajah.
  • Terdapat riwayat infeksi TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes Virus) selama kehamilan.
  • Sejarah trauma pada mata seperti dipukul, terkena lemparan bola, dan lain-lain.

Diagnosis pasti dapat dibuat setelah dokter mata melakukan pemeriksaan mata lengkap.

Apa perbedaan Katarak pada Lansia dan Katarak pada Anak?

Katarak di usia tua (pikun) terjadi setelah bola mata dan penglihatan berkembang dan stabil. Jika tidak ada penyakit lain yang dapat mengganggu fungsi penglihatan, penderitanya akan kembali melihat dengan baik setelah katarak diangkat.

Berbeda dengan Katarak Senile, Katarak pada bayi dan anak terjadi selama perkembangan bola mata dan penglihatan. Perkembangan penglihatan anak terjadi sejak anak lahir hingga usia 8-10 tahun. Jika saat ini terdapat gangguan penglihatan yang signifikan (seperti katarak) dan tidak segera ditangani, dapat menyebabkan mata malas (ambliopia).

Amblyopia adalah kondisi dimana potensi penglihatan seseorang tidak pernah mencapai tingkat optimal meskipun penyebab gangguan penglihatannya sudah dieliminasi.

Bagaimana pengobatan katarak pada anak dan rehabilitasi penglihatan?

Mengenali dan Mengatasi Katarak pada Anak

Setelah seorang anak didiagnosis katarak, dokter mata akan menentukan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan pilihan pengobatan.

Pengamatan

Katarak yang berukuran kecil dan tidak mengganggu penglihatan secara signifikan dapat dievaluasi secara rutin oleh dokter mata untuk memantau luasnya katarak. Jika katarak meningkat dan menyebabkan gangguan penglihatan, maka operasi katarak harus dipertimbangkan.

Operasi katarak

Operasi katarak adalah pilihan pengobatan pada kasus katarak yang mengganggu penglihatan secara signifikan. Pengoperasian pada waktu yang tepat sangat penting untuk keberhasilan mendapatkan penglihatan yang optimal.

Rehabilitasi Visi

Rehabilitasi penglihatan setelah operasi katarak perlu dilakukan secepatnya untuk mencegah ambliopia. Setelah katarak diangkat, pasien anak membutuhkan alat bantu seperti lensa implan dan / atau kaca mata atau lensa kontak untuk membantu mereka melihat lebih jelas. Alat ini juga bertujuan agar proses pengembangan visi berlangsung secara optimal. Keberhasilan terapi sangat ditentukan oleh kerjasama yang baik antara dokter mata, orang tua, dan anak sebagai pasien.

Postingan Mengenali dan Mengatasi Katarak pada Anak muncul pertama kali di Hello Sehat.

Scroll to top