Latest News

Berbuat Baik Kepada Sesama (Altruisme) Ternyata Mampu Meringankan Rasa Sakit

Berbuat baik kepada orang lain bermanfaat bagi orang lain dan diri Anda sendiri. Selain meringankan beban orang yang ditolong, berbuat baik sebenarnya bisa mengurangi rasa sakit.

Mengapa fenomena ini terjadi?

Berbuat baik kepada orang lain ternyata mengurangi rasa sakit

membantu situasi darurat

Berbuat baik kepada orang lain adalah bahasa lain dari altruisme. Menurut Stanford Encyclopedia of PhilosophyAltruisme adalah tindakan untuk membantu orang lain menghindari bahaya.

Misalnya, Anda mengendarai mobil dengan sangat hati-hati di zona sekolah untuk memastikan tidak ada yang terluka. Kehati-hatian seperti itu muncul karena dimotivasi oleh orang lain dan ingin membuat Anda lebih baik.

Intinya, perilaku altruisme muncul karena Anda benar-benar peduli pada orang lain tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Setelah diselidiki, perilaku bersikap baik kepada orang lain ini bisa mengurangi rasa sakit.

Menurut penelitian dari Prosiding Akademi Sains Nasional, tindakan baik terhadap orang lain dapat memicu pelepasan hormon baik. Misalnya, dopamin, oksitosin, dan hormon yang membuat tubuh Anda lebih baik.

Penelitian ini dibagi menjadi tiga percobaan. Dalam percobaan pertama, para peneliti meminta peserta untuk secara sukarela menyumbangkan darah mereka setelah bencana gempa bumi terjadi.

Ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh rasa sakit pada jarum suntik. Hasilnya, hampir semua sukarelawan setelah gempa melaporkan bahwa rasa sakitnya jauh lebih sedikit daripada kelompok lain.

yang harus diketahui sebelum melakukan pemeriksaan MRI

Berbagai rangkaian percobaan dilakukan dan ternyata menunjukkan hasil yang sama. Bahkan, pada percobaan terakhir, sukarelawan menyumbangkan uang untuk membantu anak yatim

Selanjutnya, setiap sukarelawan menjalani pemindaian MRI sambil diberi kejutan listrik. Hasilnya, partisipan yang menyumbang ternyata kurang menunjukkan respons otak terhadap kejutan listrik dibandingkan mereka yang tidak menyumbang.

Bahkan, ketika para peserta tahu bahwa kontribusi mereka telah membantu, otak mereka kurang menanggapi goncangan itu. Artinya, membantu orang lain kemungkinan besar mengurangi rasa sakit di tubuh.

Alasan mengapa rasa sakit berkurang setelah berbuat baik

pertolongan pertama pada asma

Berbuat baik kepada orang lain secara ilmiah mungkin bisa mengurangi rasa sakit. Ini karena perilaku membantu orang lain termasuk dalam sasaran dalam kehidupan seseorang.

Karena itu, ketika membantu orang lain ternyata memicu pelepasan hormon bahagia, seperti hormon oksitosin.

Padahal, seperti dilansir laman Psychology Today, semakin tinggi hormon oksitosin dalam tubuh, semakin besar keinginan seseorang untuk membantu orang lain.

Selain itu, ketika hormon oksitosin meningkat, ternyata kondisi ini juga meningkatkan bagian hormon lainnya, seperti serotonin, dopamin, dan endorfin.

Sebagai contoh, endorfin dikenal sebagai obat penghilang rasa sakit. Ini mungkin karena endorfin terdiri dari sekelompok besar peptida.

Hormon ini diproduksi oleh sistem saraf pusat dan kelenjar pituitari yang bekerja pada reseptor di otak Anda. Jadi, ketika endorfin dilepaskan, rasa sakitnya berkurang, tetapi meningkatkan perasaan senang dan nyaman.

Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan, apakah perilaku altruisme memang melepaskan hormon yang bisa mengurangi rasa sakit.

Alih-alih menganggap perilaku altruistik adalah beban karena Anda ingin selalu membuat orang lain bahagia, cobalah untuk melihat sisi positifnya. Berbuat baik kepada orang lain ternyata memiliki efek positif pada tubuh Anda sendiri, yaitu mengurangi rasa sakit.

Posting Doing Good To Others (Altruism) Ternyata Mampu Meredakan Rasa Sakit muncul pertama kali di Hello Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top