Latest News

Hati-hati, Debu di Dalam Rumah Bisa Picu Resistensi Antibiotik

Tanpa disadari, setiap hari tubuh terpapar debu, polusi, dan partikel di udara yang berpotensi membawa penyakit. Berbagai patogen yang menempel di permukaan kulit dan pakaian kemudian terbawa saat Anda pulang. Nah, ternyata patogen dari luar bercampur debu dan partikel di dalam rumah bisa memunculkan bakteri yang bisa memicu resistensi terhadap antibiotik. Bagaimana penjelasannya?

Debu dapat mengandung bakteri yang memicu resistensi antibiotik

debu tahan antibiotik

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim dari Northwestern University menunjukkan kemungkinan bakteri yang hidup dalam debu di rumah dapat menyebarkan gen yang memicu resistensi antibiotik.

Memang, sebagian besar bakteri biasanya tidak berbahaya. Namun, dari sebuah penelitian yang diterbitkan pada Januari 2020 dalam sebuah jurnal PLOS Patogen bakteri yang tidak berbahaya dapat memperoleh resistensi antibiotik dengan mencampurkan bakteri dari luar. Hal ini mengakibatkan kuman yang telah dirawat bisa menjadi kebal terhadap antibiotik konvensional.

Penelitian dilakukan dengan mengambil 40 sampel debu dari berbagai tempat yang memiliki fasilitas berbeda seperti pusat kebugaran dan area rekreasi. Sampel dimasukkan ke dalam kantong plastik steril dan disimpan di ruangan gelap pada suhu kamar.

Sampel debu yang dikumpulkan akan dianalisis melalui pengamatan bahan genetik dan ekstraksi kimia. Tampaknya ada lebih dari 180 gen dalam debu yang resisten terhadap antibiotik. Para peneliti kemudian menyelidiki kemungkinan gen untuk pindah ke bakteri lain.

Perlu diingat, bakteri dapat berbagi berbagai jenis gen selama mereka memiliki unsur transposable dalam DNA sebagai kekuatan pendorong. Ada unsur-unsur yang disebut integron, plasmid, dan transposon pada bakteri yang membuatnya lebih mudah bagi bit DNA untuk berpindah antar mikroba.

Bakteri berbagi gen dalam dua cara, yaitu dengan pembelahan biner di mana bakteri membelah menjadi dua dan dengan transfer gen horizontal, di mana bakteri menduplikasi gen dan kemudian bertukar salinan dengan bakteri lain.

Namun perpindahan bakteri ke bakteri lain tidak selalu terjadi. Alasannya adalah bahwa kondisi tertentu juga mempengaruhi pergerakan bakteri. Bakteri baru akan membelah gen ketika berada di bawah tekanan seperti atmosfer ruangan kering, kekurangan nutrisi, dan suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Ketika pembelahan gen ini terjadi, gen dari bakteri debu yang tidak patogen akan menempel pada kuman yang bersifat patogen dan membuatnya resisten terhadap antibiotik.

Bahaya resistensi antibiotik terhadap tubuh manusia

TB MDR adalah resistansi obat TB

Antibiotik adalah obat yang dibuat untuk mengobati dan mencegah pertumbuhan bakteri. Ketika seseorang telah terinfeksi bakteri yang kebal terhadap antibiotik, bakteri tersebut tidak dapat dibunuh dan akan terus tumbuh.

Karena itu, infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang resisten terhadap antibiotik akan sangat sulit atau bahkan tidak dapat diobati. Biasanya, orang yang terkena infeksi ini memerlukan perawatan di rumah sakit untuk waktu yang lama dan diberikan obat alternatif yang lebih keras.

Dengan resistensi ini pula, penggunaan antibiotik yang sering digunakan sebagai pengobatan untuk berbagai penyakit seperti pneumonia, tuberkulosis, gonore, hingga keracunan darah tidak lagi efektif.

Resistensi antibiotik adalah salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian di seluruh dunia. Padahal banyak kemajuan di dunia medis sangat bergantung pada penggunaan antibiotik untuk melawan infeksi dan penyakit kronis lainnya.

Memang, seiring waktu dengan teknologi yang semakin canggih, pekerja di sektor kesehatan terus mencoba menemukan antibiotik baru yang dapat melawan bakteri. Namun, bakteri akan selalu mencari cara untuk bertahan hidup. Salah satunya adalah mengeluarkan debu di rumah yang memicu resistensi antibiotik.

Resistensi bakteri dapat terjadi pada siapa saja, tetapi sebagai hasilnya akan lebih mudah untuk menyerang orang yang memiliki penyakit kronis.

Bersihkan debu di rumah untuk mencegah bakteri yang memicu resistensi antibiotik

alergi membersihkan rumah tips membersihkan

Infeksi bakteri dapat disebabkan oleh gaya hidup yang tidak bersih. Untuk menghindarinya, perubahan gaya hidup menjadi sehat juga sangat penting. Beberapa di antaranya termasuk menyuntikkan vaksin, mencuci tangan setelah setiap hari dari kamar mandi, bepergian, dan sebelum mengolah makanan, dan makan makanan higienis.

Namun, tidak cukup hanya dengan mencegah diri sendiri, Anda juga harus secara rutin membersihkan rumah dari debu pembawa penyakit. Bersihkan sudut rumah yang paling banyak mengandung bakteri seperti dapur dan toilet.

Jangan lupa mengeringkan permukaan kerja, talenan, dan peralatan memasak lainnya. Air yang tersisa akan membantu kuman dibiarkan hidup dan berlipat ganda.

Secara rutin bersihkan permukaan peralatan seperti meja, laci, dan lemari dengan handuk basah, lalu keringkan lagi dengan. Membersihkan objek dengan cairan antibakteri tidak dianjurkan karena justru akan meningkatkan resistensi terhadap bakteri. Dengan demikian, Anda bisa menghindari debu yang memicu resistensi antibiotik.

Posting Waspadalah, Debu di Dalam Rumah Bisa Memicu Perlawanan Antibiotik muncul pertama kali di Hello Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top