Latest News

Masa Transisi PSBB: Apa yang Dilonggarkan dan Bagaimana Protokol Kesehatannya?

Baca semua artikel tentang Coronavirus (COVID-19) di sini.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melonggarkan aturan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) selama pandemi COVID-19. Dalam konferensi pers, Kamis (4/6), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan beberapa sektor yang sudah mulai beroperasi. Apa protokol kesehatannya?

Pelonggaran PSBB Jakarta telah dimulai

situasi di mall pelonggaran psbb dki jakarta

Juni ini adalah awal dari transisi PSBB. Pemerintah DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang PSBB tetapi dengan melonggarkan beberapa sektor untuk dapat memulai kegiatan.

Penerapan pelonggaran PSBB dilakukan dengan tiga indikator dipertimbangkan, yaitu pertumbuhan kasus, kesehatan masyarakat, dan kecukupan fasilitas kesehatan. Ketiga indikator tersebut diklaim telah memenuhi kriteria untuk dapat mengendurkan pembatasan yang telah diberlakukan sejauh ini.

"Secara umum, wilayah Jakarta sudah hijau dan kuning, tetapi masih ada zona merah. Karena itu, kami masih PSBB, tetapi di sisi lain kami sudah mulai melakukan transisi," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Beberapa kegiatan yang telah diizinkan untuk dilakukan pada fase pertama pelonggaran PSBB DKI Jakarta adalah sebagai pengikut.

Minggu pertama dimulai pada hari Jumat (5/6) hingga Minggu (7/6), yang telah menerima izin untuk membuka kembali yaitu rumah ibadah, pusat olahraga di luar ruangan, dan pergerakan orang dengan moda transportasi.

Transportasi pribadi diizinkan dan diisi dengan penumpang penuh dengan syarat berada dalam satu kartu keluarga. Angkutan umum seperti taksi on line dan konvensional juga telah diizinkan dengan syarat jumlah penumpang 50%. Taksi motor bagus on line konvensional tidak akan diizinkan untuk beroperasi di minggu kedua.

Perbarui Total Distribusi COVID-19
Negara: Indonesia<! – : ->

Data Harian

31.186

Dikonfirmasi

<! –

->

10.498

Lekas ​​sembuh

<! –

->

1,851

Mati

<! –

->

Peta Diseminasi

<! –

->

Minggu kedua adalah Senin (6/8) hingga Minggu (14/6). Selama masa ini, pemerintah DKI Jakarta mengizinkan tempat kerja dan bisnis untuk kembali ke kegiatan kecuali pasar, taman rekreasi, pusat perbelanjaan seperti mal (untuk bukan makanan / makanan).

Kegiatan sosial-budaya seperti museum dan perpustakaan juga dibuka. Sedangkan untuk taman, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), dan pantai bisa dibuka akhir pekan kedua ini.

Di minggu kedua ini, ojek on line dan konvensional juga diperbolehkan membawa penumpang yang tentu saja harus sesuai dengan protokol yang telah dibuat.

Minggu ketiga adalah dari Senin (15/6) hingga Minggu (21/6). Pada saat ini, pasar, pusat perbelanjaan seperti mal (non-makanan / makanan) sudah bisa dibuka.

"Jadi, prinsipnya adalah bahwa sektor ini mulai terbuka selama periode transisi, tetapi memiliki kapasitas 50 persen dan menjaga jarak yang aman," Anies menjelaskan dalam konferensi persnya.

baru normal covid-19

Protokol yang harus diikuti selama pelonggaran

Pelonggaran PSBB, mengenali Fisik dan Jarak Sosial yang Dapat Mengurangi Risiko COVID-19

Bersamaan dengan pembukaan pusat keramaian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengumumkan beberapa protokol untuk menerapkan pelonggaran PSBB di wilayah DKI Jakarta.

1. Protokol tentang transportasi umum

Kendaraan umum sudah mulai beroperasi dengan syarat konten penumpang hanya 50 persen dari total kapasitas kendaraan. Ini berlaku untuk semua kendaraan umum termasuk MRT, jalur Komuter KRL, bus Transjakarta, dan taksi. Untuk antrian penumpang, jaraknya 1 meter.

Protokol ini dibuat untuk menghindari risiko penularan di angkutan umum. Anies juga mengatakan penyemprotan desinfektan di fasilitas angkutan umum akan dilakukan secara rutin sesuai dengan protokol kesehatan.

2. Protokol di tempat kerja

Tempat kerja telah diizinkan untuk melanjutkan kegiatan dengan proporsi setengah dari jumlah total karyawan sementara separuh lainnya diharuskan untuk terus bekerja dari rumah.

"Setiap kantor atau bisnis harus membagi jam kerja karyawan setidaknya menjadi dua kelompok waktu yang berbeda," kata Anies.

4. Protokol di pusat perbelanjaan, ritel, pasar

Pada prinsipnya, protokol pusat perbelanjaan ini serupa, mengendalikan jumlah pengunjung maksimum sebesar 50 persen dari kapasitas tempat. Sebelum memasuki pusat perbelanjaan, pengunjung harus memeriksa suhu tubuh mereka. Mereka juga disarankan untuk melakukan transaksi berdasarkan tanpa uang tunai (non tunai).

Namun, tidak dijelaskan bagaimana pengawasan kapasitas pengunjung dilakukan ketika pelonggaran PSBB (masa transisi) dilaksanakan.

Apakah Aman Makan Di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

5. Protokol di restoran dan kafe

Selama masa transisi untuk pelonggaran PSBB DKI Jakarta, restoran, kafe, dan restoran telah diizinkan untuk menerima pengunjung untuk makan di tempat.

Syaratnya adalah membatasi kapasitas pengunjung maksimum 50 persen dan tetap menjaga jarak yang aman. Diperlukan presentasi makanan A la carte (pesanan per menu) dan penyajian prasmanan dilarang.

6. Protokol di rumah ibadah

Rumah ibadah diijinkan untuk beroperasi dengan maksimum 50 persen dari kapasitas ruangan dan menjaga jarak yang aman antara individu. Rumah ibadat tidak menggunakan permadani atau karpet dan para penyembah diharuskan membawa sajadah dan peralatan ibadah sendiri.

Anies Baswedan mengatakan bahwa kemajuan periode pelonggaran PSBB Jakarta akan dipantau. Jika ada indikator keselamatan yang terganggu, pemerintah akan mengaktifkan rem darurat (rem darurat) untuk mengevaluasi dan mengencangkan kembali PSBB.

Bantu dokter dan tenaga medis lainnya untuk mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan menyumbang melalui tautan berikut.

Masa Transisi pasca PSBB: Apa yang Dilonggarkan dan Apa Protokol Kesehatan? muncul pertama kali di Hello Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top