Aman

Jangan Sembarang Minum, Ini Daftar Pilihan Obat yang Aman untuk Ibu Menyusui

Ibu yang sedang menyusui tidak disarankan minum obat. Pasalnya, apa yang ibu konsumsi saat menyusui bisa masuk ke ASI sehingga mengalir ke tubuh bayi. Agar proses menyusui Si Kecil pulih dengan cepat dan lancar, bunda perlu mengetahui obat apa saja yang aman untuk diminum saat ini.

Lantas, apa saja daftar obat yang aman untuk ibu menyusui? Cari tahu penjelasan lengkapnya yuk!

Pilihan obat yang aman untuk ibu menyusui

Pemberian ASI Eksklusif merupakan hak bagi setiap bayi karena ada berbagai macam manfaat ASI yang bisa didapatkan oleh bayi dan ibunya.

Namun terkadang, ada masalah pada ibu menyusui dan tantangan menyusui yang mungkin saja terjadi, salah satunya saat ibu sedang sakit.

Saat sakit saat menyusui, tentunya sang ibu tetap harus minum obat dan istirahat yang cukup untuk memulihkan kondisi kesehatannya.

Jangan khawatir minum obat saat menyusui. Tidak ada mitos bahwa ibu menyusui membenarkan larangan konsumsi obat-obatan terlarang asalkan dikonsumsi sesuai aturan dan anjuran yang benar.

Sayangnya, tidak semua obat bisa diminum oleh ibu menyusui. Melansir dari laman Mayo Clinic, hampir semua obat yang masuk ke tubuh ibu mengalir dalam darah dan ASI sampai batas tertentu.

Meski sebagian besar kadar obat dalam ASI rendah dan tidak menimbulkan risiko bagi bayi, ada obat yang dapat memengaruhi ASI bayi.

Itulah mengapa tidak semua obat aman bagi ibu yang sedang menyusui.

Paparan obat yang masuk ke dalam ASI dapat menimbulkan risiko yang lebih buruk bagi bayi prematur, bayi baru lahir, dan bayi dengan kondisi medis tertentu.

Jadi, sebaiknya ketahui obat apa saja yang aman untuk ibu menyusui dalam berbagai kondisi.

1. Dekongestan

obat flu cara mengatasi flu

Jika ibu menyusui pilek dan perlu minum obat, sebagian besar obat flu aman dikonsumsi.

Namun berhati-hatilah saat memilih, terutama obat yang dijual bebas tanpa resep dokter. Ada obat flu yang mengandung kombinasi beberapa zat dalam satu kemasan.

Kombinasi obat flu ini sebaiknya dihindari karena mungkin terdapat ramuan pada obat yang tidak aman untuk ibu menyusui.

Sebaiknya pilih obat flu dan pilek yang hanya mengandung satu bahan aktif untuk ibu menyusui, salah satunya dekongestan.

Dekongestan digunakan untuk meredakan hidung tersumbat akibat flu dan pilek. Namun hati-hati lagi untuk bahan obatnya.

Pasalnya, di pasaran tidak jarang di jual obat dengan bahan yang berisiko mengganggu produksi ASI ibu menyusui, seperti obat pseudoephedrine atau phenylephrine.

Jadi, ibu menyusui perlu lebih berhati-hati dan lebih cermat sebelum minum obat.

Meski begitu, obat flu dan flu yang mengandung dekongestan aman diminum untuk ibu menyusui.

Dengan catatan, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter tentang konsumsi obat dekongestan untuk ibu menyusui dan aturan minumnya.

Anda dapat beralih ke dekongestan semprot sebagai alternatif. Hindari penggunaan obat terlalu lama dengan dosis yang berlebihan.

Gunakan dosis sesuai dengan petunjuk penggunaan saat Anda menyusui.

2. Antihistamin sebagai obat yang aman untuk ibu menyusui

magnesium sulfat sulfat

Gejala flu mungkin disebabkan oleh reaksi alergi. Jadi, ibu menyusui membutuhkan obat flu yang juga mengandung antihistamin.

Antihistamin termasuk dalam daftar obat flu yang aman untuk ibu menyusui. Anda bisa memilih antihistamin yang tidak menyebabkan kantuk, seperti loratadine dan fexofenadine.

3. Obat antivirus

obat antivirus untuk flu

Obat flu lain yang aman untuk ibu menyusui adalah antivirus.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), obat ini tergolong aman untuk ibu menyusui asalkan diminum sesuai petunjuk.

Namun, penting dipahami bahwa obat antivirus untuk mengatasi flu tidak boleh sembarangan diminum oleh ibu menyusui.

Pasalnya, obat flu untuk ibu menyusui ini harus ditebus dengan resep dokter.

Jadi, obat flu yang tergolong aman untuk ibu menyusui ini tidak dijual bebas di toko obat atau apotek.

Mohon konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut tentang penggunaan obat flu ini selama menyusui.

4. Paracetamol atau acetaminophen

masuk angin

Obat flu dan flu yang mengandung paracetamol atau acetaminophen juga masuk dalam daftar obat yang aman untuk ibu menyusui.

Ibu menyusui juga bisa mengonsumsi parasetamol untuk meredakan sakit gigi.

Menurut NHS, obat flu dan sakit gigi ini aman dikonsumsi ibu menyusui.

Obat yang mengandung parasetamol atau acetaminophen dianggap aman untuk ibu menyusui karena tidak mengganggu produksi ASI.

Efek yang diberikan dari obat yang mengandung parasetamol atau acetaminophen pada bayi tidak begitu kuat.

Jika ibu menyusui juga mengonsumsi obat flu lainnya, pastikan obat yang diminumnya tidak lagi mengandung campuran parasetamol karena dapat menggandakan dosis obat.

Alih-alih cepat sembuh, obat yang dikonsumsi melebihi dosis anjuran justru bisa memicu masalah serius, seperti gagal ginjal.

Jadi sebaiknya baca baik-baik tabel komposisi setiap obat flu dan flu yang aman untuk ibu menyusui.

Menariknya, parasetamol atau acetaminophen tak hanya mampu mengobati sakit gigi, tapi juga sakit kepala dan demam.

Ya, parasetamol merupakan pilihan obat sakit kepala yang aman bagi ibu menyusui. Parasetamol bekerja untuk menghambat produksi prostaglandin, yaitu hormon yang menyebabkan peradangan dan nyeri pada tubuh.

Parasetamol tergolong dalam golongan obat analgesik yang biasanya digunakan untuk meredakan sakit kepala ringan hingga sedang.

Obat ini mempunyai sediaan yang beragam yaitu tablet, kapsul, kapsul gel, supositoria, obat cair, dan tablet kunyah.

Jangan gunakan obat ini terlalu banyak dari dosis yang dianjurkan. Konsumsi obat sakit kepala yang berlebihan kemungkinan bisa menjadi penyebabnya sakit kepala rebound.

Sakit kepala rebound adalah sakit kepala sebagai efek bumerang karena penggunaan obat penghilang rasa sakit yang berlebihan.

Parasetamol sering dikombinasikan dengan obat lain seperti kodein sehingga disebut co-codamol atau Solpadeine.

Meskipun parasetamol aman dikonsumsi oleh ibu menyusui untuk meredakan demam, sebaiknya tidak dicampur dengan kodein.

Selalu konsultasikan dengan apoteker atau dokter Anda agar obat parasetamol yang Anda konsumsi tidak digabungkan dengan obat lain.

5. Ibuprofen

komplikasi flu yang parah

Sakit gigi saat menyusui tentu terasa tidak nyaman. Selain harus menahan sakit pada gigi, Anda tetap harus melakukan aktivitas lain dalam merawat si kecil.

Ada berbagai pilihan obat sakit gigi untuk ibu menyusui, di antaranya ibuprofen dan acetaminophen.

Ibuprofen adalah obat non steroid antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Ibuprofen memiliki berbagai macam fungsi, salah satunya dapat membantu meredakan sakit gigi.

Itu sebabnya, obat ibuprofen bisa menjadi pilihan untuk mengobati sakit gigi pada ibu menyusui karena tidak berisiko membahayakan bayi.

Selain itu ibuprofen juga menjadi obat yang dapat digunakan untuk meredakan sakit kepala, demam, dan masuk angin akibat infeksi sinus saat ibu menyusui.

Ibuprofen biasanya digunakan untuk meredakan sakit kepala yang tergolong ringan hingga sedang.

Ibuprofen juga biasa digunakan untuk mengobati sakit kepala tegang dan migrain pada ibu menyusui.

Obat sakit kepala ini tergolong aman dan bahkan disebut-sebut sebagai pilihan terbaik untuk ibu menyusui.

Hal ini dikarenakan zat dari obat ibuprofen yang masuk ke dalam ASI tidak terlalu banyak atau bahkan hampir tidak terdeteksi.

Namun ibuprofen dilarang untuk ibu menyusui jika memiliki kondisi lain seperti asma dan maag.

Sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi ibuprofen untuk ibu menyusui.

Jangan lupa, pastikan sudah mematuhi aturan minum dan takaran pemakaian obat yang dianjurkan.

Jika ibuprofen dan parasetamol merupakan obat sakit kepala yang aman untuk ibu menyusui, ada jenis obat lain yang tidak dianjurkan, yaitu aspirin.

Meski cukup efektif dalam mengobati sakit kepala, aspirin tidak dianjurkan untuk ibu menyusui. Aspirin masuk ke dalam ASI dan dapat membahayakan bayi.

6. Dekstrometorfan sebagai obat yang aman untuk ibu menyusui

pri berbeda

Ibu menyusui tetap bisa menyembuhkan batuk dengan menggunakan obat batuk tanpa resep atau perhitungan berlebihan (OTC).

Namun penggunaan obat batuk untuk ibu menyusui harus dikonfirmasi terlebih dahulu oleh dokter.

Ibu menyusui bisa mengonsumsi dekstrometorfan yang tergolong aman untuk meredakan batuk.

Obat dekstrometorfan bekerja dengan cara mengurangi frekuensi batuk, terutama batuk kering.

Obat dekstrometorfan efektif dalam meredakan batuk kering akibat post nasal drip.

Post-nasal drip terjadi ketika sistem pernafasan bagian atas yaitu hidung mengeluarkan lendir berlebih sehingga masuk ke bagian belakang tenggorokan dan menyebabkan batuk.

Namun obat dekstrometorfan tidak dianjurkan bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit asma, bronkitis, diabetes, dan diabetes.

Jika dikonsumsi dalam kondisi tersebut, obat dekstrometorfan dapat memperburuk kesehatan Anda.

7. Permen pelega tenggorokan

mengobati sakit tenggorokan

Obat batuk lain yang aman untuk ibu menyusui adalah tablet hisap. Obat batuk jenis ini tidak mudah larut ke dalam ASI.

Obat batuk lozenges yang mengandung zat antibakteri atau benzydamine dapat meredakan nyeri pada tenggorokan yang kering akibat batuk.

Bahkan, pelega tenggorokan juga bisa membantu meredakan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada tenggorokan akibat radang tenggorokan.

Ya, lagi-lagi, ibu menyusui tetap perlu minum obat untuk mengatasi keluhan terkait kesehatan, termasuk saat mengalami sakit tenggorokan.

Atas dasar itulah, tablet hisap dianggap sebagai obat yang aman untuk diminum ibu menyusui saat sedang batuk dan sakit tenggorokan.

8. ORS sebagai obat yang aman untuk ibu menyusui

penyebab sakit gigi

Diare merupakan gangguan pencernaan dengan banyak penyebab. Umumnya gangguan pencernaan disebabkan oleh makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri penyebab diare seperti E. colli.

Maka sebelum bertambah parah, segera obati diare dengan cara yang benar, misalnya dengan meminum oralit yang aman untuk ibu menyusui.

ORS adalah obat pertolongan pertama yang aman untuk mengobati diare pada ibu hamil.

Oralit tersedia dalam bentuk bubuk yang harus dilarutkan dengan air matang atau dalam obat cair siap minum.

Larutan ini terbuat dari campuran garam, gula, dan air yang mengandung natrium klorida (NaCl), kalium klorida (CaCl2), glukosa anhidrat, dan natrium bikarbonat.

Obat ini bekerja untuk mengisi kembali cairan dan elektrolit serta mineral dalam tubuh yang hilang akibat diare.

ORS akan mengembalikan kadar cairan tubuh dalam waktu 8-12 jam setelah dikonsumsi. Selain bisa dibeli di apotek, obat diare ini juga bisa Anda buat sendiri untuk ibu menyusui.

Caranya dengan melarutkan 6 sendok teh gula pasir dan 1/2 sendok teh garam dalam 1 liter air. Aduk rata, dan minum segelas setiap 4-6 jam.

9. Loperamide

diare adalah tanda kehamilan muda

Loperamide adalah obat diare generik yang memperlambat pergerakan usus untuk menghasilkan feses yang lebih padat.

Loperamide merupakan obat diare yang aman untuk ibu menyusui. Ini karena hanya sejumlah kecil obat loperamide yang dapat masuk ke dalam ASI sehingga tidak ada risiko membahayakan bayi.

Namun ibu menyusui berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar mengetahui berapa dosis obat diare yang tepat untuk kondisi mereka.

Jika Anda mengonsumsi loperamide selama lebih dari 2 hari, memiliki bayi dengan berat lahir rendah, dan bayi prematur, Anda juga harus berkonsultasi dengan dokter Anda.

Jangan mengambil lebih dari dosis Anda karena Anda berisiko memicu masalah jantung seperti aritmia.

Selain itu, obat diare ini juga dapat menimbulkan efek samping yang melemahkan ibu menyusui, seperti pusing, sakit kepala, sulit fokus, serta mual dan muntah.

10. Antasida sebagai obat yang aman untuk ibu menyusui

obat maag untuk ibu menyusui

Seperti halnya berbagai kondisi medis yang dialami ibu saat menyusui, maag yang kambuh secara tiba-tiba juga perlu segera ditangani.

Obat maag yang bisa menjadi pilihan ibu menyusui adalah antasida. Antasida adalah obat maag yang bekerja dengan cara menetralkan kadar asam dalam tubuh.

Antasida biasanya dapat dibeli tanpa resep di apotek atau toko obat.

Pada dasarnya, obat antasid aman dikonsumsi ibu menyusui untuk membantu meredakan gejala maag yang muncul.

Namun, tidak ada salahnya tetap berkonsultasi dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu.

11. Penghambat reseptor H-2

gejala maag akut

Penghambat reseptor H-2 merupakan obat yang dapat menghambat produksi asam di lambung sehingga jumlahnya tidak bertambah.

Anda bisa mendapatkan penghambat reseptor h-2 tanpa resep di apotek atau dengan resep dokter.

Penggunaan obat untuk mengobati maag yaitu h-2 receptor blocker pada ibu menyusui diyakini tidak menimbulkan risiko dan efek samping bagi bayi.

Namun sekali lagi, perlu berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter untuk memastikan keamanan penggunaan obat ini untuk meredakan maag pada ibu menyusui.

Selama masa menyusui, Anda bisa rutin menggunakan pompa payudara untuk membantu meningkatkan produksi ASI.

Jangan lupa terapkan cara penyimpanan ASI yang benar agar dapat langgengkan pemberian ASI secara teratur sesuai jadwal menyusui bayi.

Postingan Jangan Minum Sembarangan, Ini Daftar Pilihan Obat Aman Ibu Menyusui Muncul Pertama Kali di Hello Sehat.

Rasa Aman Palsu, Alasan Mengapa Banyak Orang Berkerumun Saat Pandemi

Baca semua artikel tentang Coronavirus (COVID-19) di sini.

Meskipun bahaya transmisi COVID-19 masih tinggi, antusiasme masyarakat tidak berkurang untuk menyambut pelonggaran pembatasan sosial skala besar (PSBB). Rupanya, ini terjadi karena banyak orang mengalami rasa aman palsu selama pandemi.

Perasaan keamanan yang keliru dapat memperburuk pandemi karena kesadaran masyarakat terhadap COVID-19 menurun. Bahkan, risiko penularannya masih sama dengan ketika kasus pertama diumumkan. Jadi, dari mana datangnya keamanan palsu itu dan bagaimana Anda mengatasinya?

Apa itu keamanan palsu?

Pemerintah sekarang mulai melonggarkan PSBB di beberapa kota dan bersiap-siap untuk memulai normal baru. Selama masa perubahan ini, kita tidak hanya menghadapi musuh dalam bentuk virus SARS-CoV-2, tetapi juga perasaan keamanan palsurasa aman yang salah).

Pada minggu-minggu pertama pengumuman kasus COVID-19, komunitas tersebut dengan cepat terbawa oleh gelombang kepanikan. Anda mungkin telah menyaksikan orang-orang berbondong-bondong dalam topeng, pembersih tangan, untuk kebutuhan dasar.

Karantina independen mulai berlaku. Sekolah ditutup, pekerja kantor mulai bekerja di rumah, dan tempat-tempat umum ditutup sementara. Rekomendasi kesehatan yang mengandung tindakan pencegahan COVID-19 ada di mana-mana.

Komunitas sekarang akrab dengan jarak fisik, kebiasaan mencuci tangan, dan bahkan membawa peralatan sendiri. Penggunaan masker menjadi semakin umum. Dari pejalan kaki, pedagang, hingga anak-anak, Anda dapat menemukan orang-orang mengenakan topeng di mana-mana.

Namun, ada satu kelemahan topeng yang tidak bisa dipungkiri. Kampanye topeng selama pandemi membuat orang mengalami rasa aman yang salah. Penggunaan masker membuat banyak orang merasa terlindungi dari transmisi COVID-19.

Perbarui Total Distribusi COVID-19
Negara: Indonesia<! – : ->

Data Harian

54.010

Dikonfirmasi

<! –

->

22.936

Lekas ​​sembuh

<! –

->

2,754

Mati

<! –

->

Peta Diseminasi

<! –

->

Inilah sebabnya mengapa Anda melihat orang-orang berkerumun di jalanan, mal-mal menjadi ramai, dan CFD dibanjiri oleh pengunjung. Orang-orang sekarang berani berkumpul karena mereka merasa dilindungi dengan mengenakan topeng.

Bahkan, memakai topeng saja tidak cukup untuk mencegah penyebaran COVID-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga berpartisipasi dalam pembukaan pemungutan suara dalam pedoman penggunaan masker yang diterbitkan pada 5 Juni 2020.

Sebelumnya, WHO tidak merekomendasikan penggunaan masker pada orang awam yang sehat. Masker pada awalnya hanya direkomendasikan untuk orang sakit dan mereka yang melakukan kontak dengan pasien COVID-19.

Sekarang, semua orang disarankan untuk memakai topeng. Orang yang sakit harus tinggal di rumah, sementara orang yang mengalami gejala COVID-19 dapat berkonsultasi dengan dokter dan menjalani perawatan sesuai kebutuhan.

Meskipun topeng memainkan peran penting, WHO masih mengingatkan bahwa pencegahan utama masih ada jarak fisik dan disiplin untuk menjaga kebersihan. Masker adalah langkah yang akan melengkapi semua upaya pencegahan.

Normal Baru Akibat Pandemi COVID-19 dan Efek Psikologisnya

Mengapa keamanan palsu selama pandemi berbahaya?

iritasi karena topeng

Risiko penularan COVID-19 masih sama besarnya dengan beberapa minggu yang lalu. Alih-alih menurun, angka harian positif malah merusak 1.000 kasus. Tanpa menjaga jarak dan disiplin untuk mencuci tangan, Anda masih bisa mendapatkannya bahkan jika Anda mengenakan topeng.

Masih banyak yang tidak memakai topeng dengan benar. Masker kadang-kadang tidak dikenakan sampai mereka menutup hidung atau dikeluarkan dengan sembarangan. Padahal, tindakan ini bisa mengurangi kemanjuran topeng dalam mencegah penularan.

Selain itu, tidak semua masker bekerja dengan kemanjuran yang sama. Ketika menilai kemanjurannya, masker terbaik untuk mencegah COVID-19 adalah masker N95. Namun, topeng ini tidak dapat digunakan setiap hari karena menyebabkan sesak.

Topeng yang digunakan oleh masyarakat umum adalah topeng kain. Jenis masker ini cukup kuat untuk perlindungan sehari-hari, tetapi pengguna harus tahu cara mencuci dan menyimpan masker dengan benar untuk mencegah kontaminasi.

Topeng memang memiliki peran penting dalam perang melawan pandemi COVID-19. Bahkan, para ahli mengatakan bahwa memakai topeng bisa mencegah gelombang kedua COVID-19 yang dikhawatirkan akan muncul dalam beberapa bulan mendatang.

pelindung wajah covid-19

Meski begitu, jangan biarkan ini membuat Anda masuk dalam rasa aman palsu selama pandemi. Pastikan Anda terus melakukan upaya pencegahan untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat Anda dari risiko penularan.

Cara terbaik untuk menghindari keamanan palsu selama pandemi adalah selalu waspada. Meskipun normal baru sudah terlihat, angka positif dan risiko penularan tidak banyak berubah.

Saat bepergian ke luar rumah, pastikan Anda selalu menjaga jarak dari orang lain. Ikuti cara memakai topeng yang tepat, dan jaga kebersihan diri Anda dengan mencuci tangan dan membersihkan barang-barang yang sering digunakan.

(fungsi () {
window.mc4wp = window.mc4wp || {
pendengar: [],
formulir: {
pada: function (evt, cb) {
window.mc4wp.listeners.push (
{
acara: evt,
panggilan balik: cb
}
);
}
}
}
}) ();

#mc_embed_signup> div {
max-width: 350px; latar belakang: # c9e5ff; batas-radius: 6px; padding: 13px;
}
#mc_embed_signup> div> p {
tinggi garis: 1.17; ukuran font: 24px; warna: # 284a75; font-weight: bold; margin: 0 0 10px 0; spasi huruf: -1.3px;
}
#mc_embed_signup> div> div: nth-of-type (1n) {
max-lebar: 280px; warna: # 284a75; ukuran font: 12px; tinggi garis: 1.67;
}
#mc_embed_signup> div> div: nth-of-type (2n) {
margin: 10px 0px; display: flex; margin-bottom: 5px
}
#mc_embed_signup> div> div: nth-of-type (3n) {
ukuran font: 8px; garis-tinggi: 1.65; margin-top: 10px;
}
#mc_embed_signup> input div[type=”email”] {
ukuran font: 13px; max-width: 240px; fleksibel: 1; padding: 0 12px; min-height: 36px; perbatasan: tidak ada; bayangan kotak: tidak ada; perbatasan: tidak ada; garis besar: tidak ada; batas-radius: 0; min-height: 36px; perbatasan: 1px solid #fff; border-right: tidak ada; batas-kanan-atas-jari-jari: 0; batas-bawah-kanan-jari-jari: 0; border-top-left-radius: 8px; batas-bawah-kiri-jari-jari: 8px;
}
#mc_embed_signup> input div[type=”submit”] {
ukuran font: 11px; spasi huruf: normal; padding: 12px 20px; font-berat: 600; penampilan: tidak ada; garis besar: tidak ada; warna latar: # 284a75; warna putih; bayangan kotak: tidak ada; perbatasan: tidak ada; garis besar: tidak ada; batas-radius: 0; min-height: 36px; border-top-right-radius: 8px; batas-bawah-kanan-jari-jari: 8px;
}
.category-templat-kategori – covid-19-php #mc_embed_signup .mc_signup_title,
.category-templat-kategori – covid-19-php #mc_embed_signup .mc_signup_description,
.category-templat-kategori – covid-19-php #mc_embed_signup .mc_signup_tnc {
display: tidak ada;
}
.category-templat-kategori – covid-19-php .mc4wp-response {
ukuran font: 15px;
garis-tinggi: 26px;
spasi huruf: -.07px;
warna: # 284a75;
}
.category-templat-kategori – covid-19-php .myth-busted .mc4wp-response,
.category-template-kategori – covid-19-php .myth-busted #mc_embed_signup> div {
margin: 0 30px;
}
.category-templat-kategori – covid-19-php .mc4wp-form {
margin-bottom: 20px;
}
.category-templat-kategori – covid-19-php #mc_embed_signup> div> .field-kirim,
.category-templat-kategori – covid-19-php #mc_embed_signup> div {
max-width: unset;
padding: 0px;
}

.category-templat-kategori – covid-19-php #mc_embed_signup> input div[type=”email”] {
-ms-flex-positive: 1;
flex-grow: 1;
border-top-left-radius: 8px;
batas-bawah-kiri-jari-jari: 8px;
batas-kanan-atas-jari-jari: 0;
batas-bawah-kanan-jari-jari: 0;
padding: 6px 23px 8px;
perbatasan: tidak ada;
lebar maks: 500px;
}

.category-templat-kategori – covid-19-php #mc_embed_signup> input div[type=”submit”] {
perbatasan: tidak ada;
batas-radius: 0;
border-top-right-radius: 0px;
batas-bawah-kanan-jari-jari: 0px;
latar belakang: # 284a75;
bayangan kotak: tidak ada;
warna: #fff;
border-top-right-radius: 8px;
batas-bawah-kanan-jari-jari: 8px;
ukuran font: 15px;
font-berat: 700;
text-shadow: tidak ada;
padding: 5px 30px;
}

label form.mc4wp-form {
display: tidak ada;
}

Bantu dokter dan tenaga medis lainnya untuk mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan menyumbang melalui tautan berikut.

Postingan Rasa Aman Palsu, Alasan Mengapa Banyak Orang Ramai Ketika Pandemi muncul pertama kali di Hello Sehat.

Apakah Benzyl Alcohol Aman Digunakan dalam Produk Kesehatan Gigi dan Mulut?

Benzil alkohol dapat ditemukan dalam produk yang digunakan setiap hari. Salah satunya adalah pasta gigi. Menemukan bahan yang terkandung dalam produk yang tercantum pada label kemasan adalah suatu keharusan.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Yayasan Kesehatan Mulut menemukan bahwa hanya seperempat konsumen produk kesehatan mulut yang memahami kandungan yang terkandung dalam suatu produk. Survei yang sama juga menunjukkan bahwa hampir 3 dari 4 orang tidak selalu percaya klaim yang dibuat oleh produk kesehatan mulut.

Tapi Anda bisa mengatakannya masuk akal, karena ketika kita melihat daftar bahan yang terkandung dalam pasta gigi atau obat kumur, ada berbagai nama ilmiah yang membingungkan. Kadang-kadang bahkan kadar air dalam produk akan ditulis sebagai "aqua" sehingga beberapa orang sering bertanya.

Untuk itu, berikut penjelasan lebih lanjut mengenai benzyl alkohol kamu harus tahu.

Apa itu benzyl alkohol?

Benzil alkohol adalah cairan tidak berwarna atau bening seperti alkohol pada umumnya, tetapi memiliki fungsi dan aplikasi yang berbeda. Jenis alkohol ini, termasuk senyawa organik, memiliki aroma yang berbeda dari alkohol biasa yang menyengat dan digunakan dalam berbagai formulasi kosmetik sebagai komponen pewangi. Dalam pasta gigi, cairan ini bertindak sebagai pelarut dan pengawet.

Penggunaan senyawa ini sebagian besar digunakan di bidang medis. Selain pasta gigi, benzyl alkohol ditemukan dalam obat antijamur dan anti-inflamasi. Zat ini bersifat pengawet sehingga juga digunakan sebagai pengawet umum dalam berbagai jenis obat yang disuntikkan (obat suntik).

Jika Anda berpikir demikian benzyl alkohol sama dengan alkohol dalam minuman, Anda salah. Jenis dan kegunaan benzyl alkohol dengan alkohol biasa jauh berbeda.

Alkohol dalam minuman yang Anda kenal adalah jenis etanol. Jenis alkohol ini diperoleh dari fermentasi ragi, gula, dan pati, sedangkan benzyl alkohol secara alami ditemukan pada beberapa jenis tanaman dan buah tanpa harus melalui proses fermentasi sama sekali.

Apakah aman menggunakan mulut?

Benzil alkohol adalah elemen alami dan ditemukan di beberapa tanaman. Misalnya pada beberapa jenis buah yang dapat dikonsumsi, senyawa ini dapat ditemukan hingga 5 mg / kg. Kemudian dalam teh hijau sebanyak 1-30 mg / kg dan teh hitam sebanyak 1-15 mg / kg.

Selain itu, senyawa ini juga digunakan sebagai penambah rasa pada beberapa makanan dan minuman dengan jumlah mencapai 400 mg / kg. Contohnya seperti penggunaan permen karet yang menyentuh angka hingga 1254 mg / kg.

Benzil alkohol dimetabolisme menjadi asam benzoat dan diekskresikan atau diekskresikan sebagai asam hippuric dalam urin oleh tubuh manusia. Asupan harian ditentukan oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) untuk benzyl alkohol adalah 5 mg / kg. Jika pasta gigi atau produk kesehatan gigi lainnya mengandung bahan ini, tetapi di bawah jumlah yang disarankan, masih aman digunakan.

Jika dibandingkan dengan etanol (jenis alkohol dalam minuman), seperti yang sudah dijelaskan, benzyl alkohol memiliki fungsi dan proses yang berbeda ketika dicerna oleh tubuh. Ini membuktikan itu benzyl alkohol adalah jenis alkohol yang berbeda dari alkohol biasa.

Kesimpulan

Perubahan benzyl alkohol menjadi asam benzoat yang terjadi karena metabolisme manusia dikenal oleh para ahli.

Bisa dikatakan begitu benzyl alkohol tidak memberikan efek samping berbahaya atau mengancam kesehatan jika hanya digunakan dalam pasta gigi. Alasannya, Anda bahkan bisa mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung zat ini, asalkan tidak melebihi batas yang disarankan yang telah ditetapkan. Selain itu, pasta gigi dan obat kumur mengharuskan Anda untuk menyingkirkannya dan tidak menelannya.

Posting Apakah Benzyl Alkohol Aman Digunakan dalam Produk Kesehatan Gigi dan Mulut? muncul pertama kali di Hello Sehat.

Apakah Susu Terhidrolisa Ekstensif Aman untuk Bayi Alergi?

Tentu menjadi tantangan bagi para ibu untuk memberikan susu terbaik untuk anak-anak mereka. Jika seorang anak alergi terhadap susu sapi, nutrisi penting untuk dipahami. ASI adalah yang terbaik untuk bayi alergi. Namun, jika ibu tidak memberikan ASI, menurut administrasi Asosiasi Anak Indonesia, susu formula terhidrolisis luas dapat menjadi pilihan bagi ibu untuk menyediakan bagi bayi yang alergi terhadap susu sapi.

Karena dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, ibu perlu memperhatikan kandungan nutrisi terbaik untuk bayinya. Bagi ibu yang ragu menentukan susu formula yang tepat, simak penjelasannya di bawah ini.

Alasan memilih susu alternatif untuk bayi alergi

usia bayi di luar rumah

Beberapa ibu kesulitan memilih susu untuk anak-anak mereka sehingga mereka tetap mendapatkan asupan penting. Misalnya ibu yang perlu memberikan susu formula karena pertimbangan kesehatan atau alasan lain.

Sayangnya, tidak semua anak dapat menerima protein dari susu sapi karena menyebabkan alergi. Untuk mengatasinya, orang tua justru dapat memberikan susu formula atau susu formula secara ekstensif sebagai pengganti susu formula berbasis sapi.

Ada kalanya para ibu tidak tahu bahwa anak Anda alergi terhadap susu formula sapi. Karakteristik anak-anak yang memiliki alergi protein susu sapi akan menunjukkan gejala-gejala berikut seperti diare atau diare, muntah, sakit perutkulit gatal, tersedak. Ibu perlu mengenali gejala alergi susu sapi lebih lanjut sini.

Ini karena sistem kekebalan bayi mengingat protein dalam susu sapi sebagai Zat asing. Jadi tubuh bereaksi dengan memproduksi antibodi. Antibodi ini disebut immunoglobulin E (IgE). Sehingga setiap kali bayi minum susu sapi, tubuh mengeluarkan IgE dan histamin. Inilah yang menyebabkan reaksi alergi pada bayi.

Orang tua perlu memberikan pengawasan ekstra tentang asupan bayi ketika mereka memiliki reaksi alergi terhadap susu sapi. Setidaknya anak-anak yang mengalami alergi susu sapi di awal kehidupan akan kembali mengalami gejala alergi susu sapi hingga usia 5 tahun.

Jika Anda masih menyusui, Anda harus memiliki diet eliminasi makanan untuk produk susu sapi dan turunannya.

Tetapi jika Anda tidak memberikan ASI, maka Anda harus memperhatikan pemilihan susu formula yang tepat. Kebanyakan orang tua memilih susu formula kedelai untuk memenuhi kebutuhan protein anak-anak.

Apakah susu kedelai terbaik untuk mengatasi alergi susu sapi pada anak-anak?

jadwal menyusui bayi

Untuk menangani bayi yang alergi terhadap susu formula berbasis sapi, biasanya pilihan pertama adalah pemberian susu formula kedelai.

Namun, tidak semua bayi benar-benar dapat minum susu formula kedelai. Berdasarkan Yayasan Asma dan Alergi AmerikaSetidaknya 8-14% bayi memiliki alergi protein terhadap kedelai atau kedelai.

Anak-anak dengan alergi kedelai dapat mengembangkan risiko enterocolitis. Kondisi ini mengacu pada peradangan pada sistem pencernaan, seperti usus kecil atau usus besar.

Jika ini terjadi, susu kedelai bukanlah alternatif yang bisa dipilih orang tua untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Anda dapat beralih ke susu formula yang dihidrolisis secara ekstensif.

Susu formula yang dihidrolisis secara ekstensif dapat mengurangi gejala alergi

pemberian susu formula untuk bayi

Susu hypoallergenic ini dapat menambah asupan bayi yang alergi terhadap protein susu sapi. Susu formula yang dihidrolisis secara ekstensif dibuat dengan memecah kasein atau protein dalam susu sapi menjadi potongan-potongan kecil.

Metode ini dilakukan agar tubuh bayi dapat menerima protein yang masuk tanpa melihatnya sebagai alergen.

Melalui konsumsi susu formula yang dihidrolisis luas, bayi dapat mengurangi gejala alergi susu sapi pada bayi. Menurut halaman Cochrane, susu formula terhidrolisis luas juga mengurangi timbulnya berbagai alergi seperti asma, eksim, rinitis, atau alergi makanan.

Dengan demikian, melalui susu formula terhidrolisis luas, bayi bisa mendapatkan nutrisi yang tepat untuk pertumbuhan dan perkembangan. Protein dalam susu mendukung pertumbuhan otak dan kognitif anak-anak.

Selain itu, menurut prosedur Indonesian Pediatric Association (IDAI), susu formula terhidrolisis luas adalah pilihan pertama untuk mengatasi gejala alergi susu sapi disertai dengan diet eliminasi makanan dan turunan susu sapi.

Sekarang, Anda tidak perlu bingung lagi dalam memilih susu pada bayi dengan alergi susu sapi. Susu formula yang dihidrolisis secara ekstensif adalah salah satu pilihan paling aman untuk menjawab kebutuhan nutrisi anak Anda.

Hal yang perlu diingat sebelum memberikan susu formula

Anda mungkin juga bertanya-tanya apakah bayi saya alergi terhadap susu sapi atau tidak. Akan menyenangkan bagi orang tua untuk melakukan tes alergi pada anak-anak ke dokter spesialis anak.

Serangkaian tes dilakukan melalui feses dan darah. Biasanya mereka akan melakukan tes alergi pada kulit untuk mengetahui reaksinya.

Jika bayi didiagnosis alergi terhadap susu sapi, dokter akan merekomendasikan perawatan atau asupan khusus. Tidak ada yang salah dengan orang tua yang menanyakan apakah susu formula yang dihidrolisis secara luas dapat menjadi pilihan yang baik untuk bayi dan manfaat lain dari susu formula terhidrolisis luas.

Pos Apakah Susu Hidrolisat Luas Aman untuk Bayi Alergi? muncul pertama kali di Hello Sehat.

Scroll to top