Kering

10 Cara Ampuh Mengatasi Masalah Mulut Kering

Fungsi air liur ternyata sangat penting untuk tubuhmu. Air liur yang diproduksi kelenjar ludah bertindak sebagai penetral asam di mulut dan mencegah pertumbuhan bakteri.

Kalau mulut terasa kering, bukan hanya nafsu makan saja yang menurun. Kesehatan gigi dan gusi juga akan terpengaruh. Simak beberapa cara yang sudah terbukti untuk mengatasi mulut kering di sini.

Cara mengatasi mulut kering yang perlu Anda ketahui

Air liur berguna untuk meningkatkan fungsi indera perasa untuk mendeteksi rasa, mengunyah, dan menelan makanan. Padahal, air liur mengandung sejumlah enzim yang dibutuhkan oleh sistem pencernaan.

Saat produksi air liur menurun, mulut kering bisa terjadi. Kondisi ini dikenal dalam istilah medis xerostomia. Penyebab mulut kering juga bermacam-macam, seperti penggunaan obat-obatan tertentu, masalah penuaan, atau efek samping terapi radiasi kanker.

Agar Anda terhindar dan terbebas dari masalah mulut kering, coba terapkan cara-cara berikut untuk mulut kering.

1. Cari tahu penyebabnya

bagaimana mengatasi mulut kering

Tidak tergolong kondisi berbahaya, tetapi xerostomia dapat mengganggu Anda. Oleh karena itu, untuk mengetahui cara mengatasi mulut kering perlu Anda ketahui apa penyebabnya.

Selain kelembaban yang tidak terjaga, menyebabkan mulut kering bisa juga terjadi akibat konsumsi obat-obatan tertentu. Obat-obatan untuk mengatasi depresi, kecemasan, anti nyeri, alergi, atau diare terkadang membuat mulut Anda kering.

Jika sedang meminum obat untuk menyembuhkan penyakit dan merasa sangat terganggu dengan mulut kering, maka mengganti obat adalah solusinya.

Konsultasi ke dokter untuk membantu Anda memilih pengobatan alternatif dan menyesuaikan dosisnya. Sedangkan untuk mulut kering akibat kemoterapi, Penyakit Alzheimer, atau Sindrom Sjögren, cara mengatasinya dengan meningkatkan produksi air liur.

2. Meningkatkan produksi air liur

Diazoksida adalah

Untuk meningkatkan produksi air liur, dokter akan merekomendasikan berbagai produk yang bisa Anda coba. Tentunya dokter juga telah mempertimbangkan keamanan obat yang akan Anda gunakan.

Produk terdiri dari pasta gigi yang mengandung fluoride, obat kumur yang mengandung xylitol, atau gel pelembab yang diformulasikan untuk mulut kering.

Dokter mungkin meresepkan beberapa obat untuk meningkatkan produksi air liur seperti pilocarpine (salagen) dan cevimeline (evoxac).

Melaporkan dari halaman Akademi Kedokteran Mulut AmerikaObat cevimeline telah disetujui oleh FDA di Amerika Serikat (setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia) untuk pasien sindrom Sjögren untuk mengobati mulut kering. Pilocarpine juga aman digunakan pada orang yang menjalani terapi radiasi kepala dan leher.

Obat cevimeline dan pilocarpine bekerja dengan saraf tertentu untuk meningkatkan jumlah air liur, sehingga membuat mulut lebih nyaman untuk berbicara dan menelan.

Anda juga bisa mencoba cara mengatasi mulut kering secara alami, dengan menambahkan bumbu seperti biji adas, cabai, atau kapulaga pada makanan atau minuman. Rasa cabai yang pedas dapat merangsang produksi kelenjar ludah lebih banyak.

Biji adas atau kapulaga dapat menghilangkan bau mulut akibat mulut kering dan mencegah produksi air liur berkurang.

Kedua bumbu ini bisa Anda nikmati dalam bentuk minuman teh. Ingat, jika kondisi mulut kering sudah menyebabkan iritasi, sebaiknya hindari makanan pedas atau asam.

3. Terapkan pola hidup sehat

bagaimana mengatasi mulut kering

Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat merupakan salah satu cara mengatasi mulut kering agar tidak terulang kembali. Caranya cukup mudah, ikuti beberapa aturan penting di bawah ini.

  • Tidak gunakan obat kumur berbasis alkohol atau peroksida.
  • Kurangi asupan kafein Anda dari kopi, teh, cokelat, minuman bersoda, atau alkohol yang membuat Anda cepat haus.
  • Batasi makanan kering, manis, atau asin yang membuat Anda enak cepat haus dan melukai mulutmu.

Menjaga kebersihan mulut dengan sikat gigi biasa dan menggunakan benang gigi.

Berbagai cara alami mengatasi mulut kering

bagaimana mengatasi mulut kering

Meski belum benar-benar menyembuhkan secara lengkap, setidaknya cara alami ini bisa membantu meredakan gejala mulut kering. Berikut cara alami mengatasi mulut kering yang bisa Anda lakukan di rumah:

1. Minum banyak air

Minum banyak air dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh sekaligus sebagai cara mengatasi mulut kering yang diakibatkan dehidrasi. Saat mulut Anda kering, yang bisa Anda lakukan hanyalah menjaganya tetap lembab.

Selalu sediakan botol minum kemanapun Anda pergi agar mulut tetap lembab di tengah kesibukan beraktivitas.

2. Kunyah permen karet

Setelah mulut Anda terasa kering, cobalah mengunyahnya mengunyah permen karet bebas gula. Cara ini bisa Anda lakukan untuk mengatasi mulut kering sekaligus membantu merangsang produksi air liur dan menjaga kelembapan mulut.

Selain itu, Anda juga bisa menghirup obat batuk, obat tetes tenggorokan, atau permen yang mengandung xylitol karena bebas dari kandungan gula sehingga membantu mengatasi mulut kering.

3. Berhenti merokok dan minum alkohol

Awalnya terasa berat dan sulit menahan kebiasaan merokok atau minum minuman beralkohol jika sudah menjadi kebiasaan. Namun, Anda tidak ingin masalah mulut kering Anda bertambah parah, bukan?

Alkohol dan rokok dapat meningkatkan risiko dehidrasi, yang dapat membuat mulut terasa lebih kering. Tak hanya itu, alkohol juga bisa memicu tubuh untuk lebih sering buang air kecil.

Coba alihkan perhatian Anda dengan mengunyah permen karet untuk membantu mengurangi keinginan merokok atau minum alkohol. Selain sebagai cara mengatasi mulut kering, cara ini juga bisa membuat tubuh lebih sehat.

4. Hindari obat-obatan tertentu

Dikutip dari Akademi Kedokteran Gigi UmumSebanyak 90 persen kasus mulut kering disebabkan oleh konsumsi obat-obatan. Beberapa jenis obat yang memiliki efek samping berupa mulut kering adalah:

  • Antihistamin
  • Obat hipertensi
  • Pereda nyeri
  • Obat yang mengandung hormon
  • Bronkodilator atau obat asma

Hindari obat ini untuk sementara waktu. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan resep obat lain yang tidak memberikan efek samping serupa.

5. Menjaga kebersihan mulut

Pastikan Anda juga menjaganya tetap bersih kesehatan mulut dengan tepat. Misalnya dengan sikat gigi dengan benar dan menggunakan pasta gigi berfluoride, sehingga masalah mulut kering bisa segera teratasi.

Jika perlu, coba cara lain untuk mengatasi masalah mulut kering dengan menggunakan obat kumur yang mengandung xylitol. Mengapa? Pasalnya kandungan tersebut diklaim dapat membantu dalam merangsang produksi air liur sehingga dapat digunakan sebagai cara yang tepat untuk mengatasi mulut kering.

6. Gunakan humidifier

Pelembab dapat membantu melembabkan udara dalam ruangan karena biasanya udara dalam ruangan terasa lebih kering akibat sirkulasi udara yang buruk.

Cara ini bisa mengatasi masalah mulut kering bagi kamu yang punya kebiasaan tidur nyenyak, alias bernapas melalui mulut saat tidur. Dengan begitu, mulut Anda akan terasa lebih lembap saat bangun di pagi hari.

7. Menggunakan jahe

Kandungan jahe yang bisa dibentuk menjadi semprotan penyegar mulut, teh, dan produk lainnya, diklaim dapat membantu merangsang kelenjar ludah. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi air liur.

Uji klinis dilakukan pada di tahun 2017 Sebanyak 20 orang menyimpulkan bahwa semprotan jahe bisa menjadi pengobatan alternatif untuk mulut kering.

Postingan 10 Cara Efektif Mengatasi Masalah Mulut Kering muncul pertama kali di Hello Sehat.

6 Jenis Obat untuk Mengatasi Eksim Kering dan Basah

Eksim atau dermatitis atopik adalah penyakit kulit tidak menular yang dapat kambuh kapan saja. Orang Indonesia sendiri mungkin lebih akrab dengan istilah eksim kering dan basah. Jadi, jika eksim basah dan eksim kering adalah dua kondisi yang berbeda, akankah obat yang digunakan juga berbeda?

Obat yang disarankan untuk eksim basah dan kering

Banyak orang berpikir bahwa eksim basah dan eksim kering adalah dua kondisi medis yang berbeda. Namun pada kenyataannya, dunia medis tidak mengenali kedua istilah ini. Baik eksim basah maupun eksim kering bukan penyakit terpisah.

Istilah eksim kering mengacu pada tahap awal penyakit yang membuat kulit menjadi kemerahan dan gatal. Di sisi lain, eksim basah menggambarkan penampilan lepuh berair pada kulit yang terkena pada tahap selanjutnya. Lepuh itu bisa pecah atau mengelupas, yang kemudian melepaskan cairan.

Eksim kering dan eksim basah hanya disebutkan oleh orang awam tentang berbagai gejala eksim yang muncul pada kulit. Oleh karena itu, pengobatan yang digunakan untuk mengobati eksim kering dan basah masih termasuk obat yang sama seperti pengobatan eksim atau dermatitis atopik secara umum.

Penggunaan obat-obatan dapat membantu mengendalikan gejala eksim basah dan kering serta menyembuhkannya dengan cepat sehingga tidak kambuh dengan mudah.

Eksim kering biasanya merujuk pada kondisi peradangan yang tidak atau belum terlalu parah. Gejala eksim kering pada tahap awal biasanya dapat diatasi dengan menggunakan obat topikal atau dengan menggunakan pelembab biasa.

Sementara itu, eksim basah dapat menunjukkan tahap penyakit lebih parah, atau bahkan telah menyebabkan tanda luka terbuka dari dermatitis atopik yang terinfeksi. Jadi, mengatasi kulit yang terkena eksim basah biasanya membutuhkan obat-obatan dengan potensi steroid yang lebih kuat, bahkan perawatan tambahan melalui injeksi atau obat oral.

Secara umum, berikut adalah pilihan obat:

1. Obat kortikosteroid

Berbagai jenis obat kortikosteroid dalam bentuk salep, krim, tablet, atau pil sering diresepkan oleh dokter untuk membantu mengurangi gatal dan radang kulit akibat eksim.

Dosis obat jenis ini umumnya disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala eksim. Jika gejala eksim menunjukkan kulit teriritasi, basah, dan merah, dokter dapat meresepkan dosis obat eksim yang lebih tinggi.

Satu hal yang perlu diingat dari cara mengobati eksim dengan salep kortikosteroid adalah penggunaannya tidak dimaksudkan untuk pengobatan jangka panjang dengan melihat potensi efek samping kortikosteroid.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Indian Dermatology Online Journal, efek samping yang paling umum dari obat eksim kortikosteroid dalam varian krim atau salep adalah penipisan dan perubahan warna kulit di daerah di mana obat sering dioleskan.

Itulah sebabnya, penting untuk selalu mengikuti rekomendasi dokter dan membaca instruksi pada label sebelum Anda mulai menggunakan obat eksim ini.

2. Salep antiinflamasi NSAID

Beberapa jenis salep NSAID, seperti jenis obat crisaborole, yang diterapkan dua kali sehari dapat mengobati eksim dengan gejala kering hingga basah.

Diskusikan dengan dokter Anda terlebih dahulu tentang penggunaan obat eksim jenis ini untuk anak di bawah usia 2 tahun.

3. Pelembab

Salah satu gejala eksim yang khas adalah kulit kering. Untuk membantu mengobati eksim, gunakan pelembab kulit agar kulit tidak cepat kering atau pecah-pecah.

Namun, sebaiknya Anda diskusikan dulu dengan dokter untuk menemukan jenis pelembab yang sesuai dengan kondisi kulit Anda, terutama jika Anda memiliki alergi terhadap bahan kimia tertentu.

Gunakan pelembab setidaknya dua kali sehari untuk melembabkan dan melindungi kulit Anda. pilih pelembab yang memiliki kandungan minyak tinggi, tetapi tidak mengandung banyak bahan kimia dan wewangian.

4. Antibiotik

Menggaruk kulit yang gatal karena eksim dari waktu ke waktu dapat menyebabkan infeksi. Untuk mengobati eksim basah yang semakin parah akibat garukan, dokter dapat meresepkan obat eksim dalam bentuk antibiotik.

Antibiotik yang digunakan sebagai obat eksim basah biasanya dalam bentuk krim, salep, tablet, atau kapsul.

Untuk infeksi ringan biasanya gunakan obat eksim dengan varian krim atau salep. Oleskan obat eksim dalam bentuk salep secara merata di area yang terinfeksi.

5. Obat imunosupresan

Jika dicurigai respons sistem imun berlebihan sebagai penyebab penyakit ini, dokter Anda mungkin akan meresepkan obat penekan kekebalan.

Sistem kekebalan pada orang dengan eksim dapat bereaksi secara tidak wajar dan menyebabkan peradangan. Akibatnya, Anda mengalami gejala kulit merah dan gatal.

Eksim basah dan kering yang timbul karena gangguan sistem kekebalan tubuh dapat diobati dengan obat imunosupresan. Obat eksim bekerja dengan mengendalikan atau menekan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Dengan obat ini, sistem kekebalan tubuh Anda tidak lagi bereaksi berlebihan dan menyebabkan gejala eksim pada wajah.

6 Penghambat kalsium

Cara mengobati eksim kering atau basah dengan krim steroid sebaiknya tidak dilakukan dalam jangka panjang. Risiko efek samping bisa menipiskan lapisan kulit.

Jika perawatan eksim diperlukan untuk jangka panjang, dokter Anda dapat menggantinya dengan obat lain.

Sebagai alternatif, dokter dapat merekomendasikan penggunaan obat yang mengandung inhibitor kalsineurin, seperti pimecromilus, yang berfungsi untuk menghambat pemicu kimia untuk kambuhnya eksim.

7. Fototerapi

Ketika menggunakan obat-obatan saja tidak efektif dalam menghilangkan gejala eksim kering dan malah berubah menjadi eksim basah, perawatan fototerapi biasanya akan direkomendasikan oleh dokter.

Fototerapi dilakukan dengan memancarkan sinar ultraviolet B (UVB) langsung pada kulit wajah Anda. S.inar UVB dapat mengurangi peradangan, merangsang produksi vitamin D, dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan bakteri di kulit.

Namun, Anda tidak disarankan untuk menjalani fototerapi dalam jangka panjang karena dapat meningkatkan risiko kanker kulit.

Perawatan kulit sambil menggunakan obat untuk eksim kering dan basah

Selain obat-obatan, ada juga cara menjaga kesehatan kulit yang bisa Anda lakukan untuk menyelesaikan perawatan eksim yang sedang mereka jalani.

Metode perawatan sederhana ini dapat mencegah perkembangan gejala eksim kering menjadi basah:

  1. Menghindari apa pun yang menyebabkan iritasi kulit, seperti tidak menggunakan bahan seperti wol atau nilon.
  2. Memotong kuku secara rutin untuk mengurangi risiko kerusakan kulit karena terlalu sering menggaruk.
  3. Hindari paparan sinar matahari langsung, terutama untuk kulit yang terkena. Gunakan tabir surya khusus untuk eksim dengan konten SPF saat meninggalkan rumah.
  4. Jangan mandi terlalu lama dan sering karena dapat menyebabkan kulit menjadi semakin kering sehingga rentan terhadap iritasi.
  5. Kelola stres dengan meningkatkan aktivitas kegiatan yang menyenangkan untuk menjaga kesehatan pikiran. Stres sebenarnya dapat memperburuk gejala eksim.

Posting 6 Jenis Obat untuk Mengobati Eksim Kering dan Basah muncul pertama kali di Hello Sehat.

Scroll to top