Menjadi

10 Hal yang Dapat Menjadi Penyebab Gula Darah Naik

Meski umumnya terjadi pada penderita diabetes melitus, peningkatan gula darah atau hiperglikemia sebenarnya bisa dialami siapa saja. Namun, bagi Anda yang menderita diabetes tentunya harus lebih mewaspadai kondisi ini. Meski gangguan hormon insulin menjadi penyebab utamanya, beberapa faktor bisa berperan dalam menyebabkan gula darah tinggi. Anda harus mengenalinya. Apa pun? Inilah daftarnya.

Berbagai hal yang menyebabkan gula darah tinggi

Tingkat gula darah mengacu pada tingkat glukosa yang ada dalam aliran darah. Glukosa sendiri merupakan sumber energi utama bagi tubuh dan berasal dari makanan yang mengandung karbohidrat.

Batas gula darah normal untuk orang dewasa biasanya 100 mg / dL atau kurang dari 140 mg / dL setelah makan. Sedangkan kadar gula darah bisa dikatakan tinggi (hiperglikemia) yaitu ketika nilai gula darah puasa (sebelum makan) lebih dari 125 mg / dL dan lebih dari 180 mg / dL setelah makan.

Ciri-ciri gula darah tinggi tidak hanya ditunjukkan dengan kadar gula darah yang naik di atas batas normal, tetapi juga bisa ditandai dengan gejala yang mengganggu.

Menurut American Diabetes Association, berikut ini adalah gejala umum gula darah tinggi:

  • Sering buang air kecil
  • Sering merasa haus
  • Menurunkan berat badan secara drastis
  • Kulit kering
  • Gangguan visual

Penyebab kadar gula darah tinggi bisa berasal dari gangguan atau kondisi insulin dan gaya hidup yang mempengaruhi pengaturan gula darah dalam tubuh, seperti:

1. Gangguan hormon insulin

Gangguan insulin menyebabkan gula darah naik

Pada dasarnya penyebab kadar gula darah tinggi adalah kurangnya suplai hormon insulin atau bila hormon insulin tidak bekerja secara maksimal akibat resistensi insulin.

Insulin merupakan hormon yang berperan penting dalam menjaga kadar gula darah tetap normal. Hormon ini membantu proses penyerapan glukosa oleh sel tubuh untuk diubah menjadi energi.

Nah, gangguan pada hormon insulin bisa disebabkan oleh kondisi autoimun, faktor genetik, usia, atau adopsi gaya hidup tidak sehat yang menyebabkan berat badan berlebih.

2. Dehidrasi

Dehidrasi juga bisa menjadi penyebab peningkatan kadar gula darah dalam tubuh.

Hal ini disebabkan karena kekurangan cairan pada aliran darah di dalam tubuh yang mengakibatkan peningkatan konsentrasi gula dalam darah alias darah menjadi lebih kental.

Hubungan ini juga bisa terjadi sebaliknya, ketika gula darah meningkat, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak urin untuk menyeimbangkan konsentrasi cairan dalam tubuh. Sebab, peningkatan kadar gula darah juga memicu dehidrasi.

3. Pemanis buatan

Pemanis buatan menyebabkan gula darah naik

Banyak orang yang menderita diabetes melitus menganggap aman mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak mengandung gula atau berlabel. bebas gula. Beberapa bahkan tiba ganti gula alami dengan pemanis buatan karena dianggap lebih aman.

Padahal, mirip gula atau pemanis alami, pemanis buatan tetap bisa meningkatkan kadar gula darah jika dikonsumsi berlebihan.

Risiko pemanis buatan menjadi penyebab gula darah ini ditemukan dalam sebuah studi tahun 2014 di The Journal Nature.

Peneliti melaporkan bahwa konsumsi minuman pemanis buatan berlabel "nol kalori" pada orang sehat (non-penderita diabetes) dapat menyebabkan intoleransi glukosa, peningkatan kadar gula darah, dan risiko berkembangnya diabetes melitus tipe 2.

Apakah Ada Pengganti Gula yang Lebih Sehat untuk Penderita Diabetes?

4. Fenomena fajar

Fenomena fajar atau fenomena fajar adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan gula darah tinggi. Kondisi ini terjadi saat tubuh mengalami peningkatan sejumlah hormon yang dapat meningkatkan gula darah secara drastis.

Seperti namanya, fenomena fajar biasa terjadi pada pukul 2-8 pagi, di mana tubuh mengeluarkan hormon seperti hormon pertumbuhan, kortisol, glukagon, dan epinefrin, yang dapat meningkatkan resistensi insulin. Kondisi ini membuat kinerja insulin semakin terhambat sehingga gula darah naik.

5. Menstruasi

Perubahan hormonal selama menstruasi juga mempengaruhi kadar gula darah.

Ketidakstabilan hormon wanita yang sedang memasuki masa menstruasi bisa membuat tubuh kurang sensitif terhadap insulin. Kondisi ini bisa menyebabkan gula darah naik. Biasanya ini terjadi seminggu sebelum menstruasi berlangsung.

6. Obat-obatan

Obat-obatan tertentu juga dapat memengaruhi kadar gula darah Anda. Pasalnya, beberapa obat memiliki efek samping pada peningkatan kadar gula darah dalam tubuh.

Menurut studi di jurnal Spektrum DiabetesBeberapa obat diketahui dapat memicu peningkatan kadar gula darah, yaitu:

  • Kortikosteroid: biasanya diberikan untuk mengatasi peradangan pada tubuh seperti asma, arthritis, dan infeksi saluran pernafasan lainnya.
  • Obat antipsikotik atau antidepresan: obat-obatan yang digunakan dalam terapi kesehatan mental seperti olanzapine.dll dan clozapine.
  • Penghambat beta: golongan obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah, mengobati aritmia (detak jantung tidak teratur), hingga mengurangi kecemasan.
  • Penghambat protase: obat-obatan yang digunakan untuk pengobatan HIV / AIDS, seperti ritonavir.
  • Obat diuretik: obat ini digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan meningkatkan cairan, misalnya diuretik tiazid.
  • Siklosporin: obat-obatan yang digunakan dalam pengobatan transplantasi ginjal.
  • Asam nikotinat atau niasin: obat untuk menurunkan lemak darah sehingga menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik.

Mengonsumsi pil KB juga memengaruhi kadar gula darah. Oleh karena itu, penderita diabetes disarankan untuk mengonsumsi pil KB kombinasi, seperti estrogen norgestimate dan sintetis.

Namun, ini tidak berarti bahwa Anda sepenuhnya dilarang untuk menggunakan obat ini. Konsultasikan dengan dokter Anda tentang aturan mengonsumsi obat yang memicu peningkatan gula darah ini. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan manfaatnya sekaligus menghindari efek samping yang dapat membahayakan kesehatan Anda.

7. Kurang tidur

Penelitian dipublikasikan di Jurnal Perawatan Diabetes menunjukkan bahwa ketika penderita diabetes tipe 1 membatasi tidur hingga 4 jam semalam, sensitivitas insulin mereka menurun 14-21%.

Kurang tidur akan meningkatkan stres pada tubuh dan berakibat pada peningkatan kadar gula darah. Pasalnya, pada saat tidur terjadi penurunan hormon kortisol dan aktivitas sistem sarah yang dapat membantu mengatur kadar gula darah.

8. Mengkonsumsi kopi

kuis kopi

Meski tidak menggunakan gula, konsumsi kopi bisa menyebabkan gula darah tinggi. Pasalnya, kafein dalam kopi memang bisa memengaruhi peningkatan gula darah bagi sebagian orang.

Penelitian dilakukan oleh Universitas Duke Pada tahun 2008 ditemukan bahwa penderita diabetes melitus tipe 2 yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi kopi atau teh yang mengandung 500 mg kafein, dapat meningkatkan kadar gula darah 7,5%.

9. Sakit

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, seperti pneumonia, bisa menyebabkan gula darah tinggi.

Saat sakit atau terjadi infeksi pada tubuh, tubuh akan memproduksi hormon dan meningkatkan sistem imun untuk melawan kuman dan bakteri. Namun, saat penderita diabetes sedang sakit atau sedang menderita penyakit infeksi, gula darahnya cenderung meningkat.

10. Lewati sarapan

Ternyata sarapan juga bisa membantu menstabilkan kadar gula sepanjang hari. Dijelaskan dalam Jurnal Perawatan Diabetes, Saat penderita diabetes mellitus tipe 2 melewatkan sarapan pagi, maka sel beta pankreas yang berfungsi memproduksi insulin bekerja tidak maksimal sehingga menyebabkan gula darah naik.

Cara mengatasi gula darah tinggi

Jika Anda merasakan gejala gula darah tinggi akibat penyebab di atas, sebaiknya segera periksa kadar gula darah Anda. Pemeriksaan gula darah bisa dilakukan melalui tes di puskesmas atau secara mandiri di rumah dengan menggunakan alat cek gula darah.

Jika gula darah Anda memang naik dari batas normal, berbagai upaya pengobatan baik secara medis maupun di rumah bisa dilakukan sebagai cara menurunkan gula darah. Beberapa di antaranya termasuk:

  • Jalani pengobatan yang bertujuan untuk menurunkan gula darah.
  • Latihan rutin.
  • Makan dengan nutrisi seimbang secara teratur.
  • Kelola stres.
  • Cek gula darah secara rutin.

Gangguan pada hormon insulin merupakan penyebab utama tingginya kadar gula darah, namun beberapa faktor juga dapat berperan memicu kenaikan gula darah secara normal. Anda perlu mewaspadai dan menghindari hal-hal yang menyebabkan gula darah ini naik agar kadar gula darah tetap dalam batas normal.

Postingan 10 Hal Yang Dapat Menyebabkan Gula Darah Naik muncul pertama kali di Hello Sehat.

10 Hal yang Menjadi Penyebab Gusi Anda Berdarah

Tidak pernah terlihat kebingungan gusi berdarah saat menggosok gigi? Selama ini, Anda mungkin hanya menganggapnya sepele. Namun berhati-hatilah karena gusi berdarah juga bisa menjadi tanda berbagai penyakit serius. Mengetahui berbagai penyebab gusi berdarah dapat membantu menentukan pengobatan yang tepat jika Anda mengalaminya sewaktu-waktu.

Apa penyebab gusi berdarah?

Gusi yang sehat harus berwarna merah muda dan bertekstur padat dengan permukaan yang halus. Gusi yang sehat juga tidak akan mudah berdarah jika digosok atau ditekan. Namun, gusi, seperti gigi, rentan terhadap masalah jika tidak dirawat dengan baik. Gusi rentan bengkak dan berdarah saat meradang.

Sebelum ini terjadi, area di sekitar gusi yang terkena biasanya akan membentuk kantung yang memisahkan gusi dari gigi. Saat peradangan berlanjut, kantung akan menumpuk lebih dalam dan dapat menyebabkan infeksi parah di rongga mulut. Risiko perdarahan pada gusi tidak bisa dihindari.

Secara umum, berikut berbagai penyebab gusi berdarah yang perlu Anda waspadai.

1. Jarang menyikat gigi

menyebabkan mulut kering

Jika Anda adalah orang yang malas atau jarang menyikat gigi, ini bisa jadi penyebab gusi Anda sering berdarah.

Bukan tanpa alasan, banyak ahli menekankan setiap orang rajin menyikat gigi dua kali sehari. Semakin jarang Anda menyikat gigi, semakin banyak plak yang menutupi permukaan gigi akan menebal dan mengeras.

Plak adalah kotoran gigi yang banyak mengandung bakteri. Plak muncul akibat sisa makanan yang tertinggal di permukaan gigi atau retakan gigi yang tidak dibersihkan dengan baik. Nah, plak inilah yang memicu radang pada gusi dan kemudian menyebabkan gusi Anda berdarah.

2. Menyikat gigi terlalu keras

Obat gusi darah

Menyikat gigi dengan keras tidak menjamin gigi Anda bersih berkilau. Menyikat gigi terlalu keras dan keras justru bisa menyebabkan gusi berdarah.

Seperti dijelaskan sebelumnya, gusi kita terdiri dari jaringan lunak yang tipis. Gesekan atau benturan keras dapat menyebabkan cedera gusi, yang dapat menyebabkan pendarahan.

Oleh karena itu, sikatlah gigi dengan santai dan perlahan. Perhatikan juga teknik menyikat Sehingga harus bersih walau pelan-pelan. Hindari menyikat gigi dengan gerakan maju mundur seperti menyetrika pakaian. Sikat gigi Anda dengan gerakan melingkar dari atas ke bawah selama 20 detik di setiap sisi.

Jangan lupa, gunakan sikat gigi yang lembut. Bulu sikat yang kasar dapat melukai gusi, membuatnya rentan terhadap gusi berdarah. Pastikan juga lebar kepala sikat yang Anda gunakan sesuai dengan lebar mulut Anda.

3. Teknik flossing salah

Membersihkan gigi hanya dengan menyikat gigi saja tidak cukup. Anda masih membutuhkan flossingyaitu pembersihan sela-sela gigi yang sulit dijangkau dengan bulu sikat menggunakan benang gigi.

Namun, masih banyak orang yang belum mengetahui teknik tersebut flossingmasih kurang tepat. Ada orang yang terlalu terburu-buru atau terlalu ketat untuk menarik benang di antara gigi. Cara flossing Cara yang salah bisa menyebabkan gusi sakit dan berdarah.

Karena itu, pastikan Anda melamar teknik flossing yang benar. Caranya mudah, masukkan benang gigi di antara gusi dan gigi secara perlahan. Jangan tarik benang dengan kencang agar pas dengan celahnya. Kemudian tekan dan geser utas secara perlahan. Setelah itu, lepaskan utas dengan hati-hati.

Kemudian bilas mulut Anda untuk membilas gigi yang sudah dibersihkan. Terbiasalah flossing setiap kali Anda selesai menyikat gigi.

4. Kebiasaan merokok

bagaimana berhenti merokok

Kebiasaan merokok terbukti dapat merusak kesehatan tubuh. Termasuk kesehatan gigi dan mulut. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) bahkan mengatakan bahwa perokok aktif bisa dua kali lebih mungkin mengalaminya penyakit gusi (periodontitis) dibandingkan orang yang tidak merokok.

Risiko ini muncul karena rokok mengandung racun dan bahan kimia berbahaya yang dapat memicu maraknya pertumbuhan bakteri jahat di mulut. Hal ini membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi, yang dapat menyebabkan gusi meradang, bengkak, dan akhirnya berdarah.

Merokok juga melemahkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan bakteri jahat penyebab infeksi. Ujung-ujungnya, daya tahan tubuh yang lemah bisa membuat jaringan gusi yang sudah rusak sulit untuk diperbaiki. Sehingga jika suatu saat gusi terluka maka akan lebih mudah mengalami perdarahan dan pembengkakan.

5. Kekurangan vitamin C dan K.

vitamin c dan seng

Anda menyikat gigi dengan rajin dan flossing, juga tidak merokok, tapi masih ada masalah gusi? Bisa jadi penyebab gusi berdarah yang Anda alami karena tubuh kekurangan vitamin C dan K.

Vitamin C dan K merupakan dua vitamin penting untuk membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Namun sayangnya, masih banyak orang yang kekurangan asupan kedua vitamin tersebut.

Vitamin C berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh agar lebih kuat melawan bakteri penyebab infeksi gusi. Tubuh Anda juga membutuhkan vitamin C untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Sedangkan vitamin K dibutuhkan tubuh untuk proses pembekuan darah. Tanpa asupan vitamin K yang cukup, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengalami pendarahan bahkan dari luka kecil.

Asupan kedua vitamin ini sebenarnya mudah ditemukan dalam makanan sehari-hari. Vitamin C bisa Anda dapatkan dari buah jeruk seperti jeruk dan lemon, jambu biji, pepaya, kiwi, stroberi, nanas, dan mangga. Sedangkan sayuran berdaun hijau seperti brokoli, bayam, sawi, kubis, mentimun, dan selada mengandung vitamin K.

Vitamin K juga terdapat dalam kacang-kacangan, daging, telur, susu dan produk susu seperti keju, yogurt dan kefir.

6. Perubahan hormonal

lamanya periode menstruasi pendek

Perubahan hormonal yang dialami wanita saat pubertas, kehamilan, menstruasi, dan menopause dapat memengaruhi kondisi gusi dan mulut mereka secara keseluruhan.

Hal ini terutama dipicu oleh perubahan hormon estrogen dan progesteron selama ini yang dapat meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk gusi. Aliran darah yang deras menyebabkan jaringan gusi menjadi merah, lunak, dan bengkak, sehingga lebih mudah berdarah.

Perubahan hormonal ini kemudian juga mengubah respons tubuh terhadap racun yang diproduksi oleh bakteri penyebab plak. Nah, karena itu, wanita cenderung lebih mudah mengalami penyakit gusi dibandingkan pria.

Khusus bagi ibu hamil, perubahan hormon tubuh juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga lebih rentan terhadap infeksi gusi. Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) melaporkan itu wanita hamil memiliki risiko lebih tinggi terkena radang gusi pada trimester awal kehamilan.

7. Radang gusi

obat gusi bengkak

Radang gusi (radang gusi) merupakan masalah mulut yang paling sering menyebabkan gusi berdarah. Kondisi ini menyebabkan gusi meradang dan bengkak sehingga mudah mengeluarkan darah. Terkadang, radang gusi juga dapat menyebabkan rasa sakit dan nyeri yang hebat pada gusi yang terkena.

Gingivitis disebabkan oleh penumpukan plak (lapisan lengket yang mengandung bakteri) yang menutupi permukaan gigi. Plak bisa muncul jika Anda malas menyikat gigi setelah makan.

Jika dibiarkan terus menerus, plak bisa mengeras dan berubah menjadi karang gigi. Secara bertahap, karang gigi dapat menyebabkan peradangan pada jaringan gusi di sekitarnya, sehingga rentan mengalami pendarahan.

Menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah kunci utama untuk mencegah radang gusi. memilih pasta gigi yang mengandung fluoride untuk membantu melindungi dan menjaga kekuatan gigi agar tidak mudah rusak.

8. Periodontitis

gusi purulen

Gingivitis yang tidak diobati dapat berkembang menjadi penyakit gusi atau periodontitis. Dengan kata lain, periodontitis adalah penyakit gingivitis lanjut.

Sayangnya, banyak orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit ini sehingga keluhannya seringkali diabaikan. Beberapa orang menyadari bahwa mereka terkena periodontitis ketika kondisinya terlalu parah dan memiliki komplikasi yang serius.

Periodontitis adalah infeksi serius yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi. Selain menyebabkan kehilangan atau kehilangan gigi, periodontitis juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan berbagai masalah kesehatan serius lainnya.

Jadi sebelum terlambat, rajin-rajinlah cek gigi anda ke dokter gigi. Dokter gigi dapat segera memberikan tindakan pencegahan atau perawatan yang sesuai jika ia menemukan potensi masalah pada gigi dan mulut Anda.

8. HIV (Human Immunodeficiency Virus)

karena diabetes

Penyebab seringnya gusi berdarah juga bisa terjadi karena Anda didiagnosis HIV. Para ahli menyebut ODHA (People With HIV / AIDS) lebih berisiko mengembangkan masalah mulut dan gigi dibandingkan orang lain.

Beberapa masalah mulut yang paling sering dialami ODHA adalah gusi berdarah, mulut kering, radang gusi, periodontitis, seriawan, luka dingin, leukoplakia, dan karies gigi.

Terlepas dari sifat penyakit itu sendiri yang melemahkan sistem kekebalan, efek terapinya juga sama. Akibatnya, tubuh ODHA akan semakin sulit melawan berbagai macam infeksi. Termasuk infeksi yang menyebabkan masalah mulut. Hal ini bisa diperburuk jika ODHA tidak merawat giginya dengan baik.

9. Diabetes

Masalah Gigi dan Mulut

Gusi yang sering bengkak dan pendarahan bisa jadi pertanda Anda menderita diabetes. Diabetes merupakan penyakit kronis yang dapat menyerang seluruh tubuh, termasuk gigi dan mulut.

Jika Anda menderita diabetes dan sering kali kadar gula darah tidak terkontrol, Anda akan lebih mudah terserang penyakit gusi dibandingkan mereka yang mampu mengontrol gula darahnya dengan baik. Mengapa demikian?

Kadar gula darah yang tinggi dapat melemahkan sistem kekebalan untuk melawan bakteri di dalam mulut. Akibatnya, plak gigi akan lebih mudah terbentuk, yang selanjutnya membuat gusi menjadi meradang dan terinfeksi.

Selain itu, diabetes juga dapat memperburuk peredaran darah. Apalagi jika Anda juga merokok. Sirkulasi darah yang buruk ini akan menghambat suplai darah segar beroksigen ke bagian tubuh yang membutuhkannya, termasuk gusi. Hal ini memudahkan Anda terkena infeksi.

10. Gangguan pembekuan darah

berkumur dengan obat kumur

Jika Anda memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan masalah pembekuan darah, Anda kemungkinan besar akan mengalami gusi berdarah. Leukemia (kanker darah), hemofilia, dan trombositopenia adalah beberapa penyakit gangguan pembekuan darah yang bisa jadi penyebab gusi Anda sering berdarah.

Ketiga penyakit ini membuat tubuh sulit mengontrol pendarahan saat mengalami cedera. Luka kecil bisa membuat Anda mengalami pendarahan hebat.

Segera ke dokter gigi bila gusi sering berdarah

menyebabkan gusi berdarah

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ada banyak hal yang dapat menyebabkan gusi berdarah. Dari hal-hal kecil dalam keseharian kita yang bisa dicegah, hingga tanda-tanda gangguan kesehatan yang serius.

Jadi, jangan tunda lagi untuk memeriksakan diri ke dokter gigi jika setelah berganti kebiasaan pun gusi Anda masih sering mengeluarkan darah.

Apalagi jika Anda juga mengalami rangkaian gejala lain yang tidak normal atau tidak biasa, seperti:

  • Demam tinggi yang berlangsung beberapa hari.
  • Nyeri hebat dan tajam bahkan setelah minum obat pereda nyeri.
  • Sensasi tidak enak di mulut karena merasakan adanya benjolan yang membengkak (abses).
  • Bau mulut parah karena keluarnya cairan berbau busuk dari gusi atau mulut.
  • Kesulitan membuka mulut, sehingga sulit untuk menggigit, mengunyah, bahkan berbicara.

Dokter gigi akan melakukan serangkaian tes untuk menentukan apa yang menyebabkan gusi Anda sering berdarah. Dengan mengetahui penyebabnya, dokter akan lebih mudah menentukan pengobatan yang tepat sesuai kondisi Anda.

Rutin konsultasi dengan dokter gigi adalah cara terbaik untuk memeriksa dan merawat gigi Anda agar tetap bersih dan sehat. Biasakan untuk menjadwalkan sesi konsultasi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, terlepas apakah Anda merasakan ada keluhan atau tidak.

Postingan 10 Hal Yang Menyebabkan Gusi Anda Berdarah muncul pertama kali di Hello Sehat.

4 Tips Mencegah Rumah Menjadi Sarang Nyamuk

Sarang nyamuk nyatanya bisa dengan mudah ditemukan di sekitar rumah Anda. Tanpa Anda sadari, nyamuk yang dapat berkembang biak dengan mudah akan menimbulkan gangguan kesehatan sendiri, terutama demam berdarah.

Pernahkah Anda menyadari bahwa sarang nyamuk di dekat Anda difasilitasi oleh Anda? Seperti membiarkan terbuka wadah atau tempat berisi air yang mudah untuk dijadikan tempat bertelur, atau Anda malas merapikan pakaian yang sudah menumpuk tergantung di balik pintu. Hal-hal tersebut justru menarik nyamuk untuk bersarang di lingkungan Anda. Yuk, simak beberapa cara mencegah sarang nyamuk berkembang biak di lingkungan Anda.

Hal-hal yang harus dilakukan untuk mencegah berkembang biaknya sarang nyamuk

1. Tutupi dan hancurkan semua lubang yang berisi air

Sifat nyamuk yang paling umum adalah suka bertelur di genangan air yang bersih. Nah, yang paling mengkhawatirkan adalah bila ada baki, kendi atau lubang di tanah yang terisi air di sekitar halaman rumah Anda. Ini adalah tempat berkembang biaknya nyamuk.

Nyamuk akan lebih mudah berkembang biak pada musim hujan, dimana tempat atau posisi cekung yang terisi air hujan akan mudah menjadi sarang nyamuk. Untuk mencegahnya, jika Anda menemukan genangan air di dalam tanah, segera timbun dan tutupi dengan tanah. Jika ada tempat atau nampan yang terisi air mohon ditutup atau dikosongkan airnya biar tidak jadi sarang nyamuk.

2. Tidak suka menggantung pakaian atau menumpuk barang

Jika anda memperhatikan sarang nyamuk, anda akan menemukan banyak sekali, dimana terdapat tumpukan pakaian atau barang padat dalam jumlah banyak. Nyamuk menyukai tempat-tempat yang lembab dan gelap. Kalaupun sudah disemprot cairan insektisida, tetap tidak akan menjangkau semua celah di lemari Anda.

Cara mencegah yang harus Anda lakukan adalah, hindari barang atau pakaian yang berlebihan menumpuk. Kalau mau memakainya jangan lupa cuci dulu bajunya. Biasakan menutup lemari, dan jauhkan barang-barang Anda yang menumpuk di tempat yang agak jauh.

3. Potong dan bersihkan gulma di halaman Anda

Halaman yang ditumbuhi tanaman hijau atau rerumputan memang tidak sedap dipandang. Namun tahukah Anda, sarang nyamuk ditemukan di rerumputan yang lebat, panjang, dan tidak terawat? Seperti yang telah dibahas sebelumnya, saat hujan tidak semua air terserap ke dalam tanah, terkadang masih terbawa tanaman liar lainnya. Nah, dari situ nyamuk akan leluasa menelurkan ribuan anak hingga menimbulkan penyakit pada manusia.

Tumbuk rata dan rapikan pekarangan atau ilalang di sekitar rumah, jangan lupa tutup lubang disekitarnya, ratakan dengan tanah. Hal baiknya adalah, Anda bisa menanam tanaman seperti lavender, jeruk atau serai yang dibenci nyamuk.

4. Tutup jendela di malam hari dan bakar minyak atau obat nyamuk

Sarang nyamuk di rumah Anda akan memudahkan nyamuk berkeliaran untuk mencari makan di rumah Anda. Usahakan lapisi setiap celah atau lubang kecil di rumah anda menggunakan kawat kasa halus, agar nyamuk tidak mudah masuk. Jangan lupa tutup jendela dan pintu pada malam hari, karena nyamuk aktif pada malam hari.

Sebelum tidur, oleskan krim pengusir nyamuk pada tubuh Anda. Jika Anda memiliki bayi, tutupi tempat tidur dengan alat pengusir nyamuk. Anda juga bisa membakar serai dan pengusir serangga sebelum tidur.

Postingan 4 Tips Mencegah Rumah Anda Menjadi Sarang Nyamuk muncul pertama kali di Hello Sehat.

4 Hal yang Harus Menjadi Pertimbangan Sebelum Bercerai

Dalam pernikahan, terkadang ada masalah di antara pasangan yang sulit diatasi dan harus memutuskan untuk bercerai. Namun, sebelum memutuskan ini, Anda harus mempertimbangkan beberapa hal. Karena, tidak selalu bercerai adalah cara yang benar. Jadi, apa pertimbangannya sebelum memutuskan bercerai?

Apa yang harus dipertimbangkan sebelum bercerai?

Ada berbagai hal yang bisa menjadi penyebab perceraian. Namun, tidak semua proses perceraian berjalan lancar. Psikolog dan ahli terapi fisik dari Chicago, AS, Elizabeth Lombardo mengatakan proses perceraian yang berlarut-larut dapat menciptakan stres kronis yang berdampak buruk pada setiap organ dan sistem tubuh manusia.

Memang, tidak semua perceraian berakhir buruk, tetapi tidak semua perceraian berakhir dengan baik. Karena itu, ada baiknya Anda berpikir hati-hati sebelum perceraian selesai. Berikut adalah beberapa pertimbangan yang perlu Anda pikirkan dan buat sebelum memutuskan untuk bercerai.

  • Upaya untuk meningkatkan

Dalam pernikahan, Anda sering menemukan masalah dengan pasangan yang membuat Anda emosional. Ini adalah hal yang normal terjadi. Namun, yang terpenting dari ini adalah apakah ada upaya dari Anda dan pasangan untuk memperbaikinya?

Ini juga berlaku saat Anda merasa ingin bercerai dari pasangan. Apa pun alasan perceraian Anda, Anda perlu bertanya pada diri sendiri apakah Anda dan pasangan sudah mencoba memperbaikinya dan mempertahankan pernikahan?

Jika ini belum dilakukan, jangan buru-buru memutuskan perceraian. Tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan perceraian. Pertimbangkan juga apakah ada kesalahan dalam perkawinan yang membuat Anda kesulitan untuk menyelesaikan masalah Anda?

Jika Anda berdua tidak dapat menyelesaikan masalah, konseling perkawinan dapat menjadi pertimbangan untuk Anda lakukan sebelum memutuskan untuk bercerai. Pada titik kritis seperti ini, cari terapis perkawinan yang profesional dan berkualitas dan jujur ‚Äč‚Äčketika konseling dilakukan.

  • Kesiapan hidup sendiri

Ketika Anda memutuskan untuk bercerai, hidup Anda tentu tidak akan sama seperti sebelumnya. Jika Anda telah melakukan banyak hal dengan pasangan Anda, setelah perceraian Anda harus melakukannya sendiri.

Tidak ada lagi pasangan yang telah menjadi teman cerita dan tempat untuk bergantung. Apa kamu siap untuk itu? Juga tanyakan pada diri sendiri, apakah Anda akan lebih bahagia tanpa pasangan?

Nancy Colier, seorang psikoterapis dari Manhattan, AS, mengatakan Anda harus melihat secara realistis apa yang Anda dapatkan dalam pernikahan yang sepadan dengan perceraian. Mungkin pasangan Anda sudah sangat membantu dalam urusan pekerjaan sehari-hari, sehingga ketika kehilangan itu hanya akan membuat Anda kesulitan.

  • Dampaknya pada anak-anak

Anak-anak adalah pertimbangan yang sangat penting sebelum memutuskan untuk bercerai. Jika Anda sudah memiliki anak dari pernikahan, Anda harus mempertimbangkan bagaimana dampaknya pada anak dan bagaimana menangani anak setelah perceraian.

Perceraian orang tua akan sangat mempengaruhi kehidupan anak. Satu penelitian menunjukkan bahwa secara emosional, anak-anak merasa lebih baik ketika orang tua mereka bersama, meskipun orang tua mereka tidak bahagia, daripada ketika orang tua mereka bercerai.

Jika perceraian tidak terhindarkan, Anda dan pasangan Anda harus mendiskusikan cara merawat anak-anak setelah perceraian. Pastikan kebutuhan anak masih terpenuhi dan ia mendapat cinta yang sama dari kedua orang tua.

  • Masalah keuangan

Dalam pernikahan, Anda harus mengelola keuangan keluarga bersama dengan pasangan Anda. Namun, ketika Anda bercerai, Anda harus mengelola keuangan Anda dan memenuhi kebutuhan hidup Anda sendiri.

Jika ada masalah keuangan, Anda juga harus menyelesaikannya sendiri. Jika Anda belum siap untuk hal ini, maka jangan terburu-buru untuk bercerai. Ini bisa menjadi pertimbangan Anda sebelum memutuskan untuk bercerai.

Memutuskan waktu yang tepat untuk bercerai dengan pasangan tidak mudah. Anda berdua perlu mempertimbangkan dengan cermat berbagai dampak yang mungkin terjadi, termasuk proses perceraian yang bisa memakan waktu.

Posting 4 Hal yang Harus Anda Pertimbangkan Sebelum Perceraian muncul pertama kali di Hello Sehat.

4 Kiat Mengajarkan Anak Menjadi Sosok Teman yang Baik

Selain anggota keluarga di rumah, anak-anak membutuhkan teman. Alasannya, teman menghabiskan waktu bersama anak Anda seharian di sekolah dan di rumah. Agar hubungan mereka harmonis dan langgeng, Anda perlu mengajari anak Anda untuk menjadi teman yang baik. Ayo, ikuti beberapa cara berikut.

Mengapa Anda perlu mengajar anak-anak untuk menjadi teman yang baik?

Teman adalah tokoh penting bagi kehidupan anak-anak. Memiliki teman dan berteman membuat anak-anak belajar mengenal diri mereka lebih baik. Selain itu, menurut halaman Life Education, memiliki teman juga dapat meningkatkan kepercayaan diri, sosialisasi, dan kompetisi pada anak-anak.

Ketika anak-anak adalah orang dewasa, teman-teman juga dapat membantu mereka menemukan diri mereka yang sebenarnya dan mengurangi kecemasan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa teman menjadi bagian penting dalam perkembangan sosial, emosi, dan kesehatan fisik anak.

Namun, berteman dengan anak-anak tidaklah mudah. Alasannya, ini melibatkan beragam keterampilan, salah satunya adalah kemampuan anak untuk menempatkan diri sebagai teman baik.

Jika tidak, anak mungkin agresif dan sering mengejek temannya. Karena itulah, peran orang tua sangat dibutuhkan agar anak Anda berhasil membangun persahabatan yang sehat.

Berikut adalah beberapa cara untuk mengajar anak-anak menjadi teman baik, seperti:

1. Tingkatkan empati

kakak dan adik berkelahi memperebutkan anak

Melatih anak untuk menjadi teman yang baik dimulai dengan mengasah empati-nya. Empati adalah kemampuan anak-anak untuk menempatkan diri pada posisi orang lain untuk memahami emosi seseorang.

Empati memungkinkan anak-anak untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat melukai teman-teman mereka, seperti menggoda atau menggertak teman-teman mereka. Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan empati anak, salah satunya membantunya mengatasi emosi negatif.

Ketika Anda menangkap seorang anak berkelahi dan memukuli seorang teman, jangan langsung memarahinya. Dekati dia dan jelaskan ini dengan lembut, "Kamu kesal, ya, dengan Adit? Jangan dikalahkan lain kali, itu menyakitkan. Kamu memberitahunya dengan baik, jika kamu ingin meminjam mainan itu, oke?"

Menjelaskan ini kepada anak-anak dapat membantu anak-anak untuk memahami perasaan orang lain dengan lebih baik dan meningkatkan empati.

2. Mengajarkan keterampilan dalam bersosialisasi

kartu identitas anak

Cara selanjutnya untuk mengajar anak-anak menjadi teman baik adalah meningkatkan kemampuan bersosialisasi. Anda dapat mengajari anak-anak cara berbicara dengan sopan, seperti mengucapkan terima kasih, maaf, dan ekspresi yang dapat menunjukkan perhatian anak terhadap temannya.

3. Baca buku tentang persahabatan timbal balik

kecerdasan emosi pada anak-anak

Persahabatan adalah hal yang abstrak, yang mungkin sulit dipahami anak-anak. Anda dapat menambah pengetahuan anak-anak tentang persahabatan melalui kegiatan membaca buku.

Buku bacaan biasanya memiliki beragam topik persahabatan, seperti mengajarkan rasa hormat terhadap perbedaan, memberi tahu mereka cara menghibur teman yang sedih, atau cara meminta maaf kepada teman. Melalui berbagai bacaan ini dapat memberikan gambaran tentang apa yang memperlakukan teman dengan baik.

4. Jadilah contoh

bagaimana cara memuji anak

Cara mengajar anak menjadi teman baik bukan hanya dari buku. Buku memang memberi gambar, tetapi anak-anak membutuhkan figur nyata yang bisa mereka tiru. Nah, di sinilah peran Anda diperlukan karena anak-anak akan memperhatikan perilaku Anda.

Mengajarkan keterampilan ini tidak dapat dilakukan secara instan. Anak-anak perlu waktu untuk mencernanya dan membiasakan diri. Dia kadang-kadang dapat membuat kesalahan dan ini adalah hal yang wajar. Jadi, Anda harus selalu mengawasi dan membimbing anak-anak agar mereka bisa menjadi teman baik bagi orang lain.

Pos 4 Kiat Mengajar Anak Menjadi Sahabat Sosok pertama muncul di Hello Sehat.

Scroll to top