Program

Optimalkan Program Hamil Ibu dan Ayah dengan Konsumsi Asam Folat

Asupan nutrisi selama si kecil kesehatan perlu direncanakan sebelum kehamilan. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung pertumbuhan janin yang sehat. Rencana ini memastikan Ibu dan Ayah menjaga dan memberikan nutrisi penting yang masuk ke dalam tubuh, terutama asam folat, selama program kehamilan.

Asam folat perlu dikonsumsi oleh Bunda dan Ayah, agar mendukung pembentukan DNA sehat pada janin. Yuk, cari tahu peran apa asam folat dalam program kehamilan Ibu dan Ayah.

Pentingnya asam folat bagi bapak untuk program hamil

asam folat untuk program hamil

Ayah dan ibu memiliki andil yang sama dalam menentukan masa depan janin, sebelum memasuki masa kehamilan. Masa depan janin ditentukan oleh nutrisi yang Anda konsumsi sekarang.

Asam folat merupakan salah satu bentuk vitamin B yang penting dalam mengurangi risiko cacat lahir. Selama menjalani program kehamilan, asam folat berperan penting dalam mendukung kesehatan sperma. Sperma yang sehat dapat memberikan DNA yang berkualitas baik untuk perkembangan janin.

Ada hubungan erat antara pola makan pria dan kualitas spermanya. Suplementasi asam folat berperan penting dalam menjaga kualitas sperma. Kualitas sperma dinilai dari pergerakan, bentuk dan jumlah sperma pada pria.

Sementara itu, di halaman Pelayanan Kesehatan Nasional (NHS) UK, menyebutkan konsumsi asam folat secara signifikan dapat mengurangi kelainan sperma atau sel sperma yang tidak sehat pada pria.

NHS memaparkan hasil studi bahwa konsumsi asam folat yang tinggi dapat mengurangi 19% kemungkinan kelainan sperma dibandingkan dengan konsumsi asam folat dalam jumlah sedang. Dengan catatan, pria dalam keadaan sehat dan tidak merokok.

Ketika seorang ayah mempersiapkan dirinya dengan asupan asam folat yang tinggi, ia juga meminimalkan risiko berikut pada janin:

  • Sindrom Tiga X, kelainan genetik karena kromosom X ekstra. Hal tersebut dapat menghambat perkembangan belajar anak, melakukan aktivitas fisik akibat kelemahan otot.
  • Kesempatan Sindrom Down, kelainan genetik akibat kelebihan kromosom 21. Hal ini mengakibatkan anak mengalami kesulitan belajar.

Lalu, berapa banyak asam folat yang perlu Anda konsumsi? Para ayah perlu mengonsumsi setidaknya 400 mikrogram atau 0,4 mg asam folat untuk program kehamilan.

Nah, kini Anda sudah tahu bahwa peran ayah tak kalah pentingnya untuk program kehamilan ini. Selanjutnya, cari tahu pentingnya asupan asam folat yang Anda konsumsi sebelum hamil.

Konsumsi asam folat untuk ibu dalam perencanaan kehamilan

makanan yang mengandung asam folat

Saat menjalankan program kehamilan, Anda juga perlu mengonsumsi asam folat untuk membantu pembentukannya tabung saraf yang merupakan bagian dari sistem saraf pusat.

Kekurangan asam folat dapat meningkatkan risiko cacat lahir, seperti:

  • Spina bifida, bila tulang belakang dan sumsum tulang belakang tidak sepenuhnya terbentuk
  • Anencephaly, otak belum berkembang sepenuhnya
  • Ensefalokel, ketika jaringan otak menonjol keluar dari kulit melalui lubang di tengkorak

Namun, kondisi ini masih bisa dicegah asupan tinggi asam folat saat persiapan sampai saat hamil.

Untuk konsumsi asam folat, sebaiknya dilakukan minimal tiga bulan (paling lama) hingga 12 minggu kehamilan. Namun, bahkan selama masa kehamilan, asam folat juga dibutuhkan untuk membantu perkembangan si kecil di dalam kandungan.

Asam folat harian yang perlu dikonsumsi minimal 400 mikrogram per hari selama perencanaan kehamilan. Bunda dan bapak juga bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan tentang perencanaan diet asam folat untuk perencanaan kehamilan.

asam folat pada wanita hamil

Makanan tinggi asam folat untuk program hamil

vitamin b9 asam folat

Ayah dan ibu tak perlu bingung, asam folat mudah ditemukan dari makanan sehari-hari. Berikut makanan yang mengandung asam folat:

  • sayuran berdaun hijau, seperti brokoli, kol, bayam
  • kacang
  • jeruk
  • beras merah

Selain makanan, Bunda dan Ayah juga bisa mengonsumsi asam folat melalui suplemen. Namun, bacalah terlebih dahulu aturan minum pada label kemasan.

Agar meminum suplemen kehamilan tidak membosankan, calon ibu dapat memilih susu kehamilan yang diperkaya dengan nutrisi makro dan mikro yang lengkap seperti asam folat, omega 3 & 6, kalsium, zat besi dan vitamin D3 dengan rasa susu yang enak dan dapat diminum hangat. atau dingin..

Jangan lupa untuk terus mendidik diri sendiri nutrisi penting lainnya selama program kehamilan, agar janin tumbuh dengan sehat. Asam folat ibarat fondasi yang akan menentukan perkembangan janin kelak. Semoga janin Anda terus tumbuh dengan baik ya!

Postingan Mengoptimalkan Program Kehamilan Ibu dan Ayah dengan Mengkonsumsi Asam Folat muncul pertama kali di Hello Sehat.

BKKBN Tekankan Pentingnya Program KB Saat Pandemi COVID-19

Baca semua artikel tentang Coronavirus (COVID-19) di sini.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus dengan penuh semangat mengingatkan masyarakat akan pentingnya program Keluarga Berencana (KB) terutama selama pandemi COVID-19. Apa yang butuh perhatian?

Berkurangnya jumlah program keluarga berencana selama pandemi COVID-19

Pandemi KB-19

Pandemi COVID-19 mempengaruhi pelaksanaan program keluarga berencana nasional. Data BKKBN terbaru menyatakan ada penurunan drastis dalam jumlah program keluarga berencana selama pandemi COVID-19.

Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, Sp. O.G. (K) mengatakan bahwa pada bulan Maret 2020 ada 36 juta peserta keluarga berencana aktif sedangkan pada bulan April 2020 hanya ada 26 juta orang yang menerima layanan keluarga berencana. Ada penurunan jumlah peserta keluarga berencana hingga 10 persen dalam satu bulan.

"Jika ada 10 juta pasangan usia subur yang tidak menggunakan kontrasepsi, maka 25 persen memiliki potensi untuk kehamilan yang lebih tinggi," kata Dr. Hasto tentang Urgensi Urgensi Layanan KB selama Periode Normal Baru, Selasa (9/9) 6).

"Kita bisa melihat bahwa jika suntikan rusak, misalnya pada bulan pertama, 10 persen kemungkinan kehamilan, IUD (KB spiral) akan putus, 15 persen wanita hamil akan bisa hamil, pil akan pecah di bulan pertama dan peluang hamil 20 persen, "lanjutnya.

BKKBN meminta masyarakat, terutama pasangan muda yang sudah menikah, untuk melaksanakan program keluarga berencana dan menunda kehamilan mereka selama pandemi COVID-19. Ini dilakukan untuk menghindari kehamilan dan persalinan selama pandemi.

"Dalam satu tahun ada 2,6 juta pasangan baru yang menikah dan 80 persen hamil dalam waktu 12 bulan. Kemudian diperkirakan akan ada sekitar 2 juta kehamilan," kata Dr. Hasto.

Perbarui Total Distribusi COVID-19
Negara: Indonesia<! – : ->

Data Harian

39.294

Dikonfirmasi

<! –

->

15,123

Lekas ​​sembuh

<! –

->

2,198

Mati

<! –

->

Peta Diseminasi

<! –

->

Dokter Hasto menekankan pentingnya kehamilan berencana keluarga selama pandemi memiliki beberapa risiko karena akses ke layanan kesehatan sangat terbatas.

"P.pelayanan kesehatannya mungkin tidak aman karena pandemi dan kesibukannya yang luar biasa, "jelas dr. Hasto.

Berdasarkan perhitungan estimasi BKKBN, setidaknya 5 dari 100 kehamilan yang terjadi dapat mengalami keguguran. Karena itu, kehamilan di masa sulit ini sebisa mungkin ditunda.

Meningkatnya angka kehamilan tanpa rencana bisa berbahaya

kb pandemic covid-19 bidan atau dokter kandungan

Penurunan akses ke layanan keluarga berencana selama pandemi COVID-19 juga meningkatkan risiko terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan (kehamilan yang tidak diinginkan).

Penelitian oleh UNFPA (Organisasi Populasi Perserikatan Bangsa-Bangsa) memperkirakan bahwa akan ada sekitar 11 juta kehamilan yang tidak diinginkan selama pandemi. Data ini adalah hasil penelitian di 114 negara termasuk Indonesia.

Kehamilan yang tidak direncanakan adalah kehamilan yang terjadi pada waktu yang tidak diinginkan atau dijadwalkan. Kehamilan yang tidak direncanakan dapat terjadi karena tidak menggunakan kontrasepsi, atau menggunakan kontrasepsi yang tidak konsisten atau salah.

Kehamilan yang tidak terencana dapat berdampak negatif pada kesehatan, sosial dan psikologis, tIni dapat meningkatkan mortalitas dan morbiditas ibu dan bayi baru lahir.

covid-19 anak imunisasi

Di Indonesia, rata-rata ada dua kematian ibu setiap jam. Prediksi BKKBN, angka ini diyakini telah berlipat ganda dalam pandemi COVID-19 jika jumlah anggota masyarakat yang aktif dalam keluarga berencana terus menurun. Menurut UNFPA, program keluarga berencana berkontribusi sekitar 30 persen dalam mencegah kematian ibu dan janin.

Menurunnya jumlah alat kontrasepsi selama pandemi COVID-19 harus dicari untuk mengetahui penyebabnya sehingga dapat segera diperbaiki.

Program keluarga berencana diharapkan akan terus efektif untuk memenuhi hak-hak reproduksi setiap individu, terutama bagi wanita yang menanggung risiko kehamilan yang tidak direncanakan.

"Misalnya, menginginkan alat kontrasepsi tetapi akses ke layanan yang sulit dapat membuat hak untuk menunda kehamilannya terganggu, berisiko menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan," jelas Dr. dr. Melania Hidayati MPH, perwakilan dari UNFPA.

Risiko bayi baru lahir yang terinfeksi COVID-19

Alasan untuk penurunan kontrol kelahiran selama pandemi COVID-19

hamil dengan pandemi covid-19

Setidaknya ada dua alasan mengapa orang tidak melanjutkan program keluarga berencana selama pandemi COVID-19. Pertama, kSaya takut datang ke fasilitas kesehatan (fasilitas kesehatan). Kedua, fkeluarga berencana penyedia layanan kesehatan ditutup atau hanya terbuka dengan mengurangi kapasitas pasien.

Fasilitas layanan KB juga terganggu dan memutuskan untuk menutup layanan karena beberapa alasan termasuk:

  1. kekurangan bidan dan tim alat pelindung diri (APD)
  2. tidak diizinkan keluarga
  3. bidan berada dalam isolasi secara mandiri
  4. bidan dirawat karena COVID-19

Data dari Asosiasi Bidan Indonesia (IBI) menyatakan bahwa ada 218 bidan yang positif untuk COVID-19. Mereka dibagi menjadi 744 orang di bawah pengawasan (ODP), 48 pasien di bawah pengawasan (PDP), 94 orang tanpa gejala (OTG), dan 2 orang meninggal.

Selama pandemi COVID-19, orang diminta untuk terus mengakses program keluarga berencana ke layanan terdekat. Tentu saja, terus melamar jarak fisik dan menjaga kebersihan saat berada di fasilitas kesehatan.

Bantu dokter dan tenaga medis lainnya untuk mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan menyumbang melalui tautan berikut.

Hello Sehat tidak memberikan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Pos BKKBN Menekankan Pentingnya Program KB Ketika Pandemi COVID-19 muncul pertama kali di Hello Sehat.

Scroll to top