Seks

Apakah Pertama Kali Seks Langsung Berisiko HIV/AIDS?

HIV / AIDS adalah penyakit kronis yang melemahkan sistem kekebalan tubuh. Mengingat risiko penularan HIV terbesar adalah hubungan seksual, maka apakah seks yang pertama kali selalu berisiko menyebabkan HIV / AIDS? Temukan jawabannya di artikel ini.

Bagaimana kemungkinan tertular HIV / AIDS jika saya melakukan hubungan seks pertama kali?

Jika Anda dan pasangan sedang menjalin hubungan eksklusif (monogami), tentunya risiko penularan HIV / AIDS akan sangat-sangat kecil, bahkan hampir mustahil.

Begitu juga jika Anda berdua baru pertama kali akan berhubungan seks dan terbukti tidak mengidap HIV / AIDS atau penyakit menular lainnya melalui tes, risiko tertular HIV terbilang kecil.

Baik hubungan seks dengan kondom maupun tanpa kondom tidak dapat menularkan HIV / AIDS atau penyakit kelamin lainnya jika kedua pasangan benar-benar dijamin tidak memiliki riwayat penyakit kelamin.

Risiko penularan HIV / AIDS dari hubungan seks baru akan ada dan bisa sebesar pertama kali atau kesekian kalinya, bila hubungan seks dilakukan tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi virus.

Ya, tidak menutup kemungkinan melakukan hubungan seks pertama kali bisa langsung menularkan HIV jika Anda berhubungan seks tanpa kondom dengan pasangan seks yang memiliki riwayat penyakit kelamin tertentu.

Selain itu, didiagnosis positif HIV / AIDS atau berhubungan seks dengan seseorang yang terinfeksi HIV / AIDS sebelumnya memiliki banyak pasangan seks, membuat Anda berisiko tertular HIV / AIDS.

Risikonya sama besar jika Anda terlibat dalam hubungan cinta satu malam dengan orang baru.

Padahal, sebenarnya Anda masih bisa berisiko tinggi tertular penyakit menular seksual seperti HIV / AIDS meski sudah menggunakan kondom.

Pasalnya, kondom bisa robek atau cara pemakaiannya tidak tepat saat dibawa pergi.

Tidak ada alasan, menggunakan kondom itu penting!

Menggunakan kondom adalah cara terbaik untuk menjamin seks yang aman, baik itu pertama kali maupun setelahnya.

Karena, terlepas dari apakah Anda sama-sama baru mengenal kenalan atau sudah menjalin hubungan dalam waktu yang lama, kemungkinan besar Anda tidak mengetahui detail apa pun tentang kondisi kesehatan satu sama lain.

Nyatanya, mungkin perbincangan tentang “sejarah petualangan” seksual satu sama lain tidak pernah terangkat dalam keseharian Anda.

Apalagi banyak penyakit menular seksual yang tidak menimbulkan gejala sama sekali pada penderitanya.

Itu sebabnya kondom selalu siap di jaga untuk mencegah penularan penyakit.

Bukan hanya HIV / AIDS, tapi juga risiko penyakit menular seksual lainnya. Yyang tidak kalah berbahaya dari HIV.

Begitu juga dengan tes penyakit kelamin

Penting juga untuk terbuka dan membicarakan riwayat seks satu sama lain. Mengetahui dan memahami satu sama lain dapat sangat membantu Anda dan pasangan mencegah risiko penularan HIV dan penyakit menular seksual lainnya.

Selain itu, sama-sama menjalani tes penyakit kelamin sebelum memutuskan berhubungan seks untuk pertama kali sama pentingnya.

Ini tidak hanya untuk menumbuhkan kecurigaan dan ketidakpercayaan di antara Anda berdua. Diuji untuk penyakit kelamin hanyalah masalah menghormati satu sama lain.

Hasil tes negatif memungkinkan kedua belah pihak untuk sepenuhnya terlibat dalam hubungan dengan keyakinan yang kuat pada status kesehatan pasangan mereka dan jaminan kesehatan mereka sendiri.

Sebaliknya, jika hasil tesnya positif, ini bisa memberi Anda berdua waktu untuk mendiskusikan pencegahan dan metode pengobatan yang tepat di masa depan sebelum memutuskan untuk berhubungan seks.

Postingan Apakah Seks Langsung Pertama Berisiko HIV / AIDS? muncul pertama kali di Hello Sehat.

Buat Para Suami, Ini 7 Tips Pijat Payudara untuk Seks yang Lebih Panas

Apakah Anda bosan dengan ritual seksual yang sama? Hati-hati, seks yang hambar bisa mengganggu keharmonisan rumah tangga, lho. Karenanya Anda harus mencoba berbagai trik baru untuk memanjakan pasangan Anda. Salah satunya adalah pijat payudara.

Pijat payudara bisa membuat wanita lebih rileks dan bersemangat. Beberapa wanita bahkan mengaku bisa mencapai orgasme hanya dengan pijatan payudara! Tertarik mencoba teknik pemanasan (pemanasan) yang ini? Simak langkah-langkahnya di bawah ini.

Tips aman untuk pijat payudara

Perlu diperhatikan, teknik pijat payudara untuk merangsang wanita ini sebaiknya dilakukan dalam suasana rileks dan hangat.

Pasalnya, para suami disarankan memberikan pijatan payudara dalam waktu yang cukup lama, sekitar lima belas menit.

Apa yang harus dilakukan? Berikut tujuh tips bagi para suami yang ingin memijat payudara pasangannya.

1. Gunakan minyak pijat aromaterapi

Untuk membuat sentuhan Anda terasa lebih lembut dan sensual, gunakan minyak pijat aromaterapi dengan wangi yang disukai istri Anda.

Anda juga bisa memijat dengan minyak zaitun yang bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah di payudara.

Dengan sirkulasi darah yang lancar, pasangan Anda akan mencapai klimaks lebih cepat.

2. Mulailah dengan perlahan

Ingat, selalu mulai selambat dan selembut mungkin. Pasalnya, payudara merupakan salah satu titik rangsangan bagi wanita dengan jaringan yang sangat sensitif.

Untuk menghindari mati rasa atau nyeri, sentuh bagian luar kedua sisi payudara pasangan Anda dengan ujung jari atau kuku Anda.

Sensasinya akan membuatnya bergidik dan mengharapkan sentuhan yang lebih dalam.

Jika pasangan Anda sudah menunjukkan tanda-tanda sedang menikmatinya, pijatlah dengan bantalan jari Anda. Begitu seterusnya hingga telapak tangan Anda menutupi payudara sepenuhnya.

Baru kemudian remas kedua sisi payudara dengan lembut.

3. Pijat dari luar ke dalam

Untuk membuat pijatan Anda lebih menarik, arahkan tangan dan jari Anda dari luar payudara lalu gerakkan ke arah areola dan kemudian puting.

Lakukan gerakan melingkar di bagian luar payudara dengan jari-jari Anda. Perlahan, gerakan memutar semakin menyempit dan mendekati puting susu.

Saat mencapai puncak, Anda bisa memutar perlahan puting pasangan Anda dengan ibu jari dan telunjuk Anda.

Anda harus melakukan pijatan ini secara bergantian, misalnya payudara di kiri dulu baru ke kanan.

Setelah itu, dengan kedua tangan, tekan sisi kanan dan kiri payudara pasangan ke tengah dada. Ulangi teknik ini dari awal beberapa kali.

4. Bergantian dengan ciuman

Sambil memijat dengan tangan, Anda juga bisa mencium atau menyesap payudara pasangan dengan ringan.

Jika pasangan Anda lebih menyukai sentuhan tersebut, Anda juga bisa menggodanya dengan sedikit menggigit puting.

5. Tingkatkan kecepatan dan tekanan pijatan

Kejutkan pasangan Anda dengan meningkatkan kecepatan dan tekanan pijatan Anda. Ini akan membuatnya lebih bersemangat dan bersemangat.

Anda bisa menyesuaikan sendiri seberapa cepat dan seberapa besar tekanan yang dinikmati istri Anda.

Yang pasti, sebaiknya tanyakan langsung pada pasangan Anda jika pijatan Anda terlalu keras.

Perhatikan juga reaksi dan bahasa tubuh pasangan Anda, apakah dia sedang menikmatinya atau mati rasa.

6. Pijat dengan lidah

Mainkan lidah Anda untuk memijat puting pasangan. Dengan menggunakan lidah Anda, buat gerakan melingkar lembut di sekitar puting.

Anda kemudian dapat meningkatkan kecepatan dan tekanan. Setelah itu, usapkan ujung lidah Anda pada puting susu dengan arah naik turun atau kiri dan kanan.

7. Bisikan kata-kata mesra

Jangan lupa untuk membisikkan kata-kata mesra untuk memuji payudara pasangan.

Selain membangkitkan hasrat, pujian Anda yang penuh kasih akan membuat pasangan semakin percaya diri dengan bentuk tubuh dan payudaranya.

Postingan Untuk Para Suami, Inilah 7 Tips Pijat Payudara agar Berhubungan Seks Lebih Panas muncul pertama kali di Hello Sehat.

Keluar Darah Saat Berhubungan Seks Selama Pakai KB Spiral, Apakah Wajar?

KB Spiral atau yang lebih dikenal dengan IUD merupakan salah satu metode kontrasepsi yang banyak diminati oleh wanita Indonesia. Setelah AKDR dipasang, Anda dan pasangan dapat berhubungan seks tanpa khawatir akan putus. Bergantung pada jenisnya, IUD dapat secara efektif mencegah kehamilan hingga 10 tahun. Namun, mengapa beberapa wanita melaporkan pendarahan pada vagina setelah berhubungan saat menggunakan IUD?

Anda mungkin mengalami bintik-bintik setelah memasang IUD

Kebanyakan wanita mungkin mengalami bintik-bintik terang selama beberapa hari setelah pemasangan KB IUD.

Kondisi ini merupakan efek samping sementara yang wajar karena tubuh masih beradaptasi dengan alat tersebut.

Di sisi lain, beberapa wanita mungkin terus mengalami bintik-bintik di antara jadwal menstruasi selama berbulan-bulan setelahnya.

Efek samping ini biasanya akan mereda seiring waktu.

Perdarahan vagina setelah berhubungan saat menggunakan IUD, apakah ini normal?

Jika Anda baru-baru ini mengeluhkan kram dan nyeri saat berhubungan seks yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya, ini mungkin karena AKDR telah bergeser dari tempatnya.

Ya, IUD terkadang bisa bergerak sendiri. Biasanya ini terjadi ketika prosedur penyisipan kurang tepat atau karena Anda cemas dan tegang selama proses tersebut.

Kontrol kelahiran spiral harus ditanamkan di dalam rahim. Saat posisi bergeser dan malah melorot hingga ke leher rahim, ini bisa menyebabkan vagina Anda mengeluarkan darah setelah berhubungan saat menggunakan IUD.

Bagaimana saya tahu jika AKDR telah bergeser?

Di ujung bawah perangkat IUD ada tali (tali) cukup panjang. Itu sebabnya sesaat setelah dimasukkan ke dalam rahim, dokter akan memotong sedikit talinya

Anda harus bisa merasakan di mana tali itu berada. Begitu Anda menyadari bahwa benang benar-benar menjadi lebih pendek atau lebih panjang dari sebelumnya, ini adalah tanda bahwa AKDR telah bergeser.

Dalam beberapa kasus, menggeser posisi IUD bahkan dapat menarik tali ke dalam vagina, membuatnya tampak "tertelan".

Beberapa kondisi berikut kemungkinan besar membuat AKDR mudah bergerak:

  • Pasang IUD di usia remaja Anda.
  • Pasang AKDR segera setelah melahirkan.
  • Menstruasi yang menyakitkan.

Bagaimana cara mengatasinya?

Setelah 3-6 bulan memasang IUD, Anda seharusnya tidak lagi mengalami bintik-bintik.

Termasuk saat berhubungan seks. Jika Anda mengalami nyeri atau pendarahan setelah berhubungan seks yang tidak wajar, sebaiknya hubungi dokter.

Jika memang benar disebabkan oleh posisi IUD yang bergeser, dokter dapat membetulkan atau memasangnya kembali dengan yang baru.

Ingat, posisi kontrasepsi spiral yang salah dapat meningkatkan risiko Anda untuk hamil.

Jika penyebabnya bukan perangkat IUD Anda, dokter Anda dapat membantu menentukan penyebab pastinya dan mendiskusikan pilihan pengobatan terbaik untuk Anda.

Jadi, apakah ada efek samping lain dari penggunaan IUD?

Efek samping yang paling umum dari IUD meliputi:

  • Menstruasi tidak teratur selama beberapa bulan pertama.
  • Jika Anda menggunakan AKDR tembaga, Anda akan mengalami lebih banyak perdarahan saat menstruasi dan gejala PMS yang lebih menyakitkan (kram perut dan nyeri punggung).
  • Jika Anda menggunakan IUD hormonal, menstruasi Anda cenderung lebih cepat dan lebih ringan dari biasanya, atau Anda bahkan mungkin tidak mengalami menstruasi sama sekali.
  • Gejala mirip PMS, seperti sakit kepala, jerawat, dan nyeri payudara dengan IUD hormonal

Siklus menstruasi Anda kemungkinan besar akan kembali normal setelah enam bulan. Jika tidak, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Pos Pendarahan Saat Berhubungan Seks Selama Kontrol Kelahiran Spiral, Apakah Masuk Akal? muncul pertama kali di Hello Sehat.

6 Manfaat Seks di Pagi Hari, Plus Tips Suksesnya

Kebanyakan orang masih berpikir bahwa seks adalah ritual yang hanya bisa atau mungkin dilakukan pada malam hari. Padahal, bercinta di pagi hari bukan hal yang mustahil. Memulai hari dengan bermain mata dengan pasangan bahkan bisa menjadi dorongan anti-gagal bagi Anda untuk menjalani hari yang sibuk selama sehari penuh. Apalagi manfaat seks di pagi hari untuk Anda dan pasangan?

Berbagai manfaat seks di pagi hari bisa didapat

Jika Anda dan pasangan cerdas Anda mengatur waktu mereka, bercinta di pagi hari dapat membawa manfaat berikut:

1. Mengurangi rasa sakit

Alih-alih bangun lebih antusias, Anda atau pasangan malah malah capek atau kaku? Seks setelah bangun tidur bisa menjadi obat mujarab.

Seks sebenarnya sama seperti latihan kardio atau peregangan otot yang membuat tubuh Anda terus bergerak aktif. Nah, keringat yang Anda dapatkan saat berhubungan seks ternyata merangsang produksi endorfin.

Endorfin adalah zat alami yang berfungsi mengurangi rasa sakit sehingga pegal-pegal diganti dengan tubuh yang terasa lebih ringan dan bugar. Satu baris, dua atau tiga pulau terlewati, kan?

2. Tambahkan keintiman

Memeluk, berciuman, atau saling membelai di pagi hari membantu tubuh memproduksi lebih banyak hormon oksitosin, juga disebut hormon cinta.

Oksitosin adalah zat kimia di otak yang mengendalikan perasaan cinta, kasih sayang, dan emosi positif lainnya. Dengan pelepasan hormon cinta ini, Anda akan merasa lebih nyaman, intim, dan terikat satu sama lain.

Selain itu, seks di pagi hari juga merupakan cara yang baik untuk melampiaskan hasrat lama karena kadar estrogen dan testosteron cukup tinggi di awal hari sehingga gairah seksual menjadi lebih besar dan ereksi menjadi lebih kuat.

Semakin bergairah, tentu saja kinerja Anda berdua di ranjang akan semakin stabil sehingga kepuasan fisik dan emosional setelah bercinta terasa lebih menguntungkan.

3. Meningkatkan mood

Produksi senyawa endorfin dan oksitosin di otak selama Anda berdua bermesraan terbukti membuat hari Anda lebih menyenangkan.

Kombinasi keduanya dapat membantu membuat suasana hati lebih baik dan mengurangi gejala stres. Akibatnya, Anda berdua tidak mudah terpengaruh oleh stres dan kecemasan berlebihan selama jadwal sibuk Anda. Kalian berdua juga menjadi lebih bersemangat.

4. Meningkatkan daya ingat

Tanpa diduga, manfaat seks di pagi hari juga bisa dirasakan oleh otak. Sebuah penelitian dari Universitas Oxford di Inggris pernah menyatakan bahwa seks memiliki potensi untuk mendukung daya ingat Anda karena selama waktu itu akan ada banyak sel otak baru yang tumbuh. Proses peradangan otak juga akan berkurang karenanya.

Selain mempertajam ingatan Anda, bercinta di pagi hari juga membantu Anda menjadi lebih fokus dan produktif untuk menyelesaikan sesuatu dengan lebih efisien.

5. Meningkatkan daya tahan

Seks itu seperti olahraga. Sama-sama membuat kita aktif bergerak dan memacu detak jantung lebih cepat sehingga tubuh menjadi berkeringat. Nah, melakukan aktivitas fisik yang mirip dengan cardio telah terbukti membantu memperkuat metabolisme dan daya tahan tubuh.

6. Mencegah penuaan

Semua hormon bermanfaat yang diproduksi oleh otak selama Anda bercinta dengan pasangan bisa membantu mencegah penuaan. Manfaat seks yang menyenangkan, bukan?

Studi yang dipublikasikan di halaman Berita BBC menunjukkan bahwa orang yang berhubungan seks 3 atau lebih dalam seminggu memiliki wajah yang terlihat lebih muda daripada orang yang jarang bercumbu. Apalagi jika dilakukan di pagi hari, setelah Anda sudah tahu apa manfaatnya.

Kiat sukses bercinta di pagi hari tanpa harus terburu-buru

Untuk pasangan yang ingin sesekali mencoba seks di pagi hari tetapi tidak ingin dikejar oleh kewajiban lain, mungkin ada baiknya mencoba beberapa tips di bawah ini:

  • Atur alarm sekitar 20 hingga 30 menit sebelum jadwal bangun pagi Anda, sehingga cukup bagi Anda dan pasangan untuk bercumbu.
  • Mulailah dengan foreplay seperti pelukan, sentuhan, ciuman, atau belaian sensual sebelum melakukan peneteration.
  • Minta pasangan Anda untuk secara langsung menargetkan sentuhan dan belaian pada area sensitif tubuh Anda sehingga Anda dengan cepat terangsang. Begitu juga dengan Anda sehingga pasangan bisa cepat "panas".
  • Jika terganggu oleh cahaya pagi, Anda bisa melakukannya di bawah selimut atau menutup tirai jendela.
  • Pilih posisi yang aman dan jangan mengonsumsi terlalu banyak energi, misalnya misionaris klasik atau sambil duduk di pangkuan Anda.
  • Coba juga variasi aktivitas seksual lain seperti oral atau seks handjobs, jika Anda tidak punya cukup waktu untuk penetrasi
  • Jika Anda malu dengan bau mulut atau bau badan, Anda dapat mengundang pasangan Anda untuk menyikat gigi atau mandi bersama terlebih dahulu.

Umumnya, banyak pasangan melakukan hubungan seks di malam hari. Faktanya, seks juga dapat dilakukan di pagi hari sebelum Anda bergumul dengan pekerjaan satu sama lain. Bahkan manfaatnya akan lebih maksimal jika dilakukan pada akhir pekan ketika Anda dan pasangan tidak sibuk.

Posting 6 Manfaat Seks di Pagi, Plus Tips untuk Sukses muncul pertama di Hello Sehat.

Scroll to top