Tak

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Sering tercium menyengat saat melewati suatu area tertentu, namun saat mencarinya tidak dapat menemukan sumber baunya? Banyak orang mengatakan bahwa ini adalah bau hantu yang mengikuti Anda. Benarkah itu? Yuk, cari tahu fakta-fakta berikut ini.

Kenapa saya sering mencium bau yang tidak ada?

menyebabkan hiperosmia, kepekaan terhadap bau

Anda mungkin mencium bau telur busuk, tetapi tidak ada orang lain yang memiliki bau yang sama. Tidak tahu dari mana asalnya, Anda langsung curiga bahwa Anda sedang diikuti hantu atau hal mistis lainnya.

Tunggu dulu, ini bisa dijelaskan secara ilmiah lho. Dalam dunia medis, fenomena ini disebut phantosmia atau halusinasi penciuman.

Phanthosmia adalah penyakit yang memungkinkan Anda mendeteksi bau tertentu meskipun tidak ada. Karena itulah, orang sering menyebut fenomena ini sebagai "bau hantu".

Bau tidak hanya tentang bau yang tidak sedap, tetapi juga bisa berbau seperti wewangian. Bau yang dihirup bisa terus tercium saat Anda berjalan atau sekedar menciumnya sebentar lalu hilang seketika.

Ternyata, sensasi mencium bau tak berwujud ini bukan tanpa sebab. Dilansir dari Mayo Clinic, ada dua hal yang bisa menyebabkan phanthosmia, yakni gangguan saraf di otak akibat cedera kepala atau infeksi saluran pernapasan bagian atas seperti flu atau pilek.

Selain itu, kondisi ini juga bisa dialami orang dengan kondisi sebagai berikut:

  • Radang sinus
  • Polip hidung
  • Tumor otak
  • Epilepsi
  • Depresi
  • Penyakit parkinson, dan sebagainya.

Bagaimana cara memastikan gejala phantosmia atau tidak

menyebabkan mulut kering

Anda mungkin kesulitan membedakan apakah kelainan penciuman ini merupakan gejala dari phanthosmia atau bukan. Dalam beberapa kasus, bau aneh yang Anda hirup sebenarnya berasal dari hal-hal di sekitar Anda, lho. Hanya saja, baunya disamarkan.

Bau aneh dan tidak berwujud ini mungkin berasal dari benda-benda berikut:

  • Ventilasi udara di dalam rumah kotor, sehingga tercium bau pengap yang aneh dan mengganggu.
  • Tempat tidur baru.
  • AC atau pemanas baru, seringkali dengan bau kimiawi yang aneh.
  • Deodoran atau alat kosmetik baru.

Cara memastikannya seperti ini. Kapan pun Anda mencium sesuatu yang tidak biasa atau aneh, coba catat waktunya dalam jurnal. Misalnya, jika Anda sering mencium bau aneh di tengah malam dan terjadi secara rutin, bisa dari kasur atau benda yang ada di kamar Anda.

Jadi intinya, munculnya bau aneh tersebut pasti ada penyebabnya. Hanya saja Anda mengalami halusinasi penciuman sehingga Anda merasa bau tersebut tidak memiliki sumber yang pasti.

Bisakah masalah halusinasi penciuman ini diobati?

efek samping jangka panjang dari semprotan hidung

Kabar baiknya, phantosmia atau halusinasi penciuman bukanlah penyakit serius. Faktanya, gejala phantosmia biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan.

Namun, jika hal ini benar-benar mengganggu aktivitas Anda, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Sebagai langkah pertama, dokter Anda akan merekomendasikan agar Anda membilas bagian dalam hidung Anda dengan larutan garam (air garam). Cara ini bekerja untuk membantu menghilangkan hidung tersumbat dan meredakan gejala yang mengganggu.

Jika gejalanya tidak kunjung hilang, dokter akan memberi Anda obat-obatan tertentu untuk meredakan gejalanya. Obat-obatan ini meliputi:

  • Anestesi untuk mematikan rasa sel saraf di hidung
  • Obat-obatan yang dapat menyempitkan pembuluh darah di hidung
  • Krim atau semprotan hidung steroid

Tetapi sekali lagi, pengobatan phantosmia didasarkan pada penyebabnya. Jika kondisi ini disebabkan oleh gangguan neurologis di otak akibat epilepsi, maka dokter mungkin akan melakukan pembedahan untuk mengobatinya.

Pos Sering Mencium Sesuatu Tapi Tidak Ada? Anda Mungkin Memiliki Phantosmia! muncul pertama kali di Hello Sehat.

Manfaat Tak Terduga Nanas untuk Mencegah Perkembangan Penyakit Kanker

Nanas yang Anda kenal sebagai buah, ternyata selama berabad-abad telah digunakan sebagai obat tradisional oleh penduduk asli Amerika Tengah dan Selatan. Salah satu manfaatnya, yang dikonsumsi untuk mencegah kanker. Namun, apakah manfaat nanas untuk mencegah kanker terbukti? Ayo, cari tahu kebenarannya di review berikut.

Nanas, buah yang kaya nutrisi sehat

nanas untuk pencernaan

Nanas atau nama Latin Ananas comosus adalah buah yang sangat mudah dibudidayakan di Indonesia.

Buah ini dapat dikonsumsi langsung, diolah menjadi selai, es buah, atau ditambahkan ke beberapa hidangan.

Menurut Data Komposisi Makanan Indonesia, nanas kaya akan serat, kalium, kalsium, fosfor, natrium, dan dilengkapi dengan vitamin A, B, dan C.

Semua nutrisi ini dibutuhkan oleh tubuh untuk melawan peradangan, menjaga stabilitas tekanan darah, memelihara sistem pencernaan, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Tidak hanya itu, nanas juga dianggap mampu memberikan khasiat untuk mencegah perkembangan kanker.

Manfaat nanas untuk kanker

Kanker menunjukkan perkembangan sel-sel tubuh yang abnormal. Penyakit ini dapat menyerang berbagai jaringan dalam tubuh, mulai dari kulit, otak, dan bahkan tulang.

Orang-orang yang memiliki kondisi ini perlu mendapatkan perawatan yang tepat segera, sebelum sel-sel kanker menyebar dan menyebabkan kematian.

Salah satu cara untuk mengurangi risiko kanker adalah makan makanan yang bisa menjaga sel-sel tubuh tetap sehat.

Nah, nanas menjadi rangkaian makanan yang berpotensi mengurangi risiko kanker.

Untuk membuktikannya, banyak penelitian telah melihat senyawa bromelain dalam nanas pada sel kanker, misalnya studi yang diterbitkan dalam jurnal Oncology Target Therapy.

Untuk detail lebih lanjut, mari kita bahas satu per satu hasil studi tentang manfaat nanas untuk kanker, seperti:

1. Menghambat pertumbuhan sel kanker

metastasis kanker

Sel kanker tidak berfungsi seperti sel normal lainnya. Sel-sel ini dapat membelah tanpa kontrol dan tidak mati, tidak berkembang menjadi sel dewasa, dan menghindari sel-sel kekebalan tubuh.

Akhirnya, sel-sel akan terus tumbuh dan menyebar ke jaringan lain melalui darah atau sistem limfatik.

Nah, manfaat bromelain dalam nanas ditemukan oleh penelitian, yang dapat menghambat proliferasi sel kanker.

Proliferasi adalah fase sel yang mengalami siklus berulang sehingga mencegah sel untuk berkembang biak.

2. Melemahnya sel kanker

kanker dan tumor

Manfaat bromelain dalam nanas untuk kanker lain mengganggu kelangsungan hidup sel kanker dengan melemahkan MUC1.

MUC1 adalah protein yang melindungi permukaan sel dari patogen (kuman) yang mencapai sel.

Jika ada terlalu banyak MUC1, kondisi ini sering dikaitkan dengan kanker usus besar, payudara, ovarium, paru-paru dan pankreas.

Kehadiran bromelain berpotensi melemahkan MUC1 yang berlebihan, sehingga dapat mencegah sel kanker berkembang menjadi tumor dan bermetastasis.

3. Memicu sel mati

Penyebab kanker, obat kanker, kanker, sel kanker, gejala kanker

Setiap sel memiliki program mekanisme, yang membelah, menjadi matang dan memiliki fungsi tertentu, rusak dan mati sehingga tubuh tidak membutuhkannya.

Setelah itu, sel-sel mati ini akan digantikan oleh sel-sel sehat baru. Namun, dalam sel kanker, sel tidak ingin mati dan perkembangannya tidak terkontrol.

Nah, penelitian menunjukkan bahwa bromelain dapat memicu sel untuk dibaptis, yaitu mati sesuai program.

Itu artinya, secara tidak langsung kandungan bromelain dalam nanas memberikan manfaat untuk mencegah perkembangan sel kanker.

Meskipun penelitian telah menemukan potensi nanas dalam sel kanker, perlu penelitian lebih lanjut tentang kandungan zat aktif dalam nanas yang terkait dengan kanker.

Alasannya adalah bahwa penelitian ini masih berbasis hewan sehingga tidak harus memiliki efek yang sama persis pada manusia.

Namun, penelitian ini dapat membuka jalan bagi para ilmuwan tentang potensi bromelain dalam nanas untuk digunakan sebagai pengobatan kanker di masa depan.

Pos Manfaat Nanas yang Tidak Terduga untuk Mencegah Perkembangan Kanker muncul pertama kali di Hello Sehat.

Scroll to top